Polresta Sidoarjo Bongkar Peredaran Etomidate, Dua WN Malaysia Ditangkap
Polresta Sidoarjo Bongkar Peredaran Etomidate – Polresta Sidoarjo, Jawa Timur, berhasil membongkar jaringan peredaran narkotika cair berupa Etomidate yang terlibat dua warga negara Malaysia. Operasi ini dimulai dari penyelidikan terhadap aktivitas mencurigakan di sekitar Bandara Internasional Juanda, yang akhirnya mengarah pada penangkapan dua tersangka, MHH (26) dan MR (24), berdasarkan bukti yang ditemukan selama investigasi. Etomidate, yang awalnya digunakan dalam medis sebagai obat bius, kini dijadikan bahan campuran untuk rokok elektronik atau liquid vape. Barang bukti yang berhasil diamankan mencakup tiga botol cairan dengan volume total 1.290 mililiter, yang diperkirakan bernilai ekonomis mencapai Rp45 miliar.
Proses Operasi dan Penangkapan
Operasi penyelidikan Polresta Sidoarjo Bongkar Peredaran Etomidate dilakukan oleh Unit Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Sidoarjo. Proses ini membutuhkan waktu sekitar tiga bulan, dimulai dari penangkapan MHH di Bandara Juanda. Setelah diperoleh informasi dari MHH, penyidik mengembangkan kasus hingga ke Jakarta, di mana MR ditemukan terlibat dalam aktivitas distribusi narkotika cair tersebut. Menurut Kapolresta Sidoarjo Kombes Christian Tobing, operasi ini merupakan hasil kerja sama dengan instansi lain untuk melacak alur peredaran Etomidate yang melibatkan jaringan internasional.
“Kami berhasil mengungkap peredaran Etomidate melalui serangkaian penyelidikan dan pengintaian terhadap aktivitas dua tersangka. Etomidate ini diduga masuk ke Indonesia dari Malaysia dan didistribusikan ke berbagai wilayah,” kata Tobing.
Etomidate, yang memiliki sifat anestetik, biasanya digunakan dalam prosedur medis untuk memudahkan pasien selama operasi. Namun, dalam kasus ini, narkotika tersebut dimanipulasi oleh pelaku untuk dijual dalam bentuk rokok elektronik. Hal ini menunjukkan betapa rentan dan luasnya penggunaan Etomidate dalam kejahatan narkoba di Indonesia. Pihak kepolisian menjelaskan bahwa penyelidikan masih terus berlanjut untuk mengungkap lebih banyak pelaku dan alur distribusi.
Kedua tersangka, MHH dan MR, ditemukan memiliki peran berbeda dalam jaringan ini. MHH diduga bertugas sebagai pengirim, sementara MR berperan sebagai distributor. Etomidate yang diselundupkan ke Indonesia diduga berasal dari Thailand, yang menjadi sumber utama produksi narkotika cair tersebut. Kombes Christian Tobing menegaskan bahwa Polresta Sidoarjo Bongkar Peredaran Etomidate ini merupakan contoh nyata bagaimana narkoba bisa masuk ke Indonesia melalui jalur khusus.
Proses Penyidikan dan Dampak Kasus
Setelah penangkapan, tim penyidik Polresta Sidoarjo Bongkar Peredaran Etomidate memulai pemeriksaan terhadap barang bukti dan keterangan para tersangka. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa Etomidate diselundupkan atas perintah seorang pria berinisial H di Malaysia, yang menjadi pengendali utama jaringan tersebut. Etomidate ini lalu dibawa ke Indonesia melalui jalur laut dan udara untuk diperdagangkan secara ilegal.
Kasus ini menimbulkan perhatian publik karena Etomidate memiliki dampak serius jika digunakan secara tidak tepat. Selain itu, penggunaannya dalam rokok elektronik semakin menambah risiko ketergantungan dan efek samping pada pengguna. Kapolresta Sidoarjo Kombes Christian Tobing menyatakan bahwa kepolisian sedang berupaya untuk memperluas investigasi dan menangkap pelaku lain yang terlibat dalam jaringan peredaran Etomidate tersebut.
Polresta Sidoarjo Bongkar Peredaran Etomidate ini juga menjadi bukti penting dalam upaya pemerintah mengatasi masalah narkoba yang semakin kompleks. Kepolisian menekankan bahwa narkotika cair seperti Etomidate sangat berbahaya karena mudah diselundupkan dan dibawa ke berbagai wilayah tanpa diketahui oleh masyarakat. Dengan menangkap dua WN Malaysia, polisi berharap dapat menghentikan alur peredaran Etomidate dan melindungi masyarakat dari risiko penyalahgunaannya.
