50 Biksu Thudong Lintasi Sidoarjo Menuju Borobudur, Sempat Singgahi Masjid
Key Issue – Dalam upaya memperkuat pesan perdamaian dan toleransi antarumat beragama, 50 biksu Thudong melakukan perjalanan spiritual dari Bali menuju Candi Borobudur di Jawa Tengah. Perjalanan ini melibatkan melewati wilayah Sidoarjo, di mana rombongan sempat berhenti di Masjid Al-Hidayah untuk menyampaikan salam dan berbagi pengalaman. Key Issue ini menjadi perhatian publik karena menggambarkan komitmen kuat para pendeta Buddha dalam menjaga harmoni antaragama.
Perjalanan Berat: 666 Kilometer dengan Langkah Kaki
Perjalanan ini menempuh jarak sekitar 666 kilometer, mengharuskan para biksu menggunakan hanya perlengkapan dasar seperti kantong plastik dan buah-buahan sebagai bekal. Mereka berangkat dari Kelenteng di pusat Kota Sidoarjo, melintasi Jalan Raya Buduran hingga Gedangan, dengan didampingi TNI-Polri dan tim medis untuk mengawal kebugaran fisik mereka. Key Issue ini bukan hanya sekadar perjalanan fisik, tetapi juga ujian mental dan spiritual yang menginspirasi banyak pihak.
Simbol Kebangsaan dan Agama dalam Perjalanan Thudong
Rombongan biksu Thudong yang berasal dari Thailand, Indonesia, Malaysia, dan Laos membawa makna tersendiri. Mereka memulai perjalanan pada Kamis pagi, di mana peserta melibatkan berbagai kalangan, termasuk warga Sidoarjo yang sukarela membagikan makanan dan minuman sebagai bentuk dukungan. Key Issue ini menunjukkan bagaimana toleransi beragama dapat menjadi jembatan antarbudaya. Saat berhenti di Masjid Al-Hidayah, para biksu diterima oleh pengurus dan tokoh agama lokal, menegaskan hubungan harmonis antarumat beragama.
Dalam prosesnya, para biksu Thudong juga menyempatkan diri berinteraksi dengan masyarakat setempat. Hamzah, seorang warga Gedangan, mengungkapkan antusiasme terhadap kegiatan ini: “Saya sangat senang menyaksikan rombongan yang melintasi ratusan kilometer untuk misi Key Issue perdamaian.” Kesadaran masyarakat tentang makna Key Issue ini semakin terasah melalui interaksi langsung dengan para pendeta Buddha.
Perjalanan spiritual ini juga menyoroti keberagaman Indonesia sebagai simbol kekuatan budaya dan agama. Setiap langkah kaki yang dilakukan para biksu menjadi representasi dari semangat Key Issue yang ingin menunjukkan bahwa perbedaan tidak membatasi persatuan. Dengan melintasi area yang tergabung dalam Sidoarjo dan Mojokerto, rombongan menegaskan bahwa Key Issue bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, bahkan di tengah tantangan fisik yang luar biasa.
Rombongan 50 biksu Thudong yang berasal dari berbagai negara tetap bersemangat meski menghadapi medan yang melelahkan. Mereka menekankan bahwa Key Issue ini adalah bagian dari perjalanan keluarga besar umat Buddha yang ingin membangun jembatan antarumat beragama.
Dalam rangka mengakhiri perjalanan, rombongan diperkirakan akan tiba di Borobudur setelah melewati wilayah Mojokerto. Key Issue yang menjadi fokus utama dalam perjalanan ini tidak hanya diwujudkan melalui tindakan fisik, tetapi juga melalui dialog dan pertukaran ide antarumat beragama. Aktivitas Thudong yang telah dikenal sejak abad ke-18 ini kini menjadi momentum penting untuk menegaskan keyakinan bahwa Key Issue dapat menciptakan kesadaran kolektif tentang kerukunan antaragama.
