Skip to content
Beritabaru1
fe1b8844-d830-4785-aa70-48971fa106fc-0
  • Home
  • News
  • Sepak Bola
  • Teknologi
  • Internasional
  • Humaniora
  • Politik Dan Hukum
  • Nusantara
  • Hiburan
  • Opini
  • Travelista
  • Ekonomi
  • Megapolitan
  • Kolom Pakar
  • Jelita
  • Olahraga
  • Haji
  • Otomotif
  • Jabar
  • Piala Dunia 2026
  • Kuliner
  • Kesehatan
  • Forum Mahasiswa
  • Fashion
  • Sela
  1. Home
  2. Nusantara
  3. Solution For: Sudirman Said Sebut Kekuasaan Negara Berubah Jadi Mesin Elektoral
Nusantara

Solution For: Sudirman Said Sebut Kekuasaan Negara Berubah Jadi Mesin Elektoral

Karen Smith Reporter Sabtu, 30 Mei 2026 pukul 15:45 WIB 3 min read
0 Views 0 Komentar
Share:
5d88a3ea-da55-47e4-a269-c8f569da712e-0

Table of Contents

Toggle
  • Sudirman Said: Kekuasaan Negara Berubah Jadi Mesin Elektoral
    • Jalan Keluar untuk Kekuasaan yang Terlalu Elektoral
    • Peran Masyarakat dalam Pemecahan Masalah

Sudirman Said: Kekuasaan Negara Berubah Jadi Mesin Elektoral

Solution For – Dalam sebuah acara diskusi yang diadakan di Gadjah Mada University Club, Yogyakarta, pada Sabtu (30/5), mantan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said menyoroti fenomena penyimpangan dalam pemerintahan. Ia menyatakan bahwa kekuasaan negara, yang seharusnya menjadi pengatur kebijakan dan pelindung masyarakat, kini semakin terasa sebagai alat yang digunakan untuk menyelesaikan isu-isu politik secara praktis.

“Kekuasaan publik yang sebelumnya menjadi sarana pelayanan masyarakat kini diubah menjadi mesin elektoral yang terus-menerus menggerakkan suara-suara untuk menangkap peluang di setiap pemilihan,” ujar Sudirman Said dalam pernyataannya yang dibacakan melalui keterangan resmi. Ia menekankan bahwa sistem yang semakin menyimpang ini memberikan pengaruh besar pada struktur pemerintahan dan kepercayaan masyarakat terhadap institusi.

Sudirman Said, yang juga memimpin Konferensi Republik, menyoroti bahwa kekuasaan negara sering kali dikelola secara tidak transparan. Menurutnya, sistem tersebut bukan hanya digunakan untuk memperoleh suara, tetapi juga untuk mempertahankan kekuatan individu atau kelompok tertentu. “Pemilu menjadi salah satu arena perebutan kekuasaan, di mana kualitas kebijakan dipinggirkan dan prioritas berpindah ke kepentingan politik,” tambahnya.

“Dalam kondisi ini, meritokrasi yang seharusnya menjadi pilar utama kepemimpinan tidak lagi relevan. Sistem kontrol check & balances mulai berubah menjadi alat untuk memastikan kelompok tertentu tetap mendominasi kekuasaan,” jelas Sudirman Said dalam sesi diskusi yang dihadiri oleh ratusan tokoh masyarakat sipil. Ia menyoroti bahwa perubahan ini memicu terjadinya nepotisme dan kronisme yang terus-menerus menghiasi proses pengambilan keputusan.

Jalan Keluar untuk Kekuasaan yang Terlalu Elektoral

Solution For – Untuk menyelesaikan masalah ini, Sudirman Said mengusulkan tiga pendekatan utama dalam penyelenggaraan kekuasaan. Pertama, pendekatan kepemimpinan institusional yang memprioritaskan kekuatan sistem sebagai penyangga kebijakan. Kedua, kepemimpinan kolektif yang menekankan partisipasi massa dalam pengambilan keputusan. Ketiga, kepemimpinan intrinsik yang berdasarkan nilai-nilai luhur dan integritas.

“Kita perlu membangun kembali kekuatan negara melalui tiga pendekatan ini. Kepemimpinan yang baik tidak hanya diukur dari kemenangan pemilu, tetapi dari kemampuan membangun kepercayaan rakyat terhadap institusi,” katanya. Sudirman mengingatkan bahwa tanpa adanya solusi untuk mengubah kekuasaan menjadi alat yang sehat, dinamika politik akan terus mengarah pada permainan manipulatif.

Menurutnya, ketiga pendekatan tersebut harus diterapkan secara bersamaan agar negara dapat kembali ke fungsinya sebagai pelindung masyarakat dan penggerak perubahan. “Jika kekuasaan hanya dijaga untuk keuntungan elektoral, maka institusi negara akan kehilangan makna sebagai kekuatan yang memajukan keadilan,” imbuh Sudirman.

Peran Masyarakat dalam Pemecahan Masalah

Solution For – Dalam konferensi tersebut, Sudirman Said juga menekankan pentingnya peran masyarakat sipil dalam mengawasi proses penyelenggaraan pemerintahan. Ia menyoroti bahwa masyarakat yang tidak aktif akan menyebabkan kekuasaan terus-menerus dikendalikan oleh segelintir kelompok yang tidak mewakili kepentingan rakyat luas.

“Kita harus membangun kesadaran masyarakat bahwa kekuasaan bukan hanya milik pemerintah, tetapi juga menjadi tanggung jawab bersama. Jika masyarakat tidak berpartisipasi secara aktif, maka kekuasaan akan menjadi alat yang terus-menerus diubah sesuai keinginan kelompok dominan,” ujarnya. Ia mengajak seluruh peserta untuk menjadi pengawas yang kuat dan terus-menerus.

Sudirman juga menyinggung fenomena korupsi yang kian merajalela dalam proses penyelenggaraan pemerintahan. Menurutnya, sistem koruptif ini terjadi karena adanya kelemahan dalam pengawasan dan penghargaan terhadap etika. “Solution For memerlukan reformasi yang mendalam, tidak hanya pada struktur politik, tetapi juga pada budaya dan praktek kepemimpinan,” jelasnya.

Untuk mencapai solusi yang lebih optimal, Sudirman menekankan bahwa perubahan harus dimulai dari penguasaan masyarakat terhadap kebijakan. Ia mengatakan, solusi untuk mengembalikan fungsi negara tidak bisa hanya dijalankan oleh pemerintah, tetapi juga memerlukan partisipasi aktif dari warga negara. “Masyarakat harus berani menentang praktek yang tidak transparan, karena kekuasaan yang terlalu elektoral akan menghancurkan kepercayaan pada negara,” tambahnya.

“Kita perlu membangun pemahaman bahwa kekuasaan adalah tanggung jawab, bukan keuntungan. Jika kekuasaan hanya digunakan untuk menang dalam pemilu, maka kebijakan akan kehilangan makna dan akuntabilitas,” serunya. Sudirman menegaskan bahwa tanpa adanya solusi untuk mengubah pola ini, negara akan terus menjadi mesin yang mengikuti dinamika elektoral.

Bagikan:

Berita Terkait

f886f492-fcac-42b7-8867-6c63b96ca0be-0

LPSK Beri Perlindungan Darurat Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung

26 Jun 2026
1534f32a-da2b-4c50-b6ad-ca1282d0cb5d-0

Key Strategy: Wali Kota Dorong UMKM Manfaatkan Pembiayaan Aman dan Legal

26 Jun 2026
ccfd4ec2-a145-4c7d-9b0c-14b807a7071f-0

Tanah Kas Daerah Jadi Kos Elite – Sekdes Damarsi Diperiksa 7 Jam

25 Jun 2026

Komentar

Tinggalkan Komentar Batal

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Field yang wajib diisi ditandai *

Dengan mengirim komentar, Anda menyetujui kebijakan komentar kami.

Terpopuler

Berita Terbaru

1782510039_d402f84363d336b912cf

Special Plan: Harga Biosolar B50 Harus Kompetitif untuk Tarik Minat Masyarakat

9 jam yang lalu
0b2edacb-c104-424a-8fb3-dc9eda9a848c-0

New Policy: Presiden Prabowo Didesak segera Terbitkan Perpres RAN HAM

9 jam yang lalu
1782510706_6702119ca7efdf53ac61

Key Issue: Klasemen Grup I Piala Dunia 2026: Prancis Sempurna, Senegal Pesta Gol

9 jam yang lalu
1782511360_747e74ee74aeda024e85

Topics Covered: Korban Jiwa Gempa Venezuela Bertambah Jadi 589 Orang, Ribuan Terluka

9 jam yang lalu
1782511855_c89e55d703da44da063a

Sindikat Judi Daring Hayam Wuruk Gunakan Kedok Perusahaan Teknologi

9 jam yang lalu

Kategori

  • Ekonomi (346)
  • Fashion (3)
  • Forum Mahasiswa (1)
  • Haji (28)
  • Hiburan (208)
  • Humaniora (655)
  • Internasional (333)
  • Jabar (58)
  • Jelita (19)
  • Kesehatan (5)
  • Kolom Pakar (3)
  • Kuliner (16)
  • Megapolitan (118)
  • Nusantara (434)
  • Olahraga (135)
  • Opini (52)
  • Otomotif (20)
  • Piala Dunia 2026 (181)
  • Politik Dan Hukum (169)
  • Sela (1)
  • Sepak Bola (427)
  • Teknologi (185)
  • Travelista (31)
  • Uncategorized (1)

About Us

Beritabaru1 menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.

Trending Post

  • Hello world!
  • New Policy: Presiden Prabowo Didesak segera Terbitkan Perpres RAN HAM
  • Key Discussion: Preview Ligue 1 Rennes vs Paris FC, Ambisi Tuan Rumah di Roazhon Park
  • Bawa Kabur Motor Teman – Perempuan di Kukar Ditangkap Polisi
  • Main Agenda: Pengamat Soroti Peran Strategis Indonesia di Tengah Dinamika ASEAN

Quick Links

  • Ekonomi
  • Fashion
  • Forum Mahasiswa
  • Haji
  • Hiburan
  • Humaniora
  • Internasional
  • Jabar
  • Jelita
  • Kesehatan

Contact Us

Ready to get started? Contact us today!

  • Contact Us

Copyright © 2026 beritabaru1.com. All rights reserved.