Jaga Ekosistem Pesisir, BKSDA Sultra Perketat Pengawasan TWA Teluk Lasolo
Jaga Ekosistem Pesisir – Dalam upaya menjaga keseimbangan ekosistem pesisir, Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tenggara (Sultra) telah memperketat pengawasan terhadap Taman Wisata Alam (TWA) Teluk Lasolo. Selama beberapa hari terakhir, tim patroli BKSDA melakukan inspeksi menyeluruh untuk memastikan semua aktivitas pelayaran di kawasan konservasi tersebut sesuai dengan aturan lingkungan yang berlaku. Surat Tugas Nomor: ST.142/K.25/TU-1/PPKT/05/2026 menjadi dasar pelaksanaan operasi ini, yang melibatkan koordinasi antarinstansi seperti Pos Gakkum Kendari dan Balai Gakkum LHK Wilayah Sulawesi. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap laporan adanya kapal-kapal besar yang melintas tanpa izin, yang berpotensi mengganggu kehidupan bawah air dan ekosistem daratan di sekitar Teluk Lasolo.
Langkah Pengawasan yang Diperketat
Pengawasan yang diperketat mencakup penyisiran perairan Molawe hingga tepian Sungai Lasolo, dengan fokus pada aktivitas pemanfaatan alur pelayaran. Dalam patroli tersebut, dua kapal tongkang ditemukan melintas tanpa dokumen resmi. Salah satunya berasal dari jetty PT Bumi Konawe Minerina (BKM), sementara kapal lainnya berencana memuat pasir di muara Sungai Lasolo, milik PT Bumi Niaga Mandiri (BNM). Kedua perusahaan tersebut belum memenuhi persyaratan izin pemanfaatan jalur pelayaran, yang menjadi salah satu aspek kunci dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir. Tim patroli langsung meminta kapal-kapal tersebut untuk mengubah arah dan menunda aktivitas hingga berkoordinasi dengan BKSDA Sultra.
Kawasan TWA Teluk Lasolo, yang terletak di Desa Waturambaha, Kecamatan Lasolo, Kabupaten Konawe, merupakan area konservasi strategis yang menampung berbagai bentuk kehidupan laut. Patroli yang intensif dilakukan untuk memastikan tidak ada aktivitas tambang atau transportasi yang merusak keberlanjutan lingkungan. Selain itu, tim juga mengamati kapal bermuatan nikel milik PT Tiran Indonesia, yang diharuskan mengambil jalur alternatif di luar kawasan konservasi. Upaya ini bertujuan untuk meminimalkan dampak negatif terhadap terumbu karang, ikan-ikan kecil, dan habitat mangrove yang terancam.
Pentingnya Koordinasi dan Edukasi
Kepala Balai KSDA Sulawesi Tenggara, Muhammad Wahyudi, menjelaskan bahwa kebijakan pengawasan ketat adalah langkah prioritas untuk menjaga lingkungan pesisir. Ia menegaskan bahwa TWA Teluk Lasolo berperan penting dalam melindungi keanekaragaman hayati perairan dan menjaga kestabilan ekosistem. “Setiap aktivitas di wilayah ini harus memiliki dasar hukum yang jelas, seperti Perjanjian Kerja Sama (PKS),” ujarnya. Wahyudi menekankan bahwa pendekatan persuasif dan pembinaan tetap menjadi fokus dalam menangani pelaku usaha, agar mereka memahami pentingnya jaga ekosistem pesisir.
Koordinasi lintas instansi menjadi kunci keberhasilan pengawasan. BKSDA Sultra bekerja sama dengan Pos Angkatan Laut Molawe dan Kantor Syahbandar Kelas I Molawe untuk memastikan semua kapal mematuhi aturan pemanfaatan jalur perairan. “Kami sangat terbuka terhadap kerja sama dengan seluruh pihak, termasuk pelaku usaha, tetapi semua aktivitas harus didasari izin resmi agar tidak merusak lingkungan,” tambahnya. Dengan adanya patroli rutin, diharapkan masyarakat sekitar dan perusahaan akan lebih proaktif dalam menjaga kelestarian TWA Teluk Lasolo.
Proses pengawasan juga melibatkan edukasi langsung kepada pelaku usaha. Kepala Seksi Konservasi Wilayah II BKSDA Sultra mengungkapkan bahwa patroli ini tidak hanya untuk mengawasi, tetapi juga memberi pemahaman tentang pentingnya keberlanjutan lingkungan. “Pemanfaatan jalur perairan di kawasan konservasi harus berkelanjutan, agar ekosistem pesisir tetap terjaga,” katanya. Dengan memperkuat kebijakan, BKSDA Sultra berharap menurunkan tingkat kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh aktivitas pelayaran yang tidak terkontrol.
Upaya jaga ekosistem pesisir ini tidak hanya melibatkan BKSDA, tetapi juga masyarakat sekitar. Warga Desa Waturambaha mengapresiasi langkah yang diambil, karena mereka telah lama merasa lingkungan perairan terganggu akibat penambangan dan transportasi yang tidak teratur. “Kita berharap pemerintah terus memperketat pengawasan, agar keanekaragaman hayati tidak terancam,” kata salah satu warga setempat. Dengan adanya perhatian serius dari BKSDA, diharapkan keberlanjutan ekosistem pesisir dapat tercapai, serta keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan lingkungan bisa terjaga.
