Skip to content
Beritabaru1
fe1b8844-d830-4785-aa70-48971fa106fc-0
  • Home
  • News
  • Sepak Bola
  • Teknologi
  • Internasional
  • Humaniora
  • Politik Dan Hukum
  • Nusantara
  • Hiburan
  • Opini
  • Travelista
  • Ekonomi
  • Megapolitan
  • Kolom Pakar
  • Jelita
  • Olahraga
  • Haji
  • Otomotif
  • Jabar
  • Piala Dunia 2026
  • Kuliner
  • Kesehatan
  • Forum Mahasiswa
  • Fashion
  • Sela
  1. Home
  2. Nusantara
  3. New Policy: Akademisi Sebut Kebijakan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber Minim Keteladanan Aksi Nyata
Nusantara

New Policy: Akademisi Sebut Kebijakan Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber Minim Keteladanan Aksi Nyata

Mark Jones Reporter Sabtu, 30 Mei 2026 pukul 15:41 WIB 3 min read
0 Views 0 Komentar
Share:
1780125491_65c1c96616cc404ef2ad

Table of Contents

Toggle
  • New Policy: Pemilahan Sampah di Bali Perlu Penyesuaian dengan Kebutuhan Harian
    • Kelemahan Kebijakan Umum dan Perlu Adaptasi Lokal
    • Terobosan dengan Dekomposer Alami
    • Pengaruh New Policy pada Lingkungan dan Ekonomi

New Policy: Pemilahan Sampah di Bali Perlu Penyesuaian dengan Kebutuhan Harian

New Policy – Program baru pengelolaan sampah yang diimplementasikan di Bali dinilai sebagai langkah penting dalam mengatasi masalah lingkungan. Namun, Dr. I Nengah Muliarta, ahli dari Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Sains dan Teknologi Universitas Warmadewa (Unwar), menyoroti bahwa kebijakan ini masih perlu penyesuaian untuk mencapai efektivitas maksimal. Meski konsep memilah sampah di tingkat rumah tangga mendapat dukungan, kejenuhan masyarakat terhadap instruksi yang tidak fleksibel menghambat aksi nyata pengelolaan sampah. New Policy ini diujicobakan dalam pelatihan teknik pengolahan sampah di Desa Kemenuh, Gianyar, Bali, pada Sabtu (30/5), sebagai bagian dari program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Unwar.

Kelemahan Kebijakan Umum dan Perlu Adaptasi Lokal

Kebijakan pengelolaan sampah yang dipakai secara seragam sering kali tidak sesuai dengan kondisi masyarakat. Muliarta menjelaskan bahwa warga terkadang merasa tidak terdorong jika hanya diberi perintah seperti “memilah sampah dari rumah” tanpa pendampingan nyata. “New Policy harus menyesuaikan kebiasaan sehari-hari dan memudahkan masyarakat untuk berpartisipasi aktif,” tegasnya. Keterlibatan langsung warga menjadi kunci keberhasilan, karena kebijakan yang tidak responsif terhadap kebutuhan lokal akan berujung pada ketidakpatuhan.

Salah satu hambatan utama adalah stigma bahwa pengomposan memakan waktu lama dan memerlukan ruang luas. Padahal, teknik kompos yang tepat dapat menyelesaikan proses hanya dalam 30 hari, selama dikelola dengan tiga parameter utama: kelembaban, suhu, dan pH. Muliarta menekankan bahwa adaptasi metode ini sangat penting untuk memastikan New Policy berjalan efektif. “Jika tidak disesuaikan dengan kehidupan sehari-hari, warga akan sulit terus melaksanakannya,” imbuhnya.

Terobosan dengan Dekomposer Alami

Untuk mengatasi masalah tersebut, pelatihan di Desa Kemenuh mengajak warga memanfaatkan dekomposer alami dari sumber lokal. Muliarta menjelaskan bahwa bahan seperti kotoran ternak atau tanah subur bisa menjadi bahan baku kompos yang lebih mudah diperoleh dan ekonomis. Hal ini berdampak pada pengurangan ketergantungan pada pupuk komersial, yang justru menambah beban biaya rumah tangga. “New Policy ini tidak hanya mengurangi sampah, tetapi juga memberdayakan masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya lokal,” ujarnya.

Dalam praktiknya, warga diajarkan mengenali ciri kompos matang, seperti suhu stabil, warna cokelat kehitam-hitam, tekstur remah, dan aroma humus. Muliarta menekankan bahwa pemahaman ini penting untuk menghindari penggunaan kompos mentah yang bisa merusak tanaman. Selain itu, teknik pengomposan yang benar dengan pembalikan setiap 7 hari juga dipaparkan sebagai langkah kunci dalam menerapkan New Policy secara optimal.

Pengaruh New Policy pada Lingkungan dan Ekonomi

Implementasi New Policy di Bali tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi warga. Pupuk kompos yang dihasilkan bisa digunakan untuk kebutuhan pertanian rumah tangga, sehingga mengurangi pengeluaran untuk pupuk kimia. Muliarta menyoroti bahwa keberhasilan ini membutuhkan pendekatan holistik, baik dari sisi teknis maupun sosial. “Kami ingin mengubah pola pikir masyarakat bahwa sampah bukanlah limbah, tetapi sumber daya yang bisa dikelola secara cerdas,” katanya.

Adapun untuk mendorong komersialisasi pupuk kompos, Muliarta mengingatkan bahwa produk harus memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) dan memiliki izin edar. Hal ini penting untuk menjaga kualitas dan keamanan bagi konsumen. New Policy ini diharapkan bisa menjadi contoh kecil, tetapi efektif, dalam mengubah cara masyarakat mengelola sampah sehari-hari. Dengan dukungan komunitas dan program yang terarah, penyesuaian metode pengolahan sampah bisa menjadi aksi nyata yang berkelanjutan.

Bagikan:

Berita Terkait

f886f492-fcac-42b7-8867-6c63b96ca0be-0

LPSK Beri Perlindungan Darurat Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung

26 Jun 2026
1534f32a-da2b-4c50-b6ad-ca1282d0cb5d-0

Key Strategy: Wali Kota Dorong UMKM Manfaatkan Pembiayaan Aman dan Legal

26 Jun 2026
ccfd4ec2-a145-4c7d-9b0c-14b807a7071f-0

Tanah Kas Daerah Jadi Kos Elite – Sekdes Damarsi Diperiksa 7 Jam

25 Jun 2026

Komentar

Tinggalkan Komentar Batal

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Field yang wajib diisi ditandai *

Dengan mengirim komentar, Anda menyetujui kebijakan komentar kami.

Terpopuler

Berita Terbaru

1782510039_d402f84363d336b912cf

Special Plan: Harga Biosolar B50 Harus Kompetitif untuk Tarik Minat Masyarakat

10 jam yang lalu
0b2edacb-c104-424a-8fb3-dc9eda9a848c-0

New Policy: Presiden Prabowo Didesak segera Terbitkan Perpres RAN HAM

10 jam yang lalu
1782510706_6702119ca7efdf53ac61

Key Issue: Klasemen Grup I Piala Dunia 2026: Prancis Sempurna, Senegal Pesta Gol

10 jam yang lalu
1782511360_747e74ee74aeda024e85

Topics Covered: Korban Jiwa Gempa Venezuela Bertambah Jadi 589 Orang, Ribuan Terluka

10 jam yang lalu
1782511855_c89e55d703da44da063a

Sindikat Judi Daring Hayam Wuruk Gunakan Kedok Perusahaan Teknologi

10 jam yang lalu

Kategori

  • Ekonomi (346)
  • Fashion (3)
  • Forum Mahasiswa (1)
  • Haji (28)
  • Hiburan (208)
  • Humaniora (655)
  • Internasional (333)
  • Jabar (58)
  • Jelita (19)
  • Kesehatan (5)
  • Kolom Pakar (3)
  • Kuliner (16)
  • Megapolitan (118)
  • Nusantara (434)
  • Olahraga (135)
  • Opini (52)
  • Otomotif (20)
  • Piala Dunia 2026 (181)
  • Politik Dan Hukum (169)
  • Sela (1)
  • Sepak Bola (427)
  • Teknologi (185)
  • Travelista (31)
  • Uncategorized (1)

About Us

Beritabaru1 menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.

Trending Post

  • Hello world!
  • New Policy: Presiden Prabowo Didesak segera Terbitkan Perpres RAN HAM
  • Key Discussion: Preview Ligue 1 Rennes vs Paris FC, Ambisi Tuan Rumah di Roazhon Park
  • Bawa Kabur Motor Teman – Perempuan di Kukar Ditangkap Polisi
  • Main Agenda: Pengamat Soroti Peran Strategis Indonesia di Tengah Dinamika ASEAN

Quick Links

  • Ekonomi
  • Fashion
  • Forum Mahasiswa
  • Haji
  • Hiburan
  • Humaniora
  • Internasional
  • Jabar
  • Jelita
  • Kesehatan

Contact Us

Ready to get started? Contact us today!

  • Contact Us

Copyright © 2026 beritabaru1.com. All rights reserved.