Program Seleksi Calon Paskibraka Nasional 2026 Dimulai dengan Kebijakan Baru
New Policy terkait seleksi Calon Paskibraka Nasional (CASN) 2026 telah resmi dijalankan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara. Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas pengibaran bendera Sang Merah Putih, Pemprov Sultra meluncurkan mekanisme seleksi yang lebih ketat dan berbasis standar nasional. Acara peluncuran kebijakan ini digelar di sebuah hotel di Kota Kendari, dengan Gubernur Sultra, Andi Sumangerukka, diwakili oleh Asisten I Setda Sultra, Pahri Yamsul, sebagai pembicara utama. Seleksi akan berlangsung hingga 21 Mei 2026, menargetkan siswa SMA/SMK yang berasal dari 17 kabupaten dan kota di Sulawesi Tenggara. Kebijakan baru ini bertujuan memastikan calon paskibraka yang dihasilkan mewakili Sultra secara maksimal di tingkat nasional.
Sebagai bagian dari New Policy, Pemprov Sultra mengutamakan kriteria yang lebih komprehensif. Pahri Yamsul dalam sambutannya menekankan bahwa menjadi anggota Paskibraka bukan hanya tentang kemampuan baris-berbaris, tetapi juga tentang integritas, disiplin, serta semangat cinta tanah air. “Ini adalah amanah yang besar untuk mengibarkan bendera negara dalam momen-momen penting,” ujarnya. Menurutnya, peserta yang terpilih harus mampu menunjukkan mental baja, sikap pantang menyerah, dan wawasan kebangsaan yang baik. Kebijakan ini mencerminkan komitmen Sultra untuk membangun generasi muda yang berprestasi dan berakar pada nilai-nilai Pancasila.
Kriteria Seleksi yang Disesuaikan dengan Kebijakan Baru
Andrian Nur Salam, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sultra, menjelaskan bahwa kebijakan baru ini mengacu pada Peraturan BPIP Nomor 3 Tahun 2022 yang diperbarui menjadi Nomor 5 Tahun 2023, serta Surat Edaran Deputi Bidang Pendidikan dan Pelatihan BPIP Nomor 1 Tahun 2025. Kriteria seleksi mencakup tes administrasi, kesehatan, parade, kesamaptaan, Tes Pembinaan Ideologi Pancasila (PIP), Tes Intelegensi Umum (TIU), hingga aspek kepemimpinan. “Kebijakan ini memastikan bahwa calon yang dihasilkan tidak hanya memiliki kemampuan fisik, tetapi juga memiliki wawasan kebangsaan yang dalam,” tambah Andrian. Proses seleksi dirancang untuk menciptakan paskibraka yang menjadi contoh kebanggaan bangsa.
“Yang dipilih nantinya adalah putra-putri terbaik Sulawesi Tenggara yang sehat jasmani dan rohani, memiliki kepribadian baik, wawasan kebangsaan, serta semangat juang yang tinggi,” ujarnya. Kebijakan baru ini tidak hanya menilai bakat, tetapi juga mengevaluasi tanggung jawab dan komitmen para peserta dalam menjaga harmoni nasional.
Proses Seleksi yang Transparan dan Berkelanjutan
Pemprov Sultra berharap seleksi CASN 2026 berjalan lancar, aman, dan terorganisir. Kebijakan baru ini juga memberikan panduan terperinci dalam perekrutan calon paskibraka, termasuk penggunaan teknologi dalam mengawasi proses. Andrian Nur Salam menegaskan bahwa setiap tahap seleksi dirancang untuk mengurangi kemungkinan praktik korupsi atau kecurangan. “Tidak ada ruang bagi praktik yang menyimpang dari aturan. Calon yang terpilih harus benar-benar terbaik dari segi kualitas, integritas, dan wawasan kebangsaan,” jelasnya. Dengan adanya New Policy, proses seleksi menjadi lebih sistematis dan bisa diakses oleh seluruh masyarakat Sultra secara adil.
“Kalian adalah putra-putri terbaik dari daerah masing-masing yang telah melewati proses seleksi ketat. Predikat calon Paskibraka adalah kehormatan sekaligus tantangan untuk membuktikan kualitas diri,” katanya. Kebijakan ini juga menekankan pentingnya partisipasi aktif pemuda Sultra dalam pembangunan nasional, melalui peran yang diamanatkan sebagai pengibar bendera.
Persiapan dan Pelatihan Calon Paskibraka
Seleksi CASN 2026 tidak hanya berhenti pada tahap perekrutan, tetapi juga mencakup serangkaian pelatihan yang intensif. Pemprov Sultra akan memberikan bimbingan teknis kepada peserta untuk memastikan mereka siap menghadapi tugas penuh. Pelatihan ini dirancang untuk mengasah kemampuan baris-berbaris, menguji ketahanan fisik, serta meningkatkan pemahaman tentang nilai-nilai Pancasila dan kebangsaan. “New Policy ini juga mengintegrasikan pelatihan sebagai bagian dari pengembangan diri,” kata Andrian. Calon paskibraka akan menjalani ujian berkala dan pengawasan ketat untuk memastikan kualitas mereka.
“Dengan adanya New Policy, kita bisa menjamin bahwa calon yang terpilih benar-benar siap dan berkomitmen mengemban tugas kehormatan ini,” tegas Andrian. Ia menambahkan, para peserta akan dibekali pengetahuan tentang sejarah dan makna bendera serta lagu kebangsaan, agar mampu mengibarkan semangat perjuangan bangsa dengan penuh arti.
Kemajuan Pemuda Sultra di Tingkat Nasional
Kebijakan baru ini juga bertujuan memperkuat posisi Sultra dalam berbagai ajang nasional. Dengan memilih calon paskibraka yang terbaik, Pemprov Sultra berharap mampu menunjukkan kemajuan generasi muda di daerah tersebut. “Kita ingin para pemuda Sultra menjadi bagian dari kebanggaan nasional, bukan hanya di tingkat lokal,” ujar Andrian. Ia menjelaskan bahwa paskibraka akan menjadi representasi Sultra di berbagai acara besar, termasuk upacara peringatan Kemerdekaan Indonesia. Dengan New Policy, masyarakat Sultra bisa melihat kesiapan dan potensi anak-anak daerah dalam menghadapi tantangan kebangsaan.
“Kebijakan ini juga mendorong kolaborasi antar instansi pemerintah dan masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang anak-anak muda,” tutup Andrian. Pemprov Sultra menegaskan bahwa keberhasilan seleksi CASN 2026 akan menjadi tolok ukur kemajuan program New Policy dalam mewujudkan pemuda yang berkualitas dan berwawasan luas.
