Mengenal Ciri Demam Mastitis pada Ibu Menyusui: Panduan Lengkap
Beritabaru1.com – Mengenal Ciri Demam Mastitis pada Ibu Menyusui merupakan hal penting yang harus dipahami setiap ibu baru. Banyak ibu yang khawatir berlebihan saat mengalami demam karena takut terkena mastitis. Namun, dr. Anastasia Lilian S., CBS, IBCLC, menegaskan bahwa tidak semua kasus demam menandakan peradangan payudara. Dalam diskusi virtual di Jakarta yang dilansir Kamis (6/8), dokter dari RS Pondok Indah-Puri Indah ini menjelaskan ciri khasnya dengan detail.
Demam akibat mastitis biasanya datang bersamaan dengan nyeri hebat, bengkak, dan penurunan produksi ASI. Ibu yang mengalami kondisi ini sering kali merasakan payudara terasa panas dan sakit saat disentuh. Selain itu, kulit payudara bisa tampak kemerahan dan terasa lebih hangat dibandingkan sisi lainnya. Gejala-gejala ini muncul karena adanya peradangan pada jaringan payudara yang disebabkan oleh infeksi bakteri atau penyumbatan saluran ASI.
Ciri-Ciri Khusus yang Perlu Diwaspadai
“Kalau ibu demam tapi payudaranya tidak ada lecet, merah, dipegang nyaman saja, menyusui tetap lancar, kemungkinan besar bukan mastitis,” jelas dr. Anastasia. Pernyataan ini sangat membantu ibu untuk membedakan antara demam biasa dan demam akibat mastitis. Penting untuk mengamati perubahan pada payudara secara berkala.
Selain gejala fisik, ibu juga bisa merasakan kelelahan yang luar biasa dan tubuh terasa pegal-pegal seperti saat flu. Suhu tubuh bisa meningkat hingga 38 derajat Celsius atau lebih. Jika kondisi ini tidak segera ditangani, infeksi bisa menyebar dan menyebabkan komplikasi yang lebih serius. Oleh karena itu, mengenali gejala sejak dini sangat krusial.
Ibu yang mengalami mastitis sering kali merasa tidak nyaman saat menyusui karena nyeri yang ditimbulkan. Bayi mungkin juga menjadi rewel karena perubahan rasa ASI. Namun, penting untuk tetap menyusui secara rutin agar saluran ASI tidak tersumbat lebih parah. Menyusui dari sisi yang terkena mastitis justru membantu mengurangi penumpukan ASI.
Cara Mengatasi Demam Mastitis dengan Tepat
Untuk mengatasi kondisi ini, ibu perlu memastikan payudara selalu kosong setelah menyusui. Kompres hangat sebelum menyusui dan kompres dingin setelah menyusui dapat membantu meredakan nyeri dan pembengkakan. Minum banyak air putih juga penting untuk menjaga hidrasi tubuh dan produksi ASI tetap optimal.
Jika gejala tidak membaik dalam 24 jam, ibu sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter. Dokter mungkin akan meresepkan antibiotik untuk mengatasi infeksi bakteri. Penting untuk menyelesaikan seluruh rangkaian antibiotik meskipun gejala sudah membaik. Jangan menghentikan pengobatan secara tiba-tiba.
Posisi menyusui yang benar juga membantu mencegah mastitis berulang. Pastikan bayi menempel dengan benar pada payudara. Jika perlu, ibu bisa menggunakan bantuan laktasi konsultan untuk memperbaiki teknik menyusui. Istirahat yang cukup dan manajemen stres juga berperan penting dalam pemulihan.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Demam Mastitis
Apakah mastitis menular ke bayi? Tidak, mastitis bukan penyakit menular. Bayi tetap aman untuk disusui bahkan saat ibu mengalami kondisi ini.
Berapa lama waktu pemulihan mastitis? Dengan penanganan yang tepat, gejala biasanya membaik dalam 2-3 hari. Namun, antibiotik harus diminum selama 10-14 hari sesuai resep dokter.
Apakah bisa menyusui saat terkena mastitis? Ya, menyusui justru membantu pemulihan. ASI dari sisi yang terkena mastitis tetap aman untuk dikonsumsi bayi.
Kapan harus segera ke dokter? Jika demam tidak turun setelah 24 jam, muncul nanah, atau kondisi memburuk, segera konsultasi ke dokter.
