Gempa Magnitudo 6,7 Landa Palu, Pelindo Pastikan Fasilitas TPK Pantoloan Aman
Gempa Magnitudo 6 7 Landa Palu – Sebuah gempa bumi dengan magnitudo 6,7 mengguncang Palu, Poso, serta daerah sekitarnya pada Selasa (16/6) sekitar pukul 10.37 Wita. Dampak gempa ini menyebabkan operasional di Terminal Petikemas (TPK) Pantoloan, Sulawesi Tengah, ditunda sementara. Perusahaan yang mengelola fasilitas tersebut, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo, mengambil langkah darurat untuk memastikan keselamatan para pekerja dan keamanan infrastruktur.
Pelindo Luncurkan Proses Tanggap Darurat
Executive Director Pelindo Regional 4, Abdul Azis, menjelaskan bahwa penghentian sementara aktivitas operasional dilakukan sebagai bagian dari prosedur baku dalam situasi darurat. “Hasil pemeriksaan awal menunjukkan tidak ada korban jiwa maupun kerusakan signifikan pada fasilitas pelabuhan,” tegasnya. Meski demikian, keamanan pekerja, pengguna jasa, serta masyarakat tetap menjadi prioritas utama perusahaan.
“Kami aktifkan prosedur tanggap darurat setelah gempa dirasakan. Semua operasional dihentikan sementara agar personel bisa aman dan tim dapat melakukan inspeksi menyeluruh terhadap fasilitas terminal,” kata Abdul Azis.
Setelah gempa terjadi, seluruh pekerja dan petugas langsung menjalankan evakuasi serta prosedur keselamatan sesuai standar kerja yang berlaku. Pelindo juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait, seperti otoritas kebencanaan, untuk memantau situasi dan memastikan semua aspek keselamatan terpenuhi sebelum kembali beroperasi.
Inspeksi Fasilitas Terminal Dilakukan
General Manager Pelindo Regional 4 Pantoloan, Chaerur Rijal, mengungkapkan bahwa tim Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) bersama petugas teknis melakukan pemeriksaan menyeluruh ke seluruh area kritis terminal. “Kondisi fasilitas secara umum aman dan tidak ditemukan kerusakan yang mengganggu operasional,” ujarnya.
“Meski situasi terkendali, kami tetap melanjutkan monitoring dan evaluasi untuk antisipasi sebelum kembali menjalankan pelayanan,” tambah Chaerur Rijal.
Dalam pernyataannya, Chaerur Rijal juga menegaskan komitmen Pelindo untuk selalu mengutamakan keselamatan dalam setiap aktivitas. Seluruh personel tetap siaga dan mengawasi informasi resmi dari instansi berwenang terkait dampak gempa. Pihaknya menjaga operasional kepelabuhanan dengan prinsip kehati-hatian dan mitigasi risiko.
