Skip to content
Beritabaru1
fe1b8844-d830-4785-aa70-48971fa106fc-0
  • Home
  • News
  • Sepak Bola
  • Teknologi
  • Internasional
  • Humaniora
  • Politik Dan Hukum
  • Nusantara
  • Hiburan
  • Opini
  • Travelista
  • Ekonomi
  • Megapolitan
  • Kolom Pakar
  • Jelita
  • Olahraga
  • Haji
  • Otomotif
  • Jabar
  • Piala Dunia 2026
  • Kuliner
  • Kesehatan
  • Forum Mahasiswa
  • Fashion
  • Sela
  1. Home
  2. Nusantara
  3. Kebakaran Landa Lahan Gambut Air Hitam Pekanbaru
Nusantara

Kebakaran Landa Lahan Gambut Air Hitam Pekanbaru

Mark Brown - beritabaru1.com Reporter Kamis, 09 Juli 2026 pukul 15:47 WIB 3 min read
0 Views 0 Komentar
Share:
1783585390_4931cfb3e9be001e051b
Foto : Mark Brown - beritabaru1.com

Key Issue: Kebakaran Landa Lahan Gambut di Air Hitam, Pekanbaru

Beritabaru1.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi Key Issue utama yang mengguncang wilayah Kelurahan Air Hitam, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru, Riau. Api yang melahap areal lahan gambut telah mengancam kestabilan lingkungan setempat, dengan luas area yang terbakar diprediksi mencapai sekitar satu hektare. Ferdian Krisnanto, kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Sumatra, mengungkapkan bahwa Key Issue ini masih berlangsung hingga hari kedua, memaksa tim pemadam berupaya keras untuk mengendalikan kobaran api yang merambat ke permukaan dan bawah tanah. Kebakaran yang terjadi di lahan gambut ini menimbulkan tantangan ekstra karena sifat alaminya yang kering dan mudah terbakar, sehingga membutuhkan strategi pemadaman yang lebih intensif.

Upaya Pemadaman Berlangsung Intensif untuk Mengendalikan Api

Operasi pemadaman dilakukan secara terus-menerus selama dua hari terakhir, dengan fokus pada penanganan Key Issue yang berpotensi menyebarkan api ke area lebih luas. Tim gabungan yang terlibat meliputi Manggala Agni Daops Sumatra IV/Pekanbaru, BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, TNI, serta Polri. Dalam operasi tersebut, sekitar 0,3 hektare area berhasil dipadamkan pada hari pertama, tetapi api masih membara dan belum sepenuhnya hilang hingga sore hari. Ferdian menyatakan bahwa ketahanan api di lahan gambut membuat proses pemadaman membutuhkan waktu lebih lama dan koordinasi yang lebih ketat antar instansi terkait.

“Karena kebakaran terjadi di lahan gambut dengan tipe bawah permukaan dan permukaan, proses pemadaman menjadi lebih sulit sehingga membutuhkan penanganan lanjutan,” jelas Ferdian, Kamis (9/7). Pemadaman harus dilakukan secara berkelanjutan agar tidak ada titik api yang terlewat, terutama di lapisan tanah yang dalam.

Pemadaman juga dihambat oleh kondisi alam yang tidak mendukung. Akses air cukup memadai dari kanal di sekitar lokasi, dengan lebar dua meter dan kedalaman satu meter. Namun, sifat khusus lahan gambut yang berpori dan mudah menyerap air membuat api bisa merambat dengan cepat ke dalam tanah. Kondisi cuaca yang cerah hingga berawan dengan kecepatan angin sekitar 4 kilometer per jam membuat petugas tetap menjaga kewaspadaan penuh. Key Issue ini menjadi perhatian utama bagi masyarakat sekitar karena ancaman asap yang menyebabkan gangguan kesehatan dan visibilitas.

Kebakaran Gambut: Dampak Lingkungan dan Ekonomi yang Signifikan

Kebakaran di lahan gambut Air Hitam bukan hanya Key Issue dalam konteks keamanan, tetapi juga menimbulkan dampak lingkungan yang serius. Gambut yang kaya akan karbon menjadi sumber emisi gas rumah kaca yang sangat besar jika terbakar secara besar-besaran. Dalkarhut menegaskan bahwa kebakaran ini bisa mengurangi kualitas udara secara signifikan, terutama bagi warga yang tinggal dekat area terbakar. Selain itu, lahan gambut yang terbakar mengancam keberlangsungan pertanian dan kehutanan lokal, karena memakan lahan yang berpotensi menjadi habitat bagi tanaman ber nilai ekonomi.

Key Issue ini juga menarik perhatian pemerintah daerah dan lembaga lingkungan. Dinas Lingkungan Hidup Kota Pekanbaru sedang melakukan survei untuk mengevaluasi tingkat kerusakan lahan dan kebutuhan rehabilitasi. Pihak terkait berharap bahwa upaya pemadaman yang intensif dapat meminimalkan kerugian ekonomi dan lingkungan. Dalkarhut menyatakan bahwa peatland fires membutuhkan respons yang cepat, karena api bisa menyebar dalam waktu singkat jika tidak diperhatikan.

Masyarakat setempat turut serta dalam memerangi Key Issue ini dengan membantu distribusi air dan memberi informasi mengenai titik api yang baru muncul. Ferdian menambahkan bahwa masyarakat juga berperan penting dalam memantau kebakaran dan mengambil tindakan segera jika ada tanda-tanda api membesar. Upaya kolaboratif antara petugas dan warga menjadi prinsip utama dalam penanganan kebakaran gambut yang terjadi di Air Hitam.

“Kebakaran gambut seperti ini merupakan Key Issue serius yang tidak boleh dianggap remeh. Jika tidak segera diperangi, dampaknya bisa terasa jauh lebih besar,” kata Ferdian. Selain itu, Key Issue ini juga menjadi pembelajaran penting bagi masyarakat dalam mencegah kejadian serupa di masa depan.

Pelajaran dari Key Issue yang terjadi di Air Hitam menunjukkan pentingnya kesiapan pemadaman api di area peatland. Lahan gambut yang terletak di daerah kering dan mudah terbakar membutuhkan penanganan yang spesifik, seperti penggunaan air secara efisien dan pengendalian api dari sumber yang tersembunyi. Dalkarhut menegaskan bahwa perlu ada strategi jangka panjang untuk mencegah kebakaran di lahan gambut, termasuk pengelolaan air dan penanaman tumbuhan penahan api. Dengan mengatasi Key Issue ini, Pekanbaru dapat membangun ketahanan lingkungan yang lebih baik.

Bagikan:

Berita Terkait

95898009-0213-41b4-b4fc-8611bffb5c36-0

Gunung Ili Lewotolok Kembali Erupsi, Semburkan Abu Setinggi 700 Meter

3 Agu 2026
c6fbf89f-dbb7-4688-8f4d-7c5d42202b82-0

Babi Hutan Masuk Permukiman di Gununghalu, Dua Warga Terluka Diseruduk

3 Agu 2026
298e06a8-b1b6-4b98-ae47-998fcb5479ad-0

Pemprov Sulteng Akhiri Masa Transisi Darurat Gempa Sigi, Fokus ke Pemulihan

3 Agu 2026

Komentar

Tinggalkan Komentar Batal

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Field yang wajib diisi ditandai *

Dengan mengirim komentar, Anda menyetujui kebijakan komentar kami.

Terpopuler

Berita Terbaru

1785938108_30afbaf0c413e5e80ccc

Indef : Tingkat Pengangguran Terbuka Menurun Belum Tunjukkan Pasar Kerja yang Makin Sehat

28 thetic yang lalu
1785938626_1c04a77b0955634707fc

Rehat 48 Jam Piala Presiden 2026, Panitia: Kami Paham Kondisi Fisik Para Pemain!

1 menit yang lalu
1785938462_6caae4c57b53891c198e

Pengamat Minta Masyarakat Jangan Terpancing Konten Demo Agustus

1 menit yang lalu
1785938750_1f6d0ac7f79022978937

Industri Taman Rekreasi Gerakkan Pertumbuhan Pariwisata

2 menit yang lalu
1785938661_e83bd536096d6601b7d1

Perluas Ekosistem dan Layanan Kesehatan untuk Masyarakat

2 menit yang lalu

Kategori

  • Ekonomi (471)
  • Fashion (5)
  • Forum Mahasiswa (2)
  • Haji (28)
  • Hiburan (272)
  • Humaniora (832)
  • Internasional (434)
  • Jabar (82)
  • Jelita (19)
  • Kesehatan (7)
  • Kolom Pakar (5)
  • Kuliner (20)
  • Megapolitan (169)
  • Nusantara (582)
  • Olahraga (195)
  • Opini (73)
  • Otomotif (31)
  • Piala Dunia 2026 (264)
  • Politik Dan Hukum (254)
  • Sela (1)
  • Sepak Bola (490)
  • Teknologi (241)
  • Travelista (41)
  • Uncategorized (1)

About Us

Beritabaru1 menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.

Trending Post

  • Hello world!
  • Indef : Tingkat Pengangguran Terbuka Menurun Belum Tunjukkan Pasar Kerja yang Makin Sehat
  • Preview Ligue 1 Rennes vs Paris FC, Ambisi Tuan Rumah di Roazhon Park
  • Misi Psyche NASA Abadikan Foto Langka Mars Berbentuk Bulan Sabit
  • Preview Ligue 1 PSG vs Brest, Misi Wajib Menang untuk Les Parisiens

Quick Links

  • Ekonomi
  • Fashion
  • Forum Mahasiswa
  • Haji
  • Hiburan
  • Humaniora
  • Internasional
  • Jabar
  • Jelita
  • Kesehatan

Contact Us

Ready to get started? Contact us today!

  • Contact Us

Copyright © 2026 beritabaru1.com. All rights reserved.