Kalsel Optimalkan Pengembangan Wisata Berbasis Geopark Meratus
Key Issue – Kalimantan Selatan (Kalsel) tengah gencar mendorong pertumbuhan sektor pariwisata melalui pengembangan geopark Meratus yang sudah terakreditasi Unesco Global Geopark (UGG). Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menggerakkan ekonomi lokal secara inklusif dan berkelanjutan. Dengan memanfaatkan keunikan alam dan budaya daerah, Kalsel membidik peningkatan jumlah pengunjung dari dalam negeri maupun luar negeri sebagai pilar utama pembangunan wisata.
Strategic Development of Geopark Meratus in Kalsel
Pengembangan geopark Meratus tidak hanya menjadi Key Issue dalam kebijakan pariwisata Kalsel, tetapi juga strategi untuk menarik perhatian investor dan pengelolaan destinasi secara lebih terpadu. Geopark ini memiliki luas mencapai 54 geosite yang terletak di sepanjang lereng Pegunungan Meratus. Lokasi-lokasi ini berupa formasi batuan unik, gua, air terjun, dan Taman Hutan Raya Sultan Adam yang menjadi daya tarik utama bagi wisatawan. Gubernur Kalsel, Muhidin, menegaskan bahwa pengembangan geopark ini dianggap sebagai titik balik sektor pariwisata daerah.
“Kita harus menyadari bahwa Key Issue utama pembangunan pariwisata Kalsel terletak pada pengelolaan geopark Meratus secara profesional dan berkelanjutan. Ini bukan hanya tentang atraksi wisata, tetapi juga bagaimana kita membangun ekosistem yang bisa menggerakkan pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujar Muhidin dalam acara evaluasi proyek pengembangan geopark.
Dispar Kalsel berkomitmen meningkatkan sinergi pendanaan dan implementasi pengembangan geopark melalui kemitraan lintas sektor. Upaya ini mencakup kolaborasi dengan instansi pemerintah, swasta, serta masyarakat lokal. Pembenahan infrastruktur, promosi digital, serta pendidikan wisatawan tentang nilai geologis dan budaya menjadi prioritas. Dengan mendorong Key Issue ini, Kalsel berharap dapat membangun daya tarik unik yang tidak bisa dijumpai di daerah lain di Indonesia.
Diversifying Tourism Through Cultural and Natural Attractions
Geopark Meratus tidak hanya menawarkan keindahan alam, tetapi juga menjadi tempat untuk mengeksplorasi budaya lokal yang kaya. Warisan budaya seperti Rumah Adat Bubungan Tinggi khas Banjar, Pasar Terapung, serta aktivitas pendulangan intan tradisional dan tambang batubara Nassau yang merupakan peninggalan penjajahan Belanda, menjadi daya tarik tambahan. Produk unggulan lokal seperti kopi Aranio, kayu manis, kerajinan sasirangan, purun, dan aneka jajanan khas daerah memberikan nilai tambah bagi pengunjung.
“Key Issue pengembangan wisata Kalsel adalah memadukan aspek alam dan budaya untuk menciptakan pengalaman yang berkesan. Selain itu, kita harus memperkuat hubungan dengan masyarakat lokal agar mereka terlibat langsung dalam pengelolaan dan manfaat dari kekayaan wisata ini,” kata Kepala Dinas Pariwisata Kalsel, Iwan Fitriady.
Pengembangan destinasi seperti Loksado, Tahura Sultan Adam, Bukit Batu, dan Goa Batu Hapu juga menjadi bagian penting dari strategi ini. Proyek-proyek seperti ini diharapkan mampu menarik lebih banyak pengunjung, terutama dari kalangan wisatawan religi yang tertarik pada kegiatan Haul Guru Sekumpul di Martapura. Dengan memperkuat segmen wisata religi, Kalsel mengantisipasi peningkatan kunjungan dari luar negeri yang tertarik pada budaya dan sejarah lokal.
Dalam beberapa tahun terakhir, Kalsel telah melaporkan pertumbuhan signifikan kunjungan wisatawan domestik dan internasional. Capaian ini menjadi dasar optimisme dalam memperkuat sektor pariwisata. Untuk 2026, pihak Dispar Kalsel menargetkan kenaikan sekitar 5% dari jumlah kunjungan sebelumnya, yang merupakan Key Issue penting dalam rencana jangka panjang. Langkah-langkah seperti pelatihan pengelola wisata, penguatan kualitas layanan, dan promosi digital diharapkan bisa mempercepat pencapaian target tersebut.
