Tindak Lanjut Pertemuan Presiden Prabowo: BPS-MOSPI Perkuat Statistik
Beritabaru1.com – Tindak Lanjut Pertemuan Presiden Prabowo dengan Perdana Menteri India Narendra Modi menghasilkan langkah konkret dalam penguatan kerjasama statistik kedua negara. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia, Amalia Adininggar Widyasanti, hadir dalam pertemuan tingkat tinggi para pimpinan kantor statistik nasional negara-negara BRICS yang berlangsung di kota Lucknow, India. Forum ini menjadi momen penting bagi para pemimpin institusi statistik dari negara-negara BRICS untuk meningkatkan kolaborasi dalam merespons dinamika global yang kian rumit serta tuntutan akan data resmi yang berkualitas tinggi, dapat dipercaya, tepat waktu, dan relevan untuk penyusunan kebijakan publik.
Penandatanganan Letter of Intent untuk Kerjasama Statistik
Dalam sela-sela rangkaian pertemuan para Kepala NSO, Amalia Adininggar Widyasanti bersama Saurabh Garg, Secretary General to Ministry of Statistics and Programme Implementation (MoSPI) India, mengadakan pertemuan bilateral. Pertemuan ini bertujuan memperkuat hubungan kerjasama antara kedua lembaga statistik dari Indonesia dan India, yang merupakan dua negara besar dan berpengaruh di kawasan Asia. Tindak Lanjut Pertemuan Presiden Prabowo ini menunjukkan komitmen serius kedua negara dalam meningkatkan kualitas data statistik nasional.
Kedua pemimpin NSO tersebut kemudian menandatangani dokumen Letter of Intent (LOI) sebagai wujud komitmen bersama untuk memperdalam kerjasama kelembagaan. Dokumen ini mencakup beberapa bidang utama, yaitu pengembangan kapasitas sumber daya manusia, pertukaran metodologi dan praktik terbaik, transformasi digital dalam sistem statistik, penyelenggaraan pelatihan bersama, serta berbagai bentuk kolaborasi teknis lainnya yang akan mendukung penguatan sistem statistik kedua negara.
Implementasi Teknologi AI dan Platform Digital
Penguatan kerjasama dengan NSO India ini juga merupakan implementasi atas arahan Presiden RI untuk memperkuat hubungan bilateral pasca kunjungan kenegaraan PM Narendra Modi ke Indonesia pada awal Juli lalu. Secara lebih spesifik, BPS dan MOSPI berencana untuk bekerja sama dalam pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk diseminasi statistik serta pengembangan digitalisasi proses bisnis statistik. Inisiatif ini sejalan dengan visi transformasi digital yang dicanangkan pemerintah Indonesia.
BPS Indonesia telah memiliki platform digital untuk pengumpulan data dan pengecekan kualitas data yang dikenal dengan nama FASIH. Sementara itu, MOSPI India juga memiliki platform digital serupa yang dinamakan e-SIGMA. Kedua lembaga akan saling bertukar pengalaman dalam melakukan modernisasi platform digital masing-masing. Kerjasama ini diharapkan dapat mempercepat proses pengolahan data dan meningkatkan akurasi informasi statistik yang disajikan kepada publik.
Kontribusi Indonesia dalam Komunitas Statistik Global
Partisipasi aktif Kepala BPS RI dalam Meeting of Heads of NSOs of BRICS Countries menegaskan peran Indonesia yang semakin kuat dalam komunitas statistik internasional. Melalui kerjasama yang semakin erat dengan negara-negara BRICS, BPS RI terus memperluas kontribusinya dalam pengembangan statistik global sekaligus memperkuat kapasitas nasional untuk menyediakan data statistik yang berkualitas, bermakna, dan berdampak untuk fondasi pembangunan Indonesia yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing.
Forum ini menjadi momen penting bagi para pemimpin institusi statistik dari negara-negara BRICS untuk meningkatkan kolaborasi dalam merespons dinamika global yang kian rumit serta tuntutan akan data resmi yang berkualitas tinggi.
FAQ: Pertanyaan Umum tentang Kerjasama Statistik Indonesia-India
Apa tujuan utama penandatanganan LOI antara BPS dan MOSPI? Tujuan utamanya adalah memperdalam kerjasama kelembagaan dalam bidang pengembangan SDM, pertukaran metodologi, transformasi digital, dan pelatihan bersama untuk penguatan sistem statistik kedua negara.
Berapa kali Tindak Lanjut Pertemuan Presiden Prabowo menghasilkan kerjasama ini? Kerjasama ini merupakan salah satu hasil langsung dari kunjungan kenegaraan PM Narendra Modi ke Indonesia pada awal Juli lalu, yang kemudian ditindaklanjuti melalui pertemuan di Lucknow.
Apa platform digital yang akan digunakan dalam kerjasama ini? BPS menggunakan platform FASIH untuk pengumpulan dan pengecekan data, sementara MOSPI menggunakan e-SIGMA. Kedua platform akan saling bertukar pengalaman dalam modernisasi.
Bagaimana peran AI dalam kerjasama statistik ini? Kecerdasan buatan (AI) akan dimanfaatkan untuk diseminasi statistik dan pengembangan digitalisasi proses bisnis statistik, meningkatkan efisiensi dan akurasi data.
Mengapa kerjasama BRICS penting bagi Indonesia? Kerjasama dengan negara-negara BRICS memperkuat posisi Indonesia dalam komunitas statistik internasional dan mendukung penyediaan data berkualitas untuk pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.
