Bank Indonesia Dorong Perluasan Akses Pasar UMKM di DIY
Latest Program: Inisiatif untuk Meningkatkan Daya Saing dan Pembiayaan Usaha Mikro
Latest Program – Bank Indonesia (BI) kembali menghadirkan inisiatif strategis melalui acara Grebeg UMKM X DJAMUAN Istimewa 2026 di Jogja City Mall, Sleman, pada Jumat (5/6) sore. Acara ini bertujuan memperkuat ekosistem usaha mikro dan kecil menengah (UMKM) serta meningkatkan akses pasar dan daya saing perusahaan kecil di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Dengan fokus pada digitalisasi sistem pembayaran, program ini menghadirkan solusi inovatif untuk mendukung pertumbuhan sektor usaha yang menjadi tulang punggung perekonomian lokal.
Dalam kesempatan tersebut, Deputi Gubernur BI, Ricky P. Gozali, mengatakan bahwa program ini merupakan bagian dari upaya BI selama sepuluh tahun terakhir untuk memperluas akses pasar UMKM. “Kami terus berupaya mendorong kualitas dan standarisasi usaha mikro, sekaligus mengembangkan koneksi dengan ekosistem digital dan sistem pembiayaan formal,” jelasnya. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan mempromosikan UMKM dalam bidang pariwisata dan ekonomi kreatif, yang merupakan sektor andalan DIY.
“Peningkatan daya saing UMKM tidak hanya tergantung pada perluasan pasar, tetapi juga pada penguatan kapasitas digital mereka. Melalui program terbaru ini, kita berharap mampu mempercepat transisi ke dunia digital dan memberikan akses yang lebih mudah bagi UMKM untuk menjangkau konsumen lokal maupun nasional,” ujar Ricky P. Gozali.
Dalam konteks digitalisasi, data menunjukkan pertumbuhan signifikan penggunaan QRIS di DIY. Hingga April 2026, jumlah pengguna QRIS mencapai lebih dari 1,08 juta orang, dengan 1,11 juta merchant yang terdaftar. Transaksi QRIS juga mencatat pertumbuhan mencapai 198 juta kali, atau naik 62,19% dibanding tahun sebelumnya. Angka ini membuktikan bahwa adopsi teknologi pembayaran digital semakin mendekati tingkat keberhasilan yang diharapkan, terutama dalam meningkatkan efisiensi transaksi dan memperluas jaringan distribusi UMKM.
Acara Grebeg UMKM X DJAMUAN Istimewa 2026 tidak hanya menjadi ajang pameran produk, tetapi juga menyediakan ruang untuk pelatihan dan edukasi. Berbagai kegiatan seperti Talkshow pengembangan UMKM, pelatihan keterampilan batik milenial, lomba kreativitas, serta sosialisasi kebijakan QRIS dihadirkan untuk memperkaya kemampuan pengusaha. Ricky P. Gozali menegaskan bahwa acara ini adalah bentuk implementasi dari tema Nyawiji, yang mendorong UMKM untuk menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi secara inklusif dan berkelanjutan.
Kegiatan ini juga melibatkan kolaborasi dengan berbagai sektor, termasuk pemerintah daerah dan mitra ekosistem digital. Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X, menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi DIY pada triwulan pertama 2026 mencapai 5,84% (yoy), menempatkan daerah tersebut sebagai provinsi dengan pertumbuhan tertinggi ketiga di Pulau Jawa. “Capaian ini menunjukkan daya tahan ekonomi DIY yang meningkat, dan program seperti Grebeg UMKM menjadi salah satu faktor penting dalam mengakselerasi pertumbuhan tersebut,” tuturnya.
Dengan mengusung konsep “Nyawiji: UMKM Mukti, Ekonomi Mumpuni,” acara ini memperkuat komitmen BI untuk membangun ekosistem UMKM yang lebih solid. Selain meningkatkan akses pasar, BI juga memberikan bantuan dalam peningkatan pembiayaan formal, serta penguatan kapasitas pengusaha melalui pelatihan dan sertifikasi. Kegiatan seperti ini tidak hanya memberikan nilai tambah bagi UMKM, tetapi juga membuka peluang kerja sama lintas sektor untuk menciptakan keterhubungan yang lebih luas dan berkelanjutan.
