Erwin Pastikan MPLS di Kota Bandung Ramah Anak, Kuatkan Karakter dan Antiperundungan
Beritabaru1.com – Kegiatan MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan) di Kota Bandung menjadi sorotan utama, terutama dalam upaya memastikan lingkungan belajar yang sehat dan berorientasi pada penguatan nilai-nilai karakter. Pada Rabu (15/7), Wakil Wali Kota Bandung, Erwin, melakukan pengawasan langsung terhadap pelaksanaan MPLS Tahun Ajaran 2026/2027 di dua SD, yaitu SDN 069 Cipamokolan Derwati dan SDN 184 Buahbatu. Dalam kunjungannya, Erwin menekankan pentingnya MPLS sebagai momen strategis untuk memperkukuh karakter siswa dan mencegah tindakan perundungan. Ia mengajak para pendidik dan peserta didik untuk merancang program yang lebih inovatif agar kegiatan ini tidak hanya sekadar pengenalan lingkungan, tetapi juga menjadi dasar pembentukan sikap dan kebiasaan positif.
Strategi MPLS dalam Membangun Karakter
What Happened During pengawasan Erwin di SDN 184 Buahbatu menunjukkan komitmen pemerintah daerah untuk menjadikan MPLS sebagai platform edukasi karakter. Dalam sambutannya, Erwin menyoroti peran guru sebagai teladan yang harus diperkuat dalam proses pembelajaran. “Guru adalah figur yang dihormati dan diteladani. Karena itu, mereka harus mampu menjadi contoh baik dalam berperilaku serta mendorong siswa untuk tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak dan tangguh,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa MPLS tidak hanya tentang pengenalan lingkungan, tetapi juga tentang penguatan kebersamaan dan pembentukan nilai-nilai yang akan bertahan sepanjang masa.
Kunjungan Erwin ke SDN 069 Cipamokolan Derwati juga menegaskan prioritas pemerintah dalam memastikan kegiatan MPLS memberikan dampak jangka panjang. Selain memberikan motivasi, ia mengapresiasi upaya guru dalam menciptakan lingkungan belajar yang ramah anak. “Tidak hanya memperkukuh akhlak, MPLS juga seharusnya menjadi wadah membangun kebersamaan dan mencegah tindakan perundungan,” tambahnya. Dalam sesi diskusi, Erwin meminta para pendidik untuk mengintegrasikan materi tentang kerja sama, empati, dan tanggung jawab dalam setiap aktivitas pembelajaran.
Program MPLS yang Inklusif
Erwin menegaskan bahwa MPLS di Kota Bandung dirancang secara inklusif, dengan mempertimbangkan kebutuhan beragam peserta didik. Ia menekankan pentingnya kegiatan ini dalam menanamkan semangat menuntut ilmu sejak usia dini. “Dengan menerapkan empat prinsip—berilmu, menjadi penuntut ilmu, mendengarkan ilmu secara baik, dan mencintai ilmu—siswa akan memiliki bekal yang memadai untuk masa depannya,” jelasnya. Ia juga meminta sekolah untuk menggali potensi siswa melalui kegiatan interaktif, seperti simulasi perundungan, workshop keterampilan sosial, dan pemecahan masalah kelompok.
Sebagai bagian dari What Happened During pengawasan ini, Erwin meninjau fasilitas sekolah dan berfoto bersama para pendidik serta siswa. Kegiatan ini menegaskan komitmen pemerintah kota untuk memastikan pendidikan di Bandung tetap berfokus pada penguatan karakter dan lingkungan belajar yang sehat. Erwin menyebutkan bahwa lingkungan sekolah yang ramah anak tidak hanya memperbaiki suasana belajar, tetapi juga meminimalkan risiko bullying yang sering terjadi di awal tahun ajaran.
Di SDN 184 Buahbatu, Erwin mengunjungi ruang belajar dan area rekreasi yang diperbarui. Ia menyatakan bahwa perbaikan infrastruktur sekolah sejalan dengan visi pengembangan pendidikan berbasis karakter. “Kebersihan, keamanan, dan keindahan lingkungan belajar menjadi bagian dari keberhasilan MPLS,” imbuhnya. Dalam sesi diskusi dengan para guru, ia menekankan perlunya kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat untuk menjaga suasana belajar yang positif.
What Happened During pelaksanaan MPLS di Kota Bandung menunjukkan bahwa pemerintah daerah terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan melalui pendekatan holistik. Erwin berharap kegiatan ini mampu menjadi awal dari perubahan besar dalam dunia pendidikan, khususnya dalam menangani isu antiperundungan dan penguatan karakter siswa. “MPLS adalah langkah awal menuju pendidikan yang lebih humanis dan berkelanjutan,” pungkasnya. Kegiatan serupa akan dilanjutkan di sekolah-sekolah lain, dengan penekanan pada inovasi dan partisipasi aktif seluruh pihak.

