Dua Menteri Tinjau Sekolah Rakyat di Kendari
Key Strategy – Pemerintah pusat menunjukkan komitmen kuat dalam menekan angka kemiskinan melalui kunjungan kerja Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago serta Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian ke Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, pada Sabtu (30/5/2026). Misi utama dari inspeksi ini adalah memastikan Program Sekolah Rakyat dan Koperasi Merah Putih berjalan optimal sebagai bagian dari strategi nasional penanggulangan kemiskinan. Rombongan meninjau langsung beberapa fasilitas pendidikan yang diperuntukkan bagi siswa dari keluarga kurang mampu di wilayah tersebut.
Program Sekolah Rakyat sebagai Sarana Kebijakan Utama
Kunjungan ini menegaskan bahwa Key Strategy pemerintah menitikberatkan pada pengembangan pendidikan sebagai alat peningkatan kesejahteraan masyarakat. Program Sekolah Rakyat, yang sejak lama menjadi salah satu inisiatif utama dalam pembangunan inklusif, dirancang untuk memastikan anak-anak dari keluarga ekonomi lemah memiliki akses yang sama pada layanan pendidikan berkualitas. Menko Polkam Djamari Chaniago menekankan bahwa Key Strategy ini menjadi prioritas dalam mendorong perubahan sosial yang berkelanjutan.
“Sekolah Rakyat merupakan bagian dari Key Strategy pemerintah untuk mengentaskan kemiskinan secara bersinergi dengan kebijakan lainnya. Program ini tidak hanya memberikan pendidikan tetapi juga membuka peluang bekerja bagi anak-anak dari latar belakang ekonomi lemah,” ujar Djamari Chaniago saat meninjau SRMP 25 di Sentra Meohai.
Mendagri Muhammad Tito Karnavian juga menyampaikan bahwa Key Strategy pendidikan ini perlu didukung oleh kerja sama yang solid antara pemerintah pusat dan daerah. Ia menyoroti peran sekolah sebagai penjembatam antara ketersediaan sumber daya dan kebutuhan masyarakat. “Key Strategy ini harus dijalankan dengan konsisten, karena pendidikan merupakan kunci utama dalam membangun ekonomi keluarga,” tambah Tito sambil meninjau fasilitas belajar yang tersedia.
Koperasi Merah Putih: Kolaborasi Ekonomi dalam Key Strategy
Di samping pendidikan, Key Strategy pemerintah juga mencakup pengembangan usaha produktif melalui Koperasi Merah Putih. Koperasi ini berperan penting dalam memperkuat ekonomi warga di tingkat lokal, khususnya mereka yang tergolong miskin. Rombongan meninjau beberapa inisiatif koperasi tersebut, seperti program pengembangan usaha kecil dan pelatihan keterampilan berbasis komunitas.
Menko Polkam menyatakan bahwa Key Strategy yang menggabungkan pendidikan dan ekonomi akan memberikan dampak lebih besar dalam menekan kemiskinan. Ia menegaskan bahwa program koperasi ini bertujuan menciptakan lapangan kerja yang berkelanjutan, sehingga masyarakat tidak hanya terima bantuan tetapi juga memiliki kemampuan untuk mandiri secara ekonomi. “Koperasi Merah Putih menjadi contoh nyata bagaimana Key Strategy ini dapat menciptakan kemandirian,” kata Djamari.
Setelah meninjau SRMP 25, rombongan bergerak ke Kelurahan Baruga untuk melihat aktivitas Koperasi Merah Putih. Di sana, diperlihatkan berbagai bentuk kegiatan ekonomi produktif yang melibatkan warga sekitar. Mendagri menegaskan bahwa Key Strategy ini perlu terus dioptimalkan, termasuk dengan memberikan bantuan tambahan untuk meningkatkan kualitas usaha yang dijalankan oleh masyarakat.
Peran Gubernur dalam Key Strategy
Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, juga turut serta dalam kunjungan ini dan menunjukkan dukungan nyata terhadap Program Sekolah Rakyat dan Koperasi Merah Putih. Ia memberikan bantuan sembako kepada orang tua siswa, sebagai bentuk perhatian terhadap kesejahteraan keluarga miskin. “Key Strategy yang digagas pemerintah pusat sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat Sultra. Kami akan terus memperkuat sinergi dalam mewujudkan program ini,” ujar Andi.
Kunjungan ini tidak hanya menjadi pengawasan langsung tetapi juga sebagai ajang koordinasi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat. Menko Polkam menyoroti bahwa Key Strategy pendidikan dan ekonomi ini perlu terus diperluas ke daerah-daerah lain yang membutuhkan. “Kami berharap program ini bisa menjadi contoh sukses dalam pengentasan kemiskinan,” tambah Djamari.
Dalam keseluruhan rangkaian kegiatan, pihak pemerintah menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mewujudkan Key Strategy yang efektif. Pendidikan dan ekonomi menjadi dua pilar utama yang saling mendukung, karena keduanya memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat. Kunjungan ke Kendari menjadi bukti komitmen pemerintah dalam menjalankan strategi ini secara konsisten.
