Khofifah Hadiri Acara Pembukaan Fasilitas Terapi di Sidoarjo untuk Dukung Anak Disabilitas
Unit Pelaksana Teknis PSAB Sidoarjo Jadi Pusat Pelayanan Baru
Latest Program – Pada Selasa (19/5/2026), Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri acara pembukaan fasilitas “Omah Terapi-ku” di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perlindungan dan Pelayanan Sosial Asuhan Balita (PSAB) Sidoarjo. Layanan yang diresmikan ini khusus ditujukan bagi balita berkebutuhan khusus dan anak penyandang disabilitas dari keluarga yang ekonominya kurang memadai.
Dalam pidatonya, Khofifah menggarisbawahi peran penting kesadaran bakti dan tanggung jawab dalam menjalani tugas pemerintahan. Ia mengajak seluruh pejabat dan masyarakat untuk memanfaatkan posisi masing-masing sebagai alat pemberdayaan bagi kelompok rentan. Selain itu, mantan menteri tersebut menyampaikan refleksi mengenai perjalanan hidupnya, termasuk masa kecil yang penuh tantangan.
Dulu, ketika saya masih duduk di kelas 2 hingga 4 SD, saya bekerja menjual es lilin. Semua pengalaman yang pernah saya lalui adalah jalur hidup yang telah direncanakan-Nya, “kata Khofifah, memberikan semangat kepada peserta acara bahwa latar belakang sederhana bukan hambatan untuk berkontribusi bagi bangsa, sekaligus saat menjabat gubernur.
Kepala Dinas Sosial Jawa Timur, Restu Novi Widiani, menjelaskan bahwa fasilitas ini merupakan langkah nyata dalam meningkatkan kualitas layanan publik. Sebelumnya, terapi di tempat tersebut hanya tersedia sekali seminggu, namun kini bisa diakses setiap hari. “Diketahui, saat ini terdapat 24 balita di UPT PSAB yang membutuhkan layanan terapi rutin. Selain itu, sekitar 20 warga umum sudah mendaftar untuk memanfaatkan fasilitas ini,” papar Restu.
Program “Omah Terapi-ku” terwujud berkat kolaborasi berbagai pihak. Renovasi pusat tersebut didukung sumbangan Rp250 juta dari PT PLN. Sementara, tenaga medisnya bergantung pada bantuan dari Poliklinik Kesehatan Kementerian Kesehatan Surakarta. Pemerintah provinsi berencana menyalurkan model ini ke tujuh lokasi strategis di Jawa Timur untuk memperluas akses bagi anak penyandang disabilitas dari keluarga prasejahtera.
