Pemerintah Serahkan Mobil Pemadam – Upaya Peningkatan Layanan Kebencanaan di Aceh
Beritabaru1.com –
Pemerintah Serahkan Mobil Pemadam untuk Tingkatkan Layanan Kebencanaan di Aceh
Pemerintah Serahkan Mobil Pemadam sebagai langkah strategis untuk memperkuat sistem kesiapsiagaan daerah terhadap bencana. Dengan penambahan alat pemadam modern, Aceh diharapkan dapat meningkatkan efektivitas respons darurat, terutama dalam menghadapi kebakaran dan bencana alam yang sering terjadi. Mobil pemadam ini akan menjadi bagian integral dari upaya pemerintah daerah dan pusat membangun infrastruktur yang lebih tangguh untuk masyarakat Aceh.
Kamis (7/7), sejumlah perwakilan pemerintah pusat melaksanakan serah terima satu unit mobil pemadam kebakaran multifungsi Fire Hawk kepada Pemerintah Kabupaten Bener Meriah, Aceh. Bupati Bener Meriah, Tagore Abubakar, menerima kendaraan tersebut di Pendopo Kabupaten. Mobil pemadam ini diharapkan mampu memberikan layanan darurat yang lebih cepat dan efisien, terutama dalam situasi kritis seperti kebakaran hutan atau pemadaman bencana.
“Penyerahan mobil pemadam ini adalah bentuk dukungan pemerintah pusat untuk meningkatkan kapasitas layanan kebencanaan di Aceh. Alat ini akan berperan penting dalam mempercepat proses pemadaman dan memastikan keselamatan warga,” ujar Tito Karnavian, Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatra.
Peralatan Fire Hawk FWS 4000 memiliki fungsi ganda sebagai kendaraan pemadam kebakaran dan unit distribusi air. Dengan tangki berkapasitas 4.000 liter, mobil ini tidak hanya bisa menangani kebakaran bangunan tetapi juga memenuhi kebutuhan air bersih di lokasi pengungsian saat bencana terjadi. Fitur ini sangat relevan mengingat Aceh sering mengalami gempa bumi dan banjir yang memerlukan layanan darurat berkelanjutan.
Fitur dan Kekuatan Mobil Pemadam Fire Hawk
Fire Hawk dilengkapi sistem pompa Power Take-Off (PTO) yang terhubung langsung ke transmisi, memungkinkan alat menyalurkan air hingga 528 gallon per minute (GPM). Teknologi ini mempercepat proses pemadaman dengan meminimalkan waktu dan tenaga yang dibutuhkan. Selain itu, kendaraan ini menggunakan sasis Mitsubishi Fuso Canter FE 75 SHDX, yang dirancang untuk tahan banting di medan yang sulit.
Kepala Posko Wilayah PRR, Safrizal, menegaskan bahwa mobil ini akan memperkuat kemampuan operasional tim pemadam. “Semoga Fire Hawk bantuan dari Kementerian Dalam Negeri bisa dipergunakan dengan sebaik-baiknya. Rawat dengan baik, pergunakan dengan baik, dan mudah-mudahan bisa membantu mempermudah urusan yang harus dilaksanakan,” tegas Safrizal. Mobil pemadam ini juga dilengkapi kompartemen penyimpanan selang, alat APAR, lampu rotator darurat, dan panel pengatur tekanan air, sehingga siap digunakan dalam berbagai skenario bencana.
Aceh, yang berada di sekitar Selat Malaka dan Pegunungan Seribu, rentan terhadap berbagai jenis bencana alam, termasuk gempa bumi, tsunami, dan banjir. Dengan hadirnya mobil pemadam ini, diharapkan respons pemerintah daerah terhadap keadaan darurat bisa lebih optimal. Selain itu, mobil pemadam akan menjadi bagian dari upaya membangun sistem kebencanaan yang lebih terpadu antara pusat dan daerah.
