BMKG Peringatkan 10 Daerah di Sulawesi Utara Waspada Hujan Lebat dan Angin Kencang hingga 21 Mei 2026
BMKG – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan kewaspadaan cuaca ekstrem bagi 10 daerah di Sulawesi Utara (Sulut) sepanjang periode 21 Mei 2026. Peringatan ini diterbitkan untuk mengantisipasi intensitas hujan deras serta angin kencang yang diprediksi mengancam beberapa wilayah, menurut informasi yang dihimpun dari Kepala Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Dhira Utama. BMKG menekankan pentingnya masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan terhadap kondisi cuaca yang berpotensi memicu bencana hidrometeorologi.
Kondisi Atmosfer yang Menyebabkan Peringatan BMKG
Menurut Dhira Utama, BMKG memperkirakan adanya fenomena Madden-Julian Oscillation (MJO) yang aktif di wilayah Sulawesi Utara. Fenomena ini menyebabkan pergeseran aliran udara dan meningkatkan aktivitas konvektif di atmosfer. Selain itu, gelombang Kelvin yang bergerak di sepanjang wilayah ini juga memperkuat pembentukan awan-awan yang bisa berujung pada hujan deras dan angin kencang. BMKG menjelaskan bahwa kombinasi dua fenomena ini memicu risiko cuaca ekstrem yang lebih tinggi.
“BMKG terus memantau kondisi cuaca secara real-time dan memberikan update informasi kepada masyarakat,” ujar Dhira Utama. “Peningkatan aktivitas konvektif akan berdampak pada beberapa daerah dengan intensitas hujan yang tidak terduga.”
Daftar Wilayah yang Terdampak BMKG
Wilayah yang menjadi fokus peringatan BMKG meliputi Kota Manado, Kota Tomohon, Kota Bitung, Kabupaten Minahasa, Kabupaten Minahasa Tenggara, Kabupaten Minahasa Selatan, Kabupaten Bolaang Mongondow, Kabupaten Bolaang Mongondow Utara, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, dan Kabupaten Kepulauan Talaud. BMKG memperingatkan bahwa daerah-daerah ini rentan terhadap hujan lebat yang bisa berlangsung selama beberapa hari. Angin kencang juga diprediksi mengikuti pola hujan tersebut, terutama di kawasan yang memiliki topografi curam.
Kondisi ini didukung oleh adanya area tekanan rendah di sebelah timur laut Sulawesi Utara, yang mempercepat konvergensi angin. Hal ini memperbesar kemungkinan terjadinya awan konvektif yang dapat menghasilkan curah hujan tinggi. BMKG juga menyebutkan bahwa indeks labilitas lokal di beberapa daerah tinggi, sehingga potensi angin kencang dan kilat meningkat.
Peningkatan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan tumbangnya pohon diperkirakan terjadi di wilayah dengan sistem drainase yang tidak memadai. BMKG mengimbau masyarakat untuk selalu memantau peringatan cuaca melalui situs resmi mereka atau platform informasi terpercaya. “Kewaspadaan harus terus dipertahankan karena perubahan cuaca bisa terjadi secara tiba-tiba,” tambah Dhira Utama.
Langkah Mitigasi BMKG untuk Wilayah Sulut
BMKG memberikan rekomendasi kepada pihak berwenang dan masyarakat untuk melakukan persiapan sejak dini. Diantaranya adalah memperkuat sistem peringatan dini, mengupayakan pengawasan terhadap daerah rawan, serta meningkatkan koordinasi antarinstansi terkait. Dalam keterangan resmi, BMKG menyatakan bahwa pengawasan terhadap titik-titik rawan ini menjadi prioritas sejak awal bulan Mei 2026.
BMKG juga mengingatkan warga Sulawesi Utara untuk memperhatikan perubahan iklim yang terjadi. Dengan memantau pola hujan dan angin secara berkala, masyarakat bisa mengurangi risiko terjebak dalam bencana cuaca. Selain itu, BMKG menawarkan layanan pelacakan cuaca per kelurahan melalui situs resmi mereka. Informasi ini sangat penting untuk memastikan keamanan warga, khususnya di kawasan yang sering mengalami hujan deras.
BMKG terus berupaya memperbaiki sistem pemantauan dan pemberian peringatan cuaca. Dengan memanfaatkan teknologi terkini, mereka mampu memprediksi kondisi cuaca secara lebih akurat. Peringatan ini menjadi bagian dari upaya BMKG dalam meminimalkan dampak cuaca ekstrem terhadap kehidupan masyarakat. “Kami ingin masyarakat bisa mengambil langkah tepat sebelum bencana terjadi,” tambah Dhira Utama.
Untuk memperoleh informasi lebih lanjut tentang prediksi BMKG, warga dapat mengakses https://cuaca.bmkg.go.id/ atau menyusun rencana evakuasi di tingkat desa. BMKG berharap dengan adanya peringatan ini, masyarakat Sulawesi Utara dapat mengurangi risiko kerusakan akibat cuaca ekstrem yang diprediksi terjadi hingga 21 Mei 2026.
