Buang Puntung Rokok, Lahan di Dusun Guha Blok Leuwikeris Ciamis Terbakar
Beritabaru1.com – Kebakaran yang dipicu oleh buang puntung rokok terjadi di wilayah Dusun Guha, Blok Leuwikeris, Desa Handapherang, Kecamatan Cijeungjing, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Insiden ini terjadi pada Jumat (3/7) malam dan menimbulkan kerugian material sekitar 200 meter persegi. Api merambat ke area sampah dan tanaman alang-alang, tidak menimbulkan korban jiwa, namun mengkhawatirkan dampak lingkungan. Peristiwa ini menjadi peringatan penting bagi masyarakat sekitar terkait bahaya buang puntung rokok yang dianggap sembarangan.
Perkembangan Kebakaran di Dusun Guha
Kebakaran di Dusun Guha dimulai dari puntung rokok yang terlempar oleh seseorang di lahan yang dianggap sebagai tempat pembuangan sampah sementara. Lokasi ini berada di sebelah Bendungan Leuwikeris, yang menjadi sumber air penting untuk kecamatan setempat. Karena kondisi cuaca yang kering akibat musim kemarau berkepanjangan, api dengan cepat membesar dan merusak tanaman alang-alang serta kumpulan sampah plastik. Meski tidak ada korban, kejadian ini memicu respons cepat dari pihak berwajib.
“Kebakaran lahan di Dusun Guha terjadi akibat puntung rokok yang dibiarkan di area sampah. Kami segera mengambil tindakan untuk memadamkan api, termasuk menghubungi Damkar Ciamis dan tim gabungan lainnya,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Ciamis, Ani Supiani, Sabtu (4/7/2026).
Upaya pemadaman dilakukan dengan mengerahkan tiga unit truk pemadam kebakaran dan alat berat dari BBWS Citanduy. Petugas langsung bergerak ke lokasi kebakaran untuk mengendalikan api yang sudah merambat ke tumpukan sampah dan tanaman alang-alang. Lahan yang terbakar terletak di dekat akses jalan, sehingga memudahkan proses penanganan. Namun, karena api berkobar di area terbuka, kecepatan penanggulangan menjadi kunci untuk mencegah penyebaran lebih luas.
Langkah-Langkah Pemadaman dan Koordinasi
Tim pemadam kebakaran bekerja sama dengan satuan TNI dan Polri memberikan dukungan dalam mengendalikan kobaran api. Menurut informasi yang diperoleh, api bergerak cukup cepat karena kondisi lahan yang kering. Dengan bantuan alat berat, api berhasil dipadamkan dalam waktu kurang dari tiga jam. Ani Supiani menambahkan bahwa kejadian ini menunjukkan pentingnya kesadaran warga dalam membuang puntung rokok di lahan atau area rawan kebakaran.
“Api berhasil dipadamkan sebelum merambat ke area lain. Kami juga melakukan pengecekan terhadap titik api awal, yaitu puntung rokok yang dibiarkan di lahan. Masyarakat harus lebih waspada, terutama di sekitar Dusun Guha,” tutur Kapolsek Cijeungjing, AKP Purwanto.
Kebakaran ini menjadi contoh nyata bagaimana buang puntung rokok yang dianggap remeh bisa menyebabkan kerugian besar. BPBD Ciamis memperkirakan bahwa lahan yang terbakar mencapai luas sekitar 200 meter persegi, dengan kerugian mencakup hampir seluruh area sampah di sekitar bendungan. Kondisi lahan yang berdekatan dengan sumber air membuat kejadian ini berpotensi mengganggu aliran air dan mencemari lingkungan sekitar jika tidak segera dikuasai.
Dalam upaya mencegah kejadian serupa, BPBD dan pihak terkait menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat tentang cara membuang puntung rokok secara aman. Selain itu, mereka juga merekomendasikan penggunaan alat pemadam yang tersedia di sekitar lokasi dan pemeriksaan rutin terhadap titik api potensial. Kapolsek Purwanto menegaskan bahwa kepolisian akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk meningkatkan keamanan di wilayah Dusun Guha dan Blok Leuwikeris.
Peristiwa kebakaran ini juga mengingatkan masyarakat akan bahaya kembang api yang bisa merusak lingkungan. Buang puntung rokok di lahan di Dusun Guha, terutama di musim kemarau, berisiko tinggi menyebabkan kebakaran. BPBD Ciamis menyebutkan bahwa selama tiga bulan terakhir, sudah terjadi tiga kejadian serupa di wilayah tersebut, dengan penyebab utama adalah sisa rokok yang dibiarkan di tempat terbuka. Sebagai langkah pencegahan, pemerintah setempat sedang mempertimbangkan pemasangan tempat sampah di sepanjang jalan desa dan pembagian brosur kesadaran lingkungan kepada warga.
Kebakaran yang terjadi di Dusun Guha menggarisbawahi pentingnya kehati-hatian dalam kegiatan sehari-hari, khususnya buang puntung rokok lahan di Dusun. Kesadaran masyarakat tentang dampak lingkungan dan potensi kebakaran harus ditingkatkan, terutama di daerah rawan seperti Blok Leuwikeris. Dengan memperketat pengawasan dan meningkatkan kesadaran, kejadian serupa bisa diminimalkan. BPBD dan satuan pengamanan akan terus melakukan evaluasi dan upaya preventif untuk menjaga keamanan wilayah tersebut.
