Yusril Ihza Mahendra Dianugerahi Gelar Doktor Filsafat UI
Beritabaru1.com – Kamis (2/7), Yusril Ihza Mahendra, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, resmi mendapatkan gelar Doktor Filsafat dari Program Studi Ilmu Filsafat, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) Universitas Indonesia (UI). Pencapaian ini berhasil diraih setelah ia mempertahankan disertasinya dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor di Kampus UI Depok, Jawa Barat.
Tekankan Peran Etika Peradaban dalam Sistem Negara
Dalam paparannya, Yusril menggarisbawahi bahwa keberhasilan sebuah negara tidak hanya bergantung pada aspek formalitas, tetapi juga pada moralitas dan etika peradaban sebagai fondasi utama. Menurutnya, demokrasi, konstitusi, keadilan, serta hak asasi manusia memerlukan pendukung nilai-nilai moral untuk bisa berjalan stabil.
“Negara tidak cukup hanya dibangun dengan konsep demokrasi, konstitusi, keadilan, dan hak asasi manusia, tetapi memerlukan moralitas dan etika peradaban sebagai fondasi agar dapat berdiri kokoh,” ujarnya.
Yusril juga menekankan bahwa sistem ketatanegaraan akan kurang optimal tanpa adanya nilai-nilai agama yang menjadi bagian penting dari kehidupan berbangsa. Ia menambahkan, pembangunan etika peradaban bukan hanya tanggung jawab individu atau tokoh agama, tetapi juga membutuhkan kontribusi aktif dari pemerintah dalam membentuk karakter masyarakat.
Disertasi Berjudul “Penafsiran Kembali Pemikiran Mohammad Natsir”
Disertasi yang dipertahankan Yusril berjudul “Penafsiran Kembali Pemikiran Mohammad Natsir tentang Relasi Islam dengan Negara: Sebuah Telaah Filsafat dengan Pendekatan Hermeneutika Fenomenologis-Eksistensial”. Melalui penelitian ini, ia kembali menganalisis pandangan tokoh nasional Mohammad Natsir mengenai hubungan antara agama dan negara.
Menurut Yusril, pemikiran Natsir masih relevan dalam menghadapi tantangan zaman sekarang, seperti korupsi dan penyalahgunaan wewenang. Ia menegaskan bahwa masalah sosial tersebut tidak bisa diselesaikan hanya dengan regulasi atau lembaga baru, melainkan melalui peningkatan etika publik.
Hadirnya Tokoh Penting dalam Sidang
Sidang promosi doktor dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk jajaran menteri, pimpinan lembaga tinggi negara, serta para ahli. Hadir pula Menteri Agama Nasaruddin Umar, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Wamenko Kumham Imipas Otto Hasibuan, Wakil Menteri PKP Fahri Hamzah, Ketua DPD RI Sultan Bachtiar Najamudin, dan Jimly Asshiddiqie.
Setelah penilaian tim penguji, Yusril dinyatakan lulus dengan predikat Sangat Memuaskan. Proses akademik ini ditempuh dalam lima tahun sambil menjalankan tugas sebagai pejabat negara.
“Alhamdulillah, hari ini disertasi tersebut dapat saya pertahankan di hadapan para penguji. Kesibukan sebagai pejabat publik memang membuat proses penyelesaiannya memakan waktu, tetapi saya bersyukur akhirnya dapat menyelesaikannya,” kata Yusril.
Ke depan, Yusril berencana menyempurnakan beberapa bagian disertasinya untuk diterbitkan sebagai buku, agar bisa diakses oleh masyarakat luas dan menjadi bacaan akademik dalam upaya memperkuat pembangunan hukum di Indonesia.
