Skip to content
Beritabaru1
fe1b8844-d830-4785-aa70-48971fa106fc-0
  • Home
  • News
  • Sepak Bola
  • Teknologi
  • Internasional
  • Humaniora
  • Politik Dan Hukum
  • Nusantara
  • Hiburan
  • Opini
  • Travelista
  • Ekonomi
  • Megapolitan
  • Kolom Pakar
  • Jelita
  • Olahraga
  • Haji
  • Otomotif
  • Jabar
  • Piala Dunia 2026
  • Kuliner
  • Kesehatan
  • Forum Mahasiswa
  • Fashion
  • Sela
  1. Home
  2. Nusantara
  3. Modus Ritual Threesome Dukun Cabul di Pati Terungkap – Korban Hamil 4 Bulan
Nusantara

Modus Ritual Threesome Dukun Cabul di Pati Terungkap – Korban Hamil 4 Bulan

Mark Jones Reporter Rabu, 13 Mei 2026 pukul 07:26 WIB 4 min read
0 Views 0 Komentar
Share:
1778624396_38ea3e177e7528738ee6

Table of Contents

Toggle
  • Modus Ritual Threesome Dukun Cabul di Pati Terungkap, Korban Hamil 4 Bulan
    • Latar Belakang Pelaku dan Ritual
    • Pelaksanaan Ritual dan Pemantauan Kepolisian
    • Dampak pada Korban dan Masyarakat

Modus Ritual Threesome Dukun Cabul di Pati Terungkap, Korban Hamil 4 Bulan

Modus Ritual Threesome Dukun Cabul di Pati – Kasus pencabulan bermodus ritual threesome yang dilakukan seorang dukun pijat di Pati, Jawa Tengah, kini semakin memperjelas fakta. Dukun dengan inisial AS, berusia 42 tahun, ditangkap oleh Satreskrim Polresta Pati atas dugaan kejahatan seksual terhadap korban, seorang perempuan bersuami berusia 30 tahun. Pelaku menggunakan modus ritual sebagai dalih untuk membenarkan tindakan asusila yang dilakukannya. Kasus ini menjadi sorotan karena korban diketahui telah mengandung anak selama empat bulan, yang diduga kuat berasal dari hubungan seksual berulang yang terjadi di bawah bimbingan ritual yang dianggap misterius oleh masyarakat setempat.

“Tersangka memanfaatkan kepercayaan korban terhadap ritual yang dijalankan, yang dianggap dapat mempercepat kehamilan. Bahkan, pelaku mengharuskan korban membagikan video hubungan suami istri antara dirinya dan suaminya sebagai bagian dari upacara kehamilan,” kata Kompol Dika Hadiyan Widya Wiratama, Kepala Satuan Reskrim Polresta Pati. Dalam prosesnya, pelaku tidak hanya mempermainkan emosi korban, tetapi juga menggabungkan kepercayaan tradisional dengan kejahatan seksual, yang berujung pada kehamilan korban sebagai bukti konklusif dari kejahatan yang dilakukannya.

Kasus ini terungkap setelah suami korban mencurigai perubahan perilaku istrinya. Setelah menggali informasi, ia menemukan bahwa pelaku telah menuntut korban untuk mengikuti ritual seksual bertiga, yang dianggap sebagai cara untuk mendapatkan keturunan yang diinginkan. Polisi mengungkap bahwa AS tidak hanya melibatkan korban dalam ritual, tetapi juga menggoda korban melalui janji keberhasilan kehamilan. Pelaku diancam hukuman maksimal 12 tahun penjara berdasarkan Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS), yang diharapkan bisa menjadi peringatan bagi masyarakat.

Latar Belakang Pelaku dan Ritual

AS, seorang dukun yang dikenal memiliki pengalaman dalam pengobatan tradisional, menciptakan ritual seksual bertiga sebagai bagian dari layanan kehamilan yang ia tawarkan. Dalam praktiknya, pelaku memanfaatkan kepercayaan masyarakat terhadap penjelasan ilmu kebatinan dan simbol-simbol ritual untuk meyakinkan korban bahwa tindakannya sah dan memiliki makna spiritual. Proses ritual ini diawali dengan konsultasi, di mana korban dijanjikan akan mudah hamil dan memiliki bayi yang memiliki wajah serta sifat baik.

Ritual ini terdiri dari tiga tahap: pertama, pelaku mengajak korban untuk memakai pakaian tradisional dalam ruang yang gelap; kedua, korban diharuskan memeluk dan berhubungan intim dengan AS selama 15 menit; dan ketiga, pelaku mengajak korban untuk berhubungan dengan suaminya sebagai bagian dari ritual. Selama empat bulan terakhir, korban terus-menerus mengikuti ritual ini, meski terkadang ia merasa cemas dan takut. Polisi menyatakan bahwa pelaku sengaja menciptakan suasana mistis untuk mengurangi rasa malu korban.

Pelaksanaan Ritual dan Pemantauan Kepolisian

Pelaku, AS, menawarkan ritual ini dengan alasan bahwa masyarakat Pati banyak yang percaya pada kekuatan dukun dalam menyelesaikan masalah kehamilan. Dalam prosesnya, ia juga menggambarkan ritual sebagai sarana menumbuhkan keharmonisan rumah tangga. Namun, terbukti bahwa ini adalah upaya untuk mengeksploitasi korban secara seksual. Pemantauan oleh kepolisian menunjukkan bahwa AS sudah mengisolasi korban selama beberapa bulan, membatasi aksesnya ke luar rumah, dan memaksa korban mengikuti ritual secara rutin.

Kasus ini terbongkar setelah suami korban melaporkan kejanggalan istrinya ke Polresta Pati pada April lalu. Dalam penyidikan, polisi menemukan bahwa AS memiliki sejumlah korban lain yang juga mengalami pencabulan berulang kali. Kepolisian menilai bahwa pelaku telah memanfaatkan kepercayaan masyarakat terhadap praktik ritual sebagai alat untuk menindas korban secara seksual. Penyidik juga menemukan bukti-bukti seperti video hubungan suami istri dan bukti fisik di tempat kejadian.

Dampak pada Korban dan Masyarakat

Korban, yang kini hamil 4 bulan, mengalami trauma yang cukup berat. Ia tidak hanya kehilangan kepercayaan terhadap suaminya, tetapi juga merasa terluka secara batin karena terlibat dalam ritual seksual yang dianggap misterius. Sementara itu, masyarakat setempat terkejut dengan cara pelaku menipu korban melalui modus ritual. Banyak warga mengakui bahwa AS memiliki pengaruh kuat dalam lingkungan sekitarnya, sehingga kasus ini menimbulkan kecemasan akan praktik pencabulan yang mengandalkan kepercayaan tradisional.

Modus ritual threesome pelaku ini dianggap cukup efektif karena memanfaatkan kepercayaan terhadap ritual sebagai alasan untuk membenarkan tindakan tidak senonoh. Polisi mengungkapkan bahwa AS menyembunyikan motifnya dengan mengaitkan ritual dengan keharmonisan rumah tangga dan keberhasilan kehamilan. Dengan menambahkan element misteri, pelaku menghindari kecurigaan awal masyarakat. Namun, ketika kasus terungkap, masyarakat kini menyadari bahwa ritual ini bisa menjadi alat kejahatan seksual yang tersembunyi.

Dalam proses penyidikan, polisi memastikan bahwa semua langkah ritual telah direkam dan dijelaskan secara rinci. Hal ini menjadi bukti kuat bahwa pelaku tidak hanya melakukan pencabulan secara fisik, tetapi juga menggali kepercayaan korban secara psikologis. Penyidik berharap bahwa investigasi ini bisa mengungkap lebih banyak korban, serta menegaskan pentingnya edukasi mengenai modus ritual threesome dalam konteks kejahatan seksual.

Bagikan:

Berita Terkait

f886f492-fcac-42b7-8867-6c63b96ca0be-0

LPSK Beri Perlindungan Darurat Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung

26 Jun 2026
1534f32a-da2b-4c50-b6ad-ca1282d0cb5d-0

Key Strategy: Wali Kota Dorong UMKM Manfaatkan Pembiayaan Aman dan Legal

26 Jun 2026
ccfd4ec2-a145-4c7d-9b0c-14b807a7071f-0

Tanah Kas Daerah Jadi Kos Elite – Sekdes Damarsi Diperiksa 7 Jam

25 Jun 2026

Komentar

Tinggalkan Komentar Batal

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Field yang wajib diisi ditandai *

Dengan mengirim komentar, Anda menyetujui kebijakan komentar kami.

Terpopuler

Berita Terbaru

1782510039_d402f84363d336b912cf

Special Plan: Harga Biosolar B50 Harus Kompetitif untuk Tarik Minat Masyarakat

3 jam yang lalu
0b2edacb-c104-424a-8fb3-dc9eda9a848c-0

New Policy: Presiden Prabowo Didesak segera Terbitkan Perpres RAN HAM

3 jam yang lalu
1782510706_6702119ca7efdf53ac61

Key Issue: Klasemen Grup I Piala Dunia 2026: Prancis Sempurna, Senegal Pesta Gol

3 jam yang lalu
1782511360_747e74ee74aeda024e85

Topics Covered: Korban Jiwa Gempa Venezuela Bertambah Jadi 589 Orang, Ribuan Terluka

4 jam yang lalu
1782511855_c89e55d703da44da063a

Sindikat Judi Daring Hayam Wuruk Gunakan Kedok Perusahaan Teknologi

4 jam yang lalu

Kategori

  • Ekonomi (346)
  • Fashion (3)
  • Forum Mahasiswa (1)
  • Haji (28)
  • Hiburan (208)
  • Humaniora (655)
  • Internasional (333)
  • Jabar (58)
  • Jelita (19)
  • Kesehatan (5)
  • Kolom Pakar (3)
  • Kuliner (16)
  • Megapolitan (118)
  • Nusantara (434)
  • Olahraga (135)
  • Opini (52)
  • Otomotif (20)
  • Piala Dunia 2026 (181)
  • Politik Dan Hukum (169)
  • Sela (1)
  • Sepak Bola (427)
  • Teknologi (185)
  • Travelista (31)
  • Uncategorized (1)

About Us

Beritabaru1 menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.

Trending Post

  • Hello world!
  • New Policy: Presiden Prabowo Didesak segera Terbitkan Perpres RAN HAM
  • Key Discussion: Preview Ligue 1 Rennes vs Paris FC, Ambisi Tuan Rumah di Roazhon Park
  • Bawa Kabur Motor Teman – Perempuan di Kukar Ditangkap Polisi
  • Main Agenda: Pengamat Soroti Peran Strategis Indonesia di Tengah Dinamika ASEAN

Quick Links

  • Ekonomi
  • Fashion
  • Forum Mahasiswa
  • Haji
  • Hiburan
  • Humaniora
  • Internasional
  • Jabar
  • Jelita
  • Kesehatan

Contact Us

Ready to get started? Contact us today!

  • Contact Us

Copyright © 2026 beritabaru1.com. All rights reserved.