Nusantara

Legislator Minta Pemerintah Percepat Penyaluran Bantuan ke Wilayah Terisolasi Gempa NTT

1786797586_7978d423ebd5674ed684
Foto : Matthew Martin - beritabaru1.com
Daftar Isi
  1. Legislator Minta Pemerintah Percepat Penyaluran Bantuan Gempa NTT
  2. Related Reading

Legislator Minta Pemerintah Percepat Penyaluran Bantuan Gempa NTT

Beritabaru1.com – Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Selly Andriany Gantina, menyerukan pemerintah untuk bertindak segera dalam menangani konsekuensi bencana gempa berkekuatan 7,7 skala Richter yang melanda Provinsi Nusa Tenggara Timur pada hari Sabtu tanggal 15 Agustus. Ia menekankan bahwa keselamatan nyawa warga harus menjadi fokus utama, bersamaan dengan percepatan pembukaan akses transportasi guna memperlancar distribusi bantuan logistik ke wilayah-wilayah yang terisolasi.

Menurut Selly Gantina, instansi seperti BNPB, Polri, dan TNI perlu segera melakukan penyisiran menyeluruh ke wilayah terdampak. Upaya pembukaan jalur komunikasi dan transportasi menjadi krusial agar bantuan dapat masuk ke daerah-daerah yang terisolasi. Media Indonesia melaporkan bahwa kondisi infrastruktur di beberapa wilayah NTT masih mengalami kerusakan parah, sehingga menghambat proses distribusi bantuan.

Pemerintah melalui BNPB, Polri, hingga TNI harus segera melakukan penyisiran ke daerah yang terdampak. Lakukan upaya pembukaan jalur agar akses bantuan dan logistik bisa masuk.

Selain menyampaikan rasa duka mendalam, legislator ini juga menyoroti laporan mengenai 38 korban jiwa yang telah meninggal dunia. Ia meminta langkah kemanusiaan dilakukan secara intensif dengan memeriksa puing-puing reruntuhan untuk memastikan tidak ada korban tambahan yang tertimbun. Legislatur ini juga menekankan pentingnya koordinasi antar lembaga untuk menghindari duplikasi bantuan di lapangan.

Apresiasi dan Evaluasi Gerak Cepat Pemerintah

Legislator yang mewakili Dapil Jabar VIII Cirebon-Indramayu tersebut memberikan apresiasi atas respons cepat dari pemerintah pusat dan daerah, termasuk Kementerian/Lembaga, BNPB, Basarnas, TNI, dan Polri. Ia menilai bahwa kecepatan respons ini sangat menentukan keberhasilan evakuasi dan penyampaian informasi kepada warga yang masih mengalami trauma. Artikel lengkap dapat diakses melalui tautan resmi Media Indonesia.

Sebagai Plt Bupati Cirebon, Selly juga menekankan pentingnya pendataan yang cepat, akurat, dan menyeluruh terhadap korban serta masyarakat terdampak. Pendataan ini harus berjalan bersamaan dengan pemenuhan kebutuhan dasar di lokasi pengungsian. Ia menambahkan bahwa sistem pendataan digital dapat mempercepat proses identifikasi dan verifikasi bantuan yang diberikan.

Saya juga meminta agar pendataan korban dan masyarakat terdampak dilakukan dengan cepat, akurat, dan menyeluruh, bersamaan dengan pemenuhan kebutuhan di pengungsian.

Perlindungan Kelompok Rentan dan Anak-Anak

Legislator dari Megawati Institut yang juga menjabat sebagai Bendahara tersebut meminta ketersediaan bantuan logistik sejak awal, termasuk makanan, air bersih, obat-obatan, layanan kesehatan, tenaga medis, serta kebutuhan pendidikan anak-anak sekolah. Ia menegaskan bahwa anak-anak tidak boleh kehilangan rasa aman dan kesempatan belajar akibat bencana. Kelompok rentan lainnya seperti lansia, perempuan, dan penyandang disabilitas juga memerlukan perhatian khusus dari pemerintah.

Anak-anak jangan sampai kehilangan rasa aman dan kesempatan untuk belajar hanya karena mereka menjadi korban bencana. Begitu pula lansia, perempuan, penyandang disabilitas, dan kelompok rentan lainnya harus mendapat perhatian khusus.

Dukungan Psikososial dan Evakuasi Wisatawan

Selly mendorong Kementerian Sosial melalui program Kampung Siaga Bencana (KSB) untuk memperkuat dukungan psikososial dan pendampingan masyarakat, terutama di wilayah dengan akses terputus. Penanganan bencana menurutnya tidak cukup hanya dengan evakuasi fisik, tetapi juga harus memastikan pemulihan mental masyarakat. Program KSB telah terbukti efektif dalam banyak kasus bencana sebelumnya di Indonesia.

KemenPPPA diminta memastikan perlindungan khusus bagi perempuan dan anak-anak, termasuk trauma healing, pendampingan psikologis, serta penyediaan ruang aman di pengungsian untuk mencegah trauma berkepanjangan dan kerentanan baru terhadap kekerasan. Langkah-langkah ini penting untuk memastikan pemulihan holistik bagi para korban bencana.

KemenPPPA juga harus memastikan perempuan dan anak mendapat perlindungan khusus, termasuk trauma healing, pendampingan psikologis, serta ruang aman di pengungsian. Jangan sampai bencana menimbulkan trauma berkepanjangan maupun kerentanan baru terhadap kekerasan.

Ketua Bidang Kesejahteraan Sosial Bamusi ini juga meminta BNPB memberikan perhatian khusus pada proses evakuasi dan pendataan wisatawan yang berada di kawasan destinasi wisata NTT, khususnya di area Labuan Bajo dan sekitarnya. Dengan sikap gotong royong yang dilakukan semua pihak, Selly berharap penanganan bencana dapat dilakukan secara maksimal. Yang terpenting, tidak ada masyarakat yang berada di tempat terpencil atau wilayah dengan akses terputus yang merasa ditinggalkan.

FAQ: Pertanyaan Umum tentang Bantuan Gempa NTT

Bagaimana cara melaporkan korban yang tertimbun puing? Laporkan melalui hotline BNPB atau hubungi tim SAR terdekat. Pastikan memberikan koordinat lokasi yang akurat untuk memudahkan proses evakuasi.

Apa saja bantuan yang tersedia untuk korban gempa? Bantuan mencakup makanan, air bersih, obat-obatan, tempat tinggal sementara, dan layanan kesehatan. Semua bantuan didistribusikan melalui koordinasi BNPB dan pemerintah daerah.

Bagaimana proses pendataan korban bencana? Pendataan dilakukan secara digital dan manual oleh tim gabungan BNPB, TNI, dan Polri. Data dikumpulkan dari lokasi pengungsian dan rumah sakit.

Apakah ada program dukungan psikologis untuk anak-anak? Ya, KemenPPPA menyediakan program trauma healing dan pendampingan psikologis khusus untuk anak-anak korban bencana di berbagai lokasi pengungsian.

Bagaimana cara membantu evakuasi wisatawan di NTT? Turis dapat menghubungi Basarnas atau kantor pariwisata setempat. Evakuasi prioritas diberikan kepada wisatawan yang berada di zona merah bencana.

Yang terpenting, jangan sampai ada masyarakat yang berada di tempat terpencil atau wilayah yang aksesnya terputus merasa ditinggalkan.

Leave a Comment