Truk Tangki BBM Elnusa Petrofin Diduga Rem Blong di Balikpapan, Satu Tewas
Beritabaru1.com – Kecelakaan parah terjadi di Jalan Projakal, Kelurahan Batu Ampar, Kecamatan Balikpapan Utara, pada pagi hari Kamis (2/7/2026). Truk tangki bahan bakar minyak (BBM) milik PT Elnusa Petrofin melaju di jalur menurun dan diduga kehilangan kendali akibat kegagalan sistem pengereman. Peristiwa ini menyebabkan satu korban tewas dan satu korban lainnya menderita luka serius, menimbulkan kekhawatiran terhadap keselamatan transportasi di kota pelabuhan tersebut.
Pengemudi Truk Tangki BBM Elnusa Petrofin Diduga Kesalahan Operasi
Kecelakaan tersebut terjadi sekitar pukul 09.30 WITA ketika truk bergerak dari Hotel Platinum menuju Pelabuhan Ferry Kariangau. Kendaraan berat dengan plat nomor KB 8845 SG ini melintas di jalur yang menurun, yang diperkirakan memperburuk kondisi saat pengemudi kehilangan keseimbangan. Pihak kepolisian menyatakan bahwa kecelakaan awalnya dimulai saat truk melintasi jalan yang curam, sehingga kemudi tidak terkontrol dan mengakibatkan tabrakan mematikan.
Pengemudi truk, yang masih dalam pemeriksaan, diduga kurang waspada atau mengalami kelelahan saat mengoperasikan kendaraan. Penyidik dari Polresta Balikpapan sedang menyelidiki kondisi truk serta sejarah kecelakaan serupa sebelumnya. “Kita masih menunggu hasil pemeriksaan teknis dari pihak terkait untuk memastikan apakah kecelakaan ini berkaitan dengan kesalahan operasi atau faktor eksternal,” tambah Kasat Lantas Polresta Balikpapan, Kompol Muhammad Dahlan Jauhari, dalam meeting results yang dilakukan pada hari yang sama.
Peristiwa Kecelakaan dan Korban
Dalam kondisi darurat, truk tangki melaju tanpa pengemudi yang bisa mengontrol arahnya. Upaya menghindari kendaraan lain gagal, sehingga truk menabrak tiang lampu jalan umum (PJU) dan pohon di sisi kiri jalan. Tabrakan ini mengakibatkan tiga sepeda motor yang melintas dari arah berlawanan terkena dampak langsung. Korban meninggal, M. Pairin (66), warga Jalan Prapatan, Balikpapan, mengalami cedera fatal di kepala, sementara Adi Hamdani (35), warga Sungai Pinang, Samarinda, mengalami luka-luka parah.
Menurut informasi yang diterima, kejadian ini menggambarkan risiko yang mungkin terjadi saat truk tangki beroperasi di jalur yang curam dan padat. Dalam meeting results yang diadakan oleh Polda Kalimantan Timur, penyidik menekankan pentingnya pemeriksaan menyeluruh terhadap sistem pengereman truk tersebut. Mereka juga menyoroti kurangnya kesadaran pengemudi saat melewati area dengan kondisi jalan yang tidak stabil.
Penyelidikan dan Faktor Penyebab Kecelakaan
Polda Kalimantan Timur sedang mengeksplorasi berbagai kemungkinan penyebab kecelakaan, termasuk kinerja truk dan kondisi lingkungan. Dalam meeting results terkait, penyidik menyebutkan bahwa Jalan Projakal memiliki tikungan tajam dan permukaan beton yang licin terlepas dari hujan ringan pagi hari. “Faktor utama adalah pengemudi truk yang kehilangan kendali akibat kegagalan rem, namun kita juga memeriksa apakah kondisi jalan berkontribusi pada kecelakaan ini,” jelas Dahlan Jauhari.
Selain itu, tim penyidik sedang mengecek catatan kecelakaan sebelumnya yang melibatkan truk tangki milik Elnusa Petrofin. Meski belum ada laporan kecelakaan serupa di wilayah tersebut, penyidik tetap memperhatikan sejarah operasional perusahaan untuk memastikan apakah ada kecenderungan masalah teknis. “Meeting results hari ini menegaskan bahwa keselamatan lalu lintas harus menjadi prioritas utama,” lanjut Dahlan Jauhari.
Sebagai langkah pencegahan, Polda Kalimantan Timur menyarankan pengujiannya sistem pengereman kendaraan berat sebelum masuk ke jalur menurun. Mereka juga meminta perusahaan melakukan pemeriksaan rutin terhadap kesehatan mesin truk dan pelatihan pengemudi yang lebih intensif. “Kami harap meeting results ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran tentang risiko transportasi berat di kota-kota besar,” tutup Dahlan Jauhari.
