Skip to content
Beritabaru1
fe1b8844-d830-4785-aa70-48971fa106fc-0
  • Home
  • News
  • Sepak Bola
  • Teknologi
  • Internasional
  • Humaniora
  • Politik Dan Hukum
  • Nusantara
  • Hiburan
  • Opini
  • Travelista
  • Ekonomi
  • Megapolitan
  • Kolom Pakar
  • Jelita
  • Olahraga
  • Haji
  • Otomotif
  • Jabar
  • Piala Dunia 2026
  • Kuliner
  • Kesehatan
  • Forum Mahasiswa
  • Fashion
  • Sela
  1. Home
  2. Nusantara
  3. Lima Siswa SMP di Makassar Terpapar Radikalisme lewat Gim Daring
Nusantara

Lima Siswa SMP di Makassar Terpapar Radikalisme lewat Gim Daring

Mark Brown Reporter Jumat, 15 Mei 2026 pukul 17:39 WIB 3 min read
0 Views 0 Komentar
Share:
1778839227_7433b1be722f37bcf903

Table of Contents

Toggle
  • Lima Siswa SMP di Makassar Terpapar Radikalisme lewat Gim Daring
    • Proses Terpapar Radikalisme
    • Koordinasi Tim Pemantauan

Lima Siswa SMP di Makassar Terpapar Radikalisme lewat Gim Daring

Lima Siswa SMP di Makassar Terpapar – Kota Makassar, Sulawesi Selatan, kembali menjadi sorotan setelah lima siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di sana terbukti terpapar ide-ide radikal melalui permainan daring. Peristiwa ini menunjukkan bagaimana pengaruh digital bisa mencapai kalangan remaja yang sebelumnya dianggap cukup jauh dari risiko terorisme. Lima siswa ini tergabung dalam jaringan yang menyebarkan pemahaman ekstrem, yang terungkap setelah investigasi oleh tim khusus dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Makassar dan Densus 88. Kini, mereka menjadi contoh nyata tentang bagaimana teknologi bisa menjadi pintu masuk radikalisme.

Proses Terpapar Radikalisme

Kelima siswa tersebut, yang berusia sekitar 14 tahun, memasuki jaringan radikal melalui tautan yang tersemat dalam konten permainan daring. Awalnya, mereka terkesan oleh tema-tema politik dan agama yang dianggap menarik, sehingga terdorong untuk mengikuti grup diskusi yang dianggap “alami” dan tidak mencurigakan. Tidak hanya melalui gim, para siswa juga terpapar melalui media sosial, seperti YouTube dan Facebook, yang menjadi alat propaganda untuk membangun pemahaman radikal secara bertahap.

Dalam satu permainan daring, siswa-siswa ini dilibatkan dalam simulasi politik yang dihiasi narasi nasionalis ekstrem. Permainan tersebut dirancang dengan tampilan menarik dan sesi interaktif yang mendorong partisipasi aktif. Selain itu, mereka juga terlibat dalam diskusi online yang berlangsung di grup WA, di mana materi radikal disampaikan dalam bentuk cerita, video, atau gambar yang terkesan mendalam. Proses ini tidak terdeteksi secara cepat karena para remaja tidak menyadari bahwa mereka sedang diarahkan ke arah pemikiran radikal.

Koordinasi Tim Pemantauan

Koordinasi antara DP3A dan Densus 88 menemukan bahwa anak-anak ini terpapar radikalisme hampir setahun sebelumnya. Kebiasaan mereka bermain gim daring dan terlibat dalam grup WA menjadi titik temu antara kemampuan teknologi dan ide-ide yang menyimpang. Tim khusus mengungkap bahwa siswa-siswa ini tidak hanya terpengaruh oleh konten, tetapi juga berperan aktif dalam menyebarkan pemahaman radikal ke teman-teman sebaya. Awalnya, mereka tidak menyadari bahwa aktivitas digital mereka bisa menjadi sarana penyebaran ide-ide ekstrem.

Ita Isdiana Anwar, Kepala DP3A Kota Makassar, menambahkan bahwa keluarga mereka pun tidak mengira anak-anaknya terlibat dalam jaringan radikal. “Saya pernah melihat seorang siswa SMP yang sering bermain gim daring dan tidak pernah curiga bahwa ia sedang berada dalam jaringan terorisme,” ujar Ita, Jumat (15/5). Dengan situasi ini, orangtua diingatkan untuk lebih awas dalam mengawasi waktu anak-anak di dunia maya, terutama saat bermain game atau mengakses konten yang bisa memicu perubahan pola pikir.

Sebagai respons, DP3A dan Densus 88 memberikan intervensi dengan berbagai metode. Salah satu upaya yang dilakukan adalah konseling pemulihan dan pelatihan berpikir kritis bagi lima siswa tersebut. Mereka juga diberi penjelasan tentang bagaimana radikalisme bisa menyebar melalui platform digital. Selain itu, tim memastikan bahwa orangtua juga diberi pemahaman untuk ikut serta dalam pendidikan radikalisme. “Lima Siswa SMP di Makassar ini harus diberi pemahaman bahwa permainan daring bisa menjadi pintu masuk radikalisme jika tidak diawasi,” tambah Ita.

Dalam beberapa minggu terakhir, lima siswa tersebut telah memperlihatkan perubahan sikap. Mereka mulai memahami bahwa konten yang mereka ikuti tidak sepenuhnya netral dan mulai menghindari grup WA yang berisi materi radikal. Tim pendidikan juga membantu mereka mengembangkan keterampilan analisis konten, sehingga mampu membedakan antara informasi yang bermanfaat dan yang bisa memengaruhi pemikiran. Meski demikian, proses pemulihan membutuhkan waktu dan keberlanjutan dari dukungan keluarga serta lingkungan sekitar.

Sebagai upaya pencegahan, DP3A Kota Makassar tengah mengadakan edukasi ke berbagai kecamatan dan sekolah. Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kesadaran orangtua dan guru tentang bahaya radikalisme di dunia maya. “Lima Siswa SMP di Makassar ini adalah contoh bagus bahwa radikalisme bisa menyebar ke kalangan muda,” pesan Ita. Dengan kesadaran yang lebih tinggi, diharapkan keluarga bisa berperan aktif dalam melindungi anak-anaknya dari pengaruh negatif digital. Edukasi ini juga mencakup pembahasan tentang cara memilih konten yang aman dan bagaimana memantau aktivitas anak dalam permainan daring.

Bagikan:

Berita Terkait

f886f492-fcac-42b7-8867-6c63b96ca0be-0

LPSK Beri Perlindungan Darurat Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung

26 Jun 2026
1534f32a-da2b-4c50-b6ad-ca1282d0cb5d-0

Key Strategy: Wali Kota Dorong UMKM Manfaatkan Pembiayaan Aman dan Legal

26 Jun 2026
ccfd4ec2-a145-4c7d-9b0c-14b807a7071f-0

Tanah Kas Daerah Jadi Kos Elite – Sekdes Damarsi Diperiksa 7 Jam

25 Jun 2026

Komentar

Tinggalkan Komentar Batal

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Field yang wajib diisi ditandai *

Dengan mengirim komentar, Anda menyetujui kebijakan komentar kami.

Terpopuler

Berita Terbaru

1782510039_d402f84363d336b912cf

Special Plan: Harga Biosolar B50 Harus Kompetitif untuk Tarik Minat Masyarakat

5 jam yang lalu
0b2edacb-c104-424a-8fb3-dc9eda9a848c-0

New Policy: Presiden Prabowo Didesak segera Terbitkan Perpres RAN HAM

5 jam yang lalu
1782510706_6702119ca7efdf53ac61

Key Issue: Klasemen Grup I Piala Dunia 2026: Prancis Sempurna, Senegal Pesta Gol

5 jam yang lalu
1782511360_747e74ee74aeda024e85

Topics Covered: Korban Jiwa Gempa Venezuela Bertambah Jadi 589 Orang, Ribuan Terluka

5 jam yang lalu
1782511855_c89e55d703da44da063a

Sindikat Judi Daring Hayam Wuruk Gunakan Kedok Perusahaan Teknologi

5 jam yang lalu

Kategori

  • Ekonomi (346)
  • Fashion (3)
  • Forum Mahasiswa (1)
  • Haji (28)
  • Hiburan (208)
  • Humaniora (655)
  • Internasional (333)
  • Jabar (58)
  • Jelita (19)
  • Kesehatan (5)
  • Kolom Pakar (3)
  • Kuliner (16)
  • Megapolitan (118)
  • Nusantara (434)
  • Olahraga (135)
  • Opini (52)
  • Otomotif (20)
  • Piala Dunia 2026 (181)
  • Politik Dan Hukum (169)
  • Sela (1)
  • Sepak Bola (427)
  • Teknologi (185)
  • Travelista (31)
  • Uncategorized (1)

About Us

Beritabaru1 menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.

Trending Post

  • Hello world!
  • New Policy: Presiden Prabowo Didesak segera Terbitkan Perpres RAN HAM
  • Key Discussion: Preview Ligue 1 Rennes vs Paris FC, Ambisi Tuan Rumah di Roazhon Park
  • Bawa Kabur Motor Teman – Perempuan di Kukar Ditangkap Polisi
  • Main Agenda: Pengamat Soroti Peran Strategis Indonesia di Tengah Dinamika ASEAN

Quick Links

  • Ekonomi
  • Fashion
  • Forum Mahasiswa
  • Haji
  • Hiburan
  • Humaniora
  • Internasional
  • Jabar
  • Jelita
  • Kesehatan

Contact Us

Ready to get started? Contact us today!

  • Contact Us

Copyright © 2026 beritabaru1.com. All rights reserved.