New Policy: Dua Kloter Haji Soppeng dan Sidrap Tiba di Embarkasi Makassar, PPIH Puji Pelaksanaan
New Policy – Dalam rangkaian penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026, New Policy memperlihatkan keberhasilan program pemerintah dalam mengatur kembali proses embarkasi dan debarkasi jemaah. Dua kloter dari Sulawesi Selatan, khususnya Kabupaten Soppeng dan Sidrap, telah tiba di Indonesia dengan aman dalam dua hari terakhir. Kloter pertama, yang terdiri dari 391 jemaah, berangkat dari Embarkasi Makassar dan diterima di Asrama Haji Makassar Senin (1/6) malam. Kloter kedua, sebanyak 393 jemaah, tiba pada Selasa (2/6) pagi setelah menghabiskan waktu di Arab Saudi.
Pelaksanaan Berjalan Lancar Berkat New Policy
Ketua PPIH Embarkasi Makassar, H. Ikbal Ismail, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan penyelenggaraan haji 2026 yang berjalan baik berkat New Policy yang diterapkan. Ia mengatakan bahwa pihaknya sangat puas dengan koordinasi antarinstansi serta sistem baru yang mengurangi hambatan selama proses pengumpulan jemaah. “New Policy memberi dampak positif pada keselamatan dan kejelasan prosedur selama perjalanan haji,” jelas Ikbal dalam acara sambutan.
Tim Pengawas DPR RI yang turut memantau langsung di Arab Saudi menyatakan bahwa seluruh rangkaian ibadah haji tahun ini telah memenuhi standar kelayakan. Hal ini menunjukkan bahwa New Policy tidak hanya berdampak pada pengaturan logistik, tetapi juga pada kualitas pengalaman jemaah selama ibadah. Dengan sistem yang lebih terstruktur, pihak terkait dapat menjaga konsistensi dalam memastikan kenyamanan serta keamanan para jemaah.
Dalam perjalanan kembali, 782 orang termasuk petugas tiba di Indonesia. Dari jumlah tersebut, 16 jemaah meninggal dunia sebelum debarkasi, sementara satu orang lainnya masih menjalani perawatan di Arab Saudi. Data ini menunjukkan bahwa New Policy berhasil meminimalkan risiko selama perjalanan haji, terutama dalam mengelola keadaan darurat yang mungkin terjadi. “Kita berhasil mengatasi tantangan sejak keberangkatan hingga kembali ke tanah air,” tambah Ikbal.
Kloter kedua dari Sidrap diterima dengan antusias oleh Bupati setempat, H. Syaharuddin Alrif. Ia hadir langsung di bandara untuk menyambut jemaah hingga ke area pesawat. “New Policy ini memungkinkan kami untuk lebih dekat dengan jemaah, mengingat keberangkatan dan kembalinya mereka berjalan secara teratur,” ujarnya sambil tertawa saat berada di Bandara Sultan Hasanuddin pukul 06.50 WITA.
PPIH juga melaporkan bahwa sejumlah jemaah dari Kloter 1 dan Kloter 2 menjadi teladan dalam masyarakat. Jemaah termuda, Husnul Khulqy Akhwan (19 tahun), dan tertua, Halika Palecceng (85 tahun), menunjukkan semangat yang baik meskipun menghadapi perjalanan panjang. “New Policy memberi ruang untuk jemaah mengembangkan sikap positif setelah melaksanakan ibadah haji,” tambah Asisten I Pemprov Sulsel, H. Muh. Ishaq Iskandar, yang hadir sebagai wakil gubernur.
Sejauh ini, Embarkasi Makassar telah mengirimkan total 16.728 jemaah dan petugas. Namun, 22 orang tidak bisa berangkat karena alasan kesehatan, kehamilan, atau kondisi darurat. Wakil Bupati Soppeng, Selle KS Dalle, mengapresiasi kinerja PPIH dalam memastikan keberangkatan dan kembalinya jemaah sesuai New Policy. “Kami harap jemaah yang kembali menjadi contoh bagi masyarakat dalam menjaga sikap dan kedisiplinan,” imbuhnya.
Dengan kemajuan ini, PPIH Debarkasi Makassar tetap siap menghadapi kloter berikutnya. Proses penyambutan yang telah berjalan lancar menjadi dasar untuk mengoptimalkan New Policy dalam pelaksanaan haji di tahun mendatang. Berbagai inisiatif seperti penambahan fasilitas, peningkatan koordinasi antarlembaga, serta pelatihan petugas terus dilakukan untuk menjaga kualitas dan kinerja yang baik.
