Skip to content
Beritabaru1
fe1b8844-d830-4785-aa70-48971fa106fc-0
  • Home
  • News
  • Sepak Bola
  • Teknologi
  • Internasional
  • Humaniora
  • Politik Dan Hukum
  • Nusantara
  • Hiburan
  • Opini
  • Travelista
  • Ekonomi
  • Megapolitan
  • Kolom Pakar
  • Jelita
  • Olahraga
  • Haji
  • Otomotif
  • Jabar
  • Piala Dunia 2026
  • Kuliner
  • Kesehatan
  • Forum Mahasiswa
  • Fashion
  • Sela
  1. Home
  2. Nusantara
  3. Memperingati 20 Tahun Lumpur Lapindo – Warga Korban Gelar Ritual “Sambang Buyut” di Atas Tanggul
Nusantara

Memperingati 20 Tahun Lumpur Lapindo – Warga Korban Gelar Ritual “Sambang Buyut” di Atas Tanggul

Michael Gonzalez Reporter Sabtu, 30 Mei 2026 pukul 08:17 WIB 3 min read
0 Views 0 Komentar
Share:
1780097476_9aaf9377dfdb07bb7700

Table of Contents

Toggle
  • Memperingati 20 Tahun Lumpur Lapindo: Warga Korban Gelar Ritual Sambang Buyut di Atas Tanggul
    • Tradisi Sambang Buyut sebagai Penyambung Budaya
    • Mandeknya Proses Pemulihan Hak Dasar

Memperingati 20 Tahun Lumpur Lapindo: Warga Korban Gelar Ritual Sambang Buyut di Atas Tanggul

Memperingati 20 Tahun Lumpur Lapindo – Memperingati 20 tahun peristiwa Lumpur Lapindo, warga korban yang terdampak bencana ini mengadakan ritual adat “Sambang Buyut” di atas tanggul penahan lumpur di Kelurahan Siring, Kecamatan Porong, Sidoarjo. Acara yang dihadiri oleh ratusan peserta ini dilaksanakan pada Jumat (29/5) dan diharapkan menjadi simbol kebersamaan serta pengingatan akan dampak serius dari semburan lumpur panas yang mengguncang wilayah Jawa Timur sejak 20 tahun lalu. Dengan berjalan kaki dari Taman Dwarakerta ke puncak tanggul, mereka memperkuat hubungan antar korban yang kini tersebar di berbagai daerah relokasi.

Tradisi Sambang Buyut sebagai Penyambung Budaya

Ritual “Sambang Buyut” kali ini menjadi kesempatan unik bagi warga untuk merangkul tradisi Jawa yang sebelumnya terhenti akibat pemukiman terancam lumpur. Para peserta mengusung sesajian tradisional, termasuk tumpeng dan kurma, sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur dan babat alas, tokoh yang dianggap sebagai penjaga keharmonisan antara manusia dan alam. Harwati, salah satu peserta, menjelaskan bahwa aktivitas ini juga bertujuan melestarikan identitas budaya warga Siring, meski banyak dari mereka kini tinggal di luar wilayah asal.

“Selama 20 tahun ini kita biasanya menggunakan tradisi istigasah secara agamis. Sekarang kita mencoba dengan model Jawa, karena kita tidak luput dari identitas sebagai orang Jawa,” ujar Harwati, salah satu warga korban.

Dalam perjalanan menyusuri tanggul, peserta ritual turut membagikan kisah perjuangan sehari-hari di tengah kondisi wilayah yang tetap rawan pergeseran tanah. Mereka juga menyuarakan harapan agar pemerintah dan pihak terkait dapat menggelar acara serupa setiap tahun sebagai bentuk penghargaan terhadap korban dan upaya pemulihan yang masih berlangsung. Dengan memperingati 20 tahun Lumpur Lapindo, masyarakat ingin mengingatkan bahwa dampak dari bencana alam tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga memengaruhi kehidupan spiritual dan sosial.

Mandeknya Proses Pemulihan Hak Dasar

Dalam memperingati 20 tahun Lumpur Lapindo, warga korban juga menyampaikan tantangan yang masih menghambat pemulihan hak-hak dasar mereka. Selain kehilangan rumah dan lahan pertanian, banyak korban mengalami kesulitan dalam mengakses hak pilih karena ketidakjelasan status administrasi wilayah. Faktor ini menyebabkan hambatan dalam beberapa kontestasi pemilihan umum, yang terus menjadi sorotan masyarakat dan aktivis.

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Jawa Timur turut hadir dalam kegiatan ini sebagai peneguh komitmen mengawal hak korban. Mereka menekankan bahwa meskipun kondisi fisik sudah lebih stabil, masalah hak atas tanah dan keadilan masih jadi prioritas. “Kita perlu memperingati 20 tahun Lumpur Lapindo bukan hanya untuk membangun nostalgia, tetapi juga untuk mendorong proses pemulihan yang sejati,” tambah salah satu perwakilan Walhi.

Ritual “Sambang Buyut” juga menjadi ajang dialog antar agama, yang menunjukkan keharmonisan antara korban dari berbagai latar belakang. Peserta membagikan doa dan refleksi bersama, mencerminkan keinginan untuk meneguhkan persatuan di tengah perbedaan keyakinan. Kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari perubahan yang lebih besar, baik dalam pemulihan ekonomi maupun kesejahteraan masyarakat yang terdampak bencana alam tersebut.

Dalam rangka memperingati 20 tahun Lumpur Lapindo, warga korban juga merancang rencana jangka panjang untuk memperkuat keberlanjutan tradisi mereka. Salah satu ide yang muncul adalah penggunaan teknologi modern dalam pemantauan pergerakan tanah, agar warga bisa lebih awas menghadapi risiko di masa depan. Selain itu, mereka ingin menyelenggarakan festival budaya tahunan yang menampilkan seni dan kearifan lokal, sebagai bentuk apresiasi terhadap perjuangan kehidupan setelah bencana.

Keberlanjutan ritual ini sangat penting untuk menjaga keakraban antar korban, yang kini tersebar di berbagai titik. Sejumlah warga menyatakan bahwa memperingati 20 tahun Lumpur Lapindo adalah cara untuk memperkuat kembali ikatan sosial dan identitas budaya mereka. Dengan komitmen ini, mereka berharap ke depan bisa membangun masyarakat yang lebih kuat, baik secara ekonomi maupun spiritual, meski masih berjuang melawan dampak yang telah berlangsung selama dua dekade.

Bagikan:

Berita Terkait

3c039e4d-bb4c-453e-90c9-f749e4d0dcd7-0

New Policy: Minat Wisata Malang–Purwokerto Terus Meningkat, KA Kertanegara Layani 168.085 Pelanggan

27 Jun 2026
f886f492-fcac-42b7-8867-6c63b96ca0be-0

LPSK Beri Perlindungan Darurat Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung

26 Jun 2026
1534f32a-da2b-4c50-b6ad-ca1282d0cb5d-0

Key Strategy: Wali Kota Dorong UMKM Manfaatkan Pembiayaan Aman dan Legal

26 Jun 2026

Komentar

Tinggalkan Komentar Batal

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Field yang wajib diisi ditandai *

Dengan mengirim komentar, Anda menyetujui kebijakan komentar kami.

Terpopuler

Berita Terbaru

eb172a32-5711-4b42-b085-161af2bfb81f-0

Jerman Siaga Gelombang Panas Ekstrem 41,3 Derajat Celsius

32 menit yang lalu
f1ddcbd6-c208-434b-9a12-96d1a4e1c421-0

Topics Covered: Lima Kerajaan Adat Lampung Beri Gelar Baginda Pemuka Bangsa kepada Jokowi

35 menit yang lalu
a6f06130-2d89-40ca-9843-5c4c16cfd345-0

Facing Challenges: 6 Cara Mengatasi Lag Mobile Legends Terbaru agar Performa Stabil

37 menit yang lalu
d1e908f4-9ed8-4981-a355-0ca936851934-0

Facing Challenges: Piala Dunia 2026: Lionel Scaloni Cadangkan Lionel Messi Melawan Yordania

40 menit yang lalu
a7baf94b-1181-48a2-b35d-431055bd55d3-0

Piala Dunia 2026: Ralf Rangnick Tegaskan Austria Hanya Fokus Kalahkan Aljazair

42 menit yang lalu

Kategori

  • Ekonomi (346)
  • Fashion (3)
  • Forum Mahasiswa (1)
  • Haji (28)
  • Hiburan (208)
  • Humaniora (656)
  • Internasional (334)
  • Jabar (58)
  • Jelita (19)
  • Kesehatan (5)
  • Kolom Pakar (3)
  • Kuliner (16)
  • Megapolitan (119)
  • Nusantara (435)
  • Olahraga (135)
  • Opini (52)
  • Otomotif (20)
  • Piala Dunia 2026 (185)
  • Politik Dan Hukum (171)
  • Sela (1)
  • Sepak Bola (427)
  • Teknologi (187)
  • Travelista (31)
  • Uncategorized (1)

About Us

Beritabaru1 menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.

Trending Post

  • Hello world!
  • New Policy: Presiden Prabowo Didesak segera Terbitkan Perpres RAN HAM
  • Key Discussion: Preview Ligue 1 Rennes vs Paris FC, Ambisi Tuan Rumah di Roazhon Park
  • Bawa Kabur Motor Teman – Perempuan di Kukar Ditangkap Polisi
  • Main Agenda: Pengamat Soroti Peran Strategis Indonesia di Tengah Dinamika ASEAN

Quick Links

  • Ekonomi
  • Fashion
  • Forum Mahasiswa
  • Haji
  • Hiburan
  • Humaniora
  • Internasional
  • Jabar
  • Jelita
  • Kesehatan

Contact Us

Ready to get started? Contact us today!

  • Contact Us

Copyright © 2026 beritabaru1.com. All rights reserved.