Pemkab Bekasi Alokasikan Rp2,9 Miliar untuk Revitalisasi Pasar Serang Cikarang
Beritabaru1.com – Dalam Special Plan yang diumumkan Pemerintah Kabupaten Bekasi, dana sebesar Rp2,9 miliar dialokasikan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 untuk memperbaiki Pasar Serang di wilayah Cikarang Selatan. Program ini adalah bagian dari upaya pemerintah meningkatkan kualitas infrastruktur dan lingkungan pasar, yang menjadi pusat kegiatan ekonomi penting bagi masyarakat setempat.
Revitalisasi Pasar sebagai Prioritas
“Pasar tradisional merupakan urat nadi perekonomian warga. Melalui Special Plan ini, kami berharap menciptakan suasana yang lebih nyaman, segar, dan terorganisir bagi pengunjung dan pedagang,” kata Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja, seperti dikutip pada Kamis (2/7).
Pembenahan Pasar Serang dilakukan dengan tujuan mengembalikan fungsi pasar sebagai wadah kegiatan ekonomi yang berkualitas. Menurut Benny Sugiarto Prawiro, Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Bekasi, dana tersebut telah direncanakan secara detail untuk menata fasilitas pasar yang telah mengalami degradasi akibat usia penggunaan yang tergolong lama. Perbaikan akan mencakup perluasan area penjualan, penambahan kamar mandi, serta pengerasan lantai untuk memastikan kondisi fisik yang lebih baik.
Pasar Serang Cikarang merupakan salah satu pasar tradisional yang memiliki sejarah panjang di wilayah Bekasi. Sejak lama, pasar ini menjadi tempat berkumpulnya pedagang dan pengusaha kecil, termasuk pelaku usaha kuliner dan bahan pokok. Namun, kondisi fisik pasar yang memburuk dan kurangnya fasilitas modern mulai mengurangi daya tariknya dibandingkan pusat perbelanjaan modern. Dalam Special Plan, Pemkab Bekasi menargetkan transformasi pasar ini menjadi ruang komersial yang lebih nyaman dan mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
Manfaat untuk Masyarakat dan Pedagang
Program revitalisasi Pasar Serang diharapkan memberikan dampak positif terhadap kenyamanan pengunjung dan kemudahan bagi pedagang. Peningkatan infrastruktur seperti akses pintu masuk, tempat parkir, dan fasilitas sanitasi akan meningkatkan pengalaman berbelanja masyarakat. Selain itu, tata ruang yang lebih rapi serta pengaturan pedagang yang terstruktur diharapkan dapat meningkatkan produktivitas usaha kecil menengah (UKM) di sekitar pasar tersebut.
Revitalisasi ini juga merupakan langkah strategis untuk menjaga kompetitivitas pasar tradisional di tengah maraknya pusat perbelanjaan modern. Benny Sugiarto Prawiro menjelaskan bahwa perbaikan Pasar Serang akan menjadi contoh keberhasilan Special Plan dalam meningkatkan kualitas layanan publik. “Kami menegaskan komitmen untuk mendukung kegiatan ekonomi rakyat melalui investasi dalam infrastruktur,” ujarnya.
Sejumlah masyarakat yang berjualan di Pasar Serang menyambut baik rencana ini. Mereka berharap perbaikan akan memberikan ruang yang lebih leluasa untuk menampilkan dagangan dan mengurangi hambatan dalam beroperasi. “Selama ini, kondisi pasar yang sempit dan lembap membuat dagangan terasa kurang menarik. Kalau sudah diperbaiki, pasti lebih banyak pembeli yang datang,” kata salah satu pedagang, Ibu Rina, seperti yang diceritakan dalam laporan pers.
Program Special Plan ini juga sejalan dengan kebijakan pemerintah daerah untuk mendorong perekonomian kecil dan menengah. Dengan memperkuat pasar tradisional, Pemkab Bekasi berupaya menciptakan lingkungan usaha yang lebih kondusif dan berkelanjutan. Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang akan melakukan survei lapangan sebelum memulai pengerjaan fisik, serta melibatkan perwakilan masyarakat dalam merancang konsep tata ruang pasar yang lebih modern.
Proyek revitalisasi Pasar Serang dijadwalkan dimulai pada awal tahun 2026. Pemerintah Kabupaten Bekasi menargetkan penyelesaian dalam kurun waktu 6–8 bulan, tergantung pada kelancaran proses pengerjaan. Selama renovasi, pedagang akan diberikan waktu untuk memindahkan barang dagangan sementara, sementara area pasar akan dipasangi tenda penutup untuk menghindari gangguan cuaca.
Dengan anggaran yang cukup besar, Pemkab Bekasi memperlihatkan komitmen untuk membangun infrastruktur perdagangan yang ramah dan inklusif. Ini menjadi langkah penting dalam mengembangkan ekonomi lokal, terutama di daerah pedesaan dan kawasan perdesaan yang masih bergantung pada pasar tradisional. Special Plan Pasar Serang juga diharapkan dapat menjadi model untuk revitalisasi pasar lain di wilayah Kabupaten Bekasi, yang sama-sama membutuhkan perhatian dan perbaikan.

