Skip to content
Beritabaru1
fe1b8844-d830-4785-aa70-48971fa106fc-0
  • Home
  • News
  • Sepak Bola
  • Teknologi
  • Internasional
  • Humaniora
  • Politik Dan Hukum
  • Nusantara
  • Hiburan
  • Opini
  • Travelista
  • Ekonomi
  • Megapolitan
  • Kolom Pakar
  • Jelita
  • Olahraga
  • Haji
  • Otomotif
  • Jabar
  • Piala Dunia 2026
  • Kuliner
  • Kesehatan
  • Forum Mahasiswa
  • Fashion
  • Sela
  1. Home
  2. Humaniora
  3. Stunting Bisa Dideteksi Dini Lewat Kurva Pertumbuhan WHO
Humaniora

Stunting Bisa Dideteksi Dini Lewat Kurva Pertumbuhan WHO

Emily Davis - beritabaru1.com Reporter Kamis, 06 Agustus 2026 pukul 08:51 WIB 3 min read
0 Views 0 Komentar
Share:
1785975408_ada98b2334f7116a3c21
Foto : Emily Davis - beritabaru1.com

Stunting Bisa Dideteksi Dini Lewat Kurva Pertumbuhan WHO: Panduan Lengkap untuk Orang Tua

Beritabaru1.com – Stunting Bisa Dideteksi Dini Lewat pemantauan pertumbuhan yang rutin dan sistematis. Kondisi gagal tumbuh pada anak ini sebenarnya dapat diidentifikasi sejak dini melalui penggunaan kurva pertumbuhan standar yang diterbitkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), deteksi dini merupakan kunci utama untuk mencegah dampak jangka panjang dari stunting terhadap perkembangan kognitif dan fisik anak.

Proses deteksi ini tidak hanya bergantung pada penimbangan berat badan sesekali, melainkan memerlukan pemantauan berkelanjutan terhadap berbagai parameter pertumbuhan. Dengan memahami cara membaca kurva pertumbuhan, orang tua dan tenaga kesehatan dapat mengidentifikasi potensi masalah sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.

Peran Penting Pemantauan Berkala dalam Deteksi Stunting

Dr. dr. I Gusti Ayu Trisna Windiani, Sp.A., Subsp. T.K.P.S.(K), Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Tumbuh Kembang dan Pediatri Sosial IDAI, menjelaskan bahwa pemantauan pertumbuhan adalah proses yang harus dilakukan secara konsisten. Ia menekankan bahwa pendekatan ini berbeda dengan sekadar menimbang anak secara berkala tanpa analisis tren pertumbuhan.

Dengan melakukan pemantauan, kita bisa menemukan risiko penyimpangan pertumbuhan. Kita bisa menilai arah pertumbuhan anak dari waktu ke waktu, bukan hanya sekali ukur,

ujar Trisna dalam seminar daring yang diselenggarakan pada Kamis (6/8). Penjelasan ini menunjukkan bahwa deteksi stunting memerlukan pendekatan holistik yang mempertimbangkan berbagai faktor pertumbuhan secara bersamaan.

Masa Emas Dua Tahun Pertama Kehidupan

Trisna menegaskan bahwa dua tahun pertama kehidupan anak merupakan periode kritis yang menentukan kualitas kesehatan dan perkembangan mereka sepanjang hidup. Pada masa ini, perkembangan otak berlangsung dengan sangat pesat, sehingga setiap gangguan pertumbuhan harus segera diidentifikasi dan ditangani.

Stunting tidak terjadi secara mendadak, melainkan melalui proses progresif yang dapat dilacak melalui kurva pertumbuhan. Kondisi ini biasanya diawali dengan perlambatan kenaikan berat badan atau yang dikenal dengan istilah weight faltering. Jika kondisi ini tidak ditangani dengan tepat, anak akan masuk ke fase underweight atau berat badan di bawah normal.

Lakukan pemantauan ini secara rutin agar kita bisa melakukan pencegahan maupun intervensi sebelum masalah menjadi lebih berat,

tutup Trisna. Apabila kekurangan gizi akut ini terus berlanjut tanpa penanganan yang adekuat, maka pertumbuhan tinggi badan anak akan terganggu hingga akhirnya mencapai kondisi stunting yang permanen.

Memahami Kurva WHO dalam Buku KIA

Untuk memantau tren pertumbuhan secara efektif, orang tua dapat memanfaatkan kurva pertumbuhan standar WHO yang sudah tersedia di dalam Buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA). Kurva ini merupakan acuan global yang berlaku untuk anak usia 0–5 tahun dan mengukur beberapa indikator utama pertumbuhan.

Pemantauan secara berkala memungkinkan tenaga medis dan orangtua melihat “Z-score” atau simpangan baku untuk menilai apakah status gizi anak masuk dalam kategori normal, kurang, atau berlebih. Setiap penyimpangan dari kurva normal harus menjadi tanda untuk melakukan evaluasi lebih lanjut terhadap pola makan, kesehatan umum, dan faktor lingkungan anak.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Deteksi Dini Stunting

Berapa kali pemantauan pertumbuhan sebaiknya dilakukan? Pemantauan pertumbuhan sebaiknya dilakukan setiap bulan pada usia 0-12 bulan, setiap dua bulan pada usia 1-2 tahun, dan setiap tiga bulan pada usia 2-5 tahun untuk memastikan deteksi dini yang optimal.

Apa tanda-tanda awal weight faltering pada bayi? Tanda-tanda awal weight faltering meliputi penurunan laju kenaikan berat badan yang tidak sesuai dengan kurva pertumbuhan, perubahan pola makan, dan aktivitas fisik yang menurun dibandingkan sebelumnya.

Bagaimana cara membaca Z-score dalam kurva WHO? Z-score menunjukkan seberapa jauh nilai pertumbuhan anak dari rata-rata. Nilai di atas -2 SD menunjukkan pertumbuhan normal, sementara nilai di bawah -2 SD mengindikasikan risiko stunting yang perlu ditangani lebih lanjut.

Apakah stunting bisa dicegah setelah terdeteksi? Ya, stunting dapat dicegah dan ditangani melalui intervensi nutrisi yang tepat, stimulasi perkembangan, dan tata laksana medis sesuai rekomendasi tenaga kesehatan. Semakin dini deteksi dilakukan, semakin baik hasil intervensinya.

Related Reading

  • Latest articles and updates: Stunting Bisa Dideteksi Dini Lewat Kurva
Bagikan:

Berita Terkait

1785968878_61219b9537b60210ecfa

IBTE 2026: Pameran Mainan dan Produk Bayi Terbesar di Asia Tenggara akan Hadir di Jakarta

6 Agu 2026
1785947008_56a2055513a10ff9f079

Prakiraan Cuaca BMKG Kamis, 6 Agustus 2026: Waspada Hujan di Sejumlah Wilayah

6 Agu 2026
1785970089_7c629d12a24ff8bee86e

Mengenal Mastitis: Gejala, Penanganan, dan Tips Pencegahan dari Ahli Laktasi

6 Agu 2026

Komentar

Tinggalkan Komentar Batal

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Field yang wajib diisi ditandai *

Dengan mengirim komentar, Anda menyetujui kebijakan komentar kami.

Terpopuler

Berita Terbaru

Oplus_131072

2 Remaja Pulang Mengaji Dikeroyok Massa karena Dituduh Begal di Karawang

1 jam yang lalu
1785966187_ff04c50cf7b015657a87

Hari Game Indonesia 2026 di Steam: Promo Gim Lokal dan Dukungan Global

1 jam yang lalu
1785966925_b384e148ea78a243c42d

5 Cara Menjaga Stabilitas Cash Flow di Tengah Ekonomi Dinamis

1 jam yang lalu
Pebasket putri Indonesia Dyah Lestari (kanan) melakukan Dribble dibayangi pebasket putri Malaysia Pei Jie Tan (kiri) saat pertandingan penyisihan group B Bola Basket 3x3 putri SEA Games 2023 di Morodok Techno Elephant Hall, Kamboja,

Persiapan Asian Games 2026: Timnas Bola Basket 3×3 Putri Fokus Benahi Fisik

1 jam yang lalu
1785956378_156c7aa34ca8d7598a42

Model Baru Akreditasi RS

1 jam yang lalu

Kategori

  • Ekonomi (484)
  • Fashion (5)
  • Forum Mahasiswa (2)
  • Haji (28)
  • Hiburan (282)
  • Humaniora (858)
  • Internasional (455)
  • Jabar (87)
  • Jelita (20)
  • Kesehatan (7)
  • Kolom Pakar (5)
  • Kuliner (21)
  • Megapolitan (177)
  • Nusantara (595)
  • Olahraga (199)
  • Opini (76)
  • Otomotif (34)
  • Piala Dunia 2026 (264)
  • Politik Dan Hukum (263)
  • Sela (1)
  • Sepak Bola (500)
  • Teknologi (246)
  • Travelista (41)
  • Uncategorized (1)

About Us

Beritabaru1 menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.

Trending Post

  • Hello world!
  • 2 Remaja Pulang Mengaji Dikeroyok Massa karena Dituduh Begal di Karawang
  • Preview Ligue 1 Rennes vs Paris FC, Ambisi Tuan Rumah di Roazhon Park
  • Misi Psyche NASA Abadikan Foto Langka Mars Berbentuk Bulan Sabit
  • Preview Ligue 1 PSG vs Brest, Misi Wajib Menang untuk Les Parisiens

Quick Links

  • Ekonomi
  • Fashion
  • Forum Mahasiswa
  • Haji
  • Hiburan
  • Humaniora
  • Internasional
  • Jabar
  • Jelita
  • Kesehatan

Contact Us

Ready to get started? Contact us today!

  • Contact Us

Copyright © 2026 beritabaru1.com. All rights reserved.