New Policy: Jay Singgih Buka Diklatda V HIPMI Jabar, Tekankan Peran Entrepreneur dalam Membangun Ekonomi
Beritabaru1.com – Dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi dan pengembangan sumber daya manusia, BPD HIPMI Jabar mengadakan Diklatda V di Graha Yuddha Wastu Pramukha, PUSDIKIF TNI-AD, Bandung, pada 8 hingga 10 Mei 2026. Acara ini menjadi bagian dari New Policy HIPMI yang bertujuan meningkatkan kualitas para pengusaha muda melalui pelatihan intensif. Diklatda V yang mengusung tema “Maju Babarengan Untuk Jawa Barat Istimewa” dihadiri oleh sekitar 150 peserta, terdiri dari pengurus BPD serta BPC HIPMI aktif di seluruh Jawa Barat.
Jay Singgih, Wakil Sekretaris Jenderal Bidang ESDM, Lingkungan Hidup, dan Kehutanan BPP HIPMI, membuka Diklatda V sebagai wakil dari Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal BPP HIPMI yang tidak dapat hadir langsung. Dalam sambutannya, Jay menekankan bahwa New Policy ini merupakan upaya untuk mengoptimalkan peran pengusaha muda dalam mendorong inovasi dan menciptakan lapangan kerja. “Diklatda V bukan hanya sekadar pelatihan, tapi merupakan wadah strategis dalam membangun ekonomi yang inklusif,” ujarnya.
Peran Pemimpin Kewirausahaan dalam New Policy
Jay Singgih menyoroti pentingnya peran entrepreneur dalam New Policy HIPMI, khususnya dalam menghadapi tantangan global dan lokal. Dalam diskusi, ia menekankan bahwa pengusaha muda harus menjadi motor penggerak utama perekonomian daerah. “Dengan keterlibatan aktif entrepreneur, kita dapat menciptakan ekosistem usaha yang dinamis dan berkelanjutan,” tambahnya. Selain itu, ia juga menjelaskan bahwa kegiatan Diklatda ini bertujuan memperkuat kapasitas peserta untuk mengembangkan usaha mereka sesuai dengan kebutuhan pasar.
“Diklatda V merupakan salah satu implementasi New Policy HIPMI yang diharapkan mampu menjadi titik awal perubahan positif di sektor usaha,”
Sebagai organisasi yang didirikan pada 1972, HIPMI terus berupaya membangun kader pemimpin kewirausahaan berbasis nilai-nilai nasional. Jay Singgih menjelaskan bahwa New Policy ini selaras dengan visi pemerintah dalam menekankan ekonomi kreatif sebagai sektor penggerak perekonomian. “HIPMI berkomitmen untuk menjadi pusat pengembangan entrepreneur yang mampu menghadirkan solusi inovatif untuk masalah sosial seperti kemiskinan dan pengangguran,” kata Jay.
Strategi Peningkatan Partisipasi Usaha Muda
Kegiatan Diklatda V tidak hanya fokus pada pelatihan teknis, tetapi juga menekankan pentingnya kolaborasi antara lembaga pendidikan, sektor swasta, dan pemerintah. Jay Singgih menyampaikan bahwa New Policy ini merupakan langkah strategis untuk memperluas akses ke sumber daya dan peluang kerja bagi pengusaha muda di Jawa Barat. “Dengan pendekatan holistik, kita bisa menciptakan ekosistem yang mendukung pertumbuhan usaha secara berkelanjutan,” lanjutnya.
Lebih dari itu, Jay menekankan bahwa New Policy HIPMI Jabar juga mencakup kebijakan pengembangan kewirausahaan berbasis teknologi. Dalam konteks New Policy, pelatihan ini dirancang untuk menghadirkan wawasan terkini tentang inovasi dan digitalisasi, serta memperkuat kemampuan para peserta dalam menghadapi dinamika pasar. “Ini adalah langkah awal dari transformasi kebijakan HIPMI untuk meningkatkan kualitas entrepreneur dan memperkuat peran mereka dalam New Policy nasional,” tambahnya.
Sebagai bagian dari New Policy, Diklatda V juga melibatkan pembicara ekspertis dari berbagai sektor, termasuk pemerintah daerah, pemangku kepentingan ekonomi, dan akademisi. Peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga membangun jaringan serta keterampilan kepemimpinan yang diperlukan dalam mengelola usaha secara profesional. “Kemitraan dengan institusi pendidikan seperti PUSDIKIF TNI-AD akan memberikan nilai tambah yang luar biasa dalam New Policy ini,” jelas Jay.
