Menjaga Pantai Terong di NTT dengan Semangat Lintas Iman
Beritabaru1.com – Di pesisir Desa Terong, Nusa Tenggara Timur, perbedaan keyakinan berpadu dalam tujuan bersama. Pemuda dari berbagai latar belakang agama, anggota TNI, serta warga setempat turut serta dalam mengambil langkah konkret untuk membersihkan sampah plastik dan menanam pohon mangrove. Aksi ini menjadi representasi nyata bagaimana semangat toleransi dan kepedulian lingkungan bisa saling mendukung dalam upaya menjaga ekosistem pesisir. Program terbaru ini menggabungkan kerja sama lintas iman untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan, menunjukkan bahwa isu abrasi pantai adalah tanggung jawab bersama, tidak terbatas pada latar belakang keyakinan.
Program Terbaru untuk Pelestarian Lingkungan
Kegiatan gotong royong yang diinisiasi oleh Babinsa Koramil 1612-05/Satar Mese Barat, Kabupaten Manggarai, berlangsung pada Senin (29/6). Berbagai elemen masyarakat, termasuk pemuda gereja, remaja masjid, dan warga bekerja sama dalam upaya menyelamatkan lingkungan. Program ini menekankan pentingnya kolaborasi lintas iman untuk menangkal ancaman erosi dan meningkatkan kesadaran lingkungan. Dengan menanam pohon mangrove, peserta program berharap mampu memperkuat penghalang alami terhadap gelombang dan mengurangi dampak abrasi yang telah lama mengancam kawasan pesisir.
Babinsa Koramil 1612-05/Satar Sese, Serda A. Hafiz, menjelaskan bahwa penanaman mangrove menjadi strategi utama dalam mengatasi masalah abrasi. “Kawasan ini memiliki potensi besar, tapi rentan erosi jika tidak dijaga. Hari ini kita tidak hanya menanam pohon, tapi juga menanam harapan untuk generasi mendatang,” katanya dalam keterangan, Selasa (30/6/2026). Ia menegaskan bahwa program terbaru ini tidak hanya fokus pada pembersihan sampah, tetapi juga pada pendidikan lingkungan yang berkelanjutan, sehingga warga setempat dapat terlibat aktif dalam menjaga kelestarian alam.
Peran Masyarakat dalam Mengampanyekan Kesadaran Lingkungan
Keikutsertaan berbagai kelompok masyarakat memberikan optimisme baru bagi warga lokal. Bukan hanya TNI yang berperan, tetapi juga organisasi kemasyarakatan dan lembaga keagamaan turut serta dalam program ini. Mereka membagikan pengetahuan tentang manfaat pohon mangrove, seperti mengurangi polusi air, menyerap karbon, dan menjadi habitat bagi biota laut. Selain itu, warga juga diberi pelatihan mengenai cara memilah sampah dan mengelola limbah secara ramah lingkungan. Aksi ini menunjukkan bahwa Latest Program tidak hanya menjadi kegiatan sekali jalan, tetapi juga mendorong perubahan kebiasaan sehari-hari.
“Kami sangat berterima kasih kepada Pak Babinsa yang memicu kegiatan ini. Selama ini kami takut abrasi terus merusak wilayah pemukiman. Melihat kekompakan tentara, pemuda gereja, remaja masjid, dan warga bekerja sama membuat kami yakin kampung ini bisa dijaga,” ujar Yosep (42), warga pesisir. Ia menambahkan bahwa komunitas lokal sekarang lebih sadar tentang pentingnya menjaga lingkungan, terutama setelah melihat contoh nyata dari program terbaru ini.
Aksi yang berlangsung sejak pagi hingga siang berhasil membersihkan area pantai sepanjang puluhan meter serta menambah ratusan bibit mangrove. Hasil ini diharapkan menjadi contoh untuk daerah lain di NTT dalam menjaga kelestarian lingkungan dengan pendekatan kolaboratif. Program terbaru ini juga menarik perhatian media lokal dan nasional, yang berharap bisa menyebar ke wilayah lain sebagai upaya penanganan abrasi pantai secara komprehensif. Dengan Latest Program, harapan ada untuk membangun kekuatan masyarakat yang berdaya saing dalam menghadapi tantangan lingkungan.
Komunitas Desa Terong menunjukkan bahwa kolaborasi lintas iman bisa menjadi penggerak utama dalam program lingkungan. Warga setempat, yang sebelumnya lebih fokus pada kebutuhan ekonomi, kini mulai memahami bahwa perlindungan pantai adalah investasi untuk masa depan. Dukungan dari TNI sebagai mitra kerja juga memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap upaya-upaya pemerintah daerah dalam melindungi kekayaan alam. Program terbaru ini bukan hanya sekadar aksi pembersihan, tetapi juga sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kesadaran lingkungan yang berbasis kebersamaan.
