Universitas Syiah Kuala Aceh Jelang Usia 65 Tahun Torehkan Rekord 246 Profesor
Solving Problems: Sebagai salah satu perguruan tinggi negeri tertua di Aceh, Universitas Syiah Kuala (USK) terus berperan dalam menyelesaikan berbagai tantangan pembangunan melalui pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas. Dalam rangka memperingati usia ke-65, institusi ini telah mengukuhkan 246 profesor yang terdiri dari 179 di bidang sains dan 67 di bidang sosial humaniora. Angka ini mencerminkan komitmen USK untuk menjadi pusat keunggulan akademik yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan menggerakkan inovasi dalam berbagai bidang.
Upacara Pengukuhan Profesor dan Perannya dalam Solusi Global
Pada Selasa (9/6), USK Aceh mengadakan upacara pengukuhan profesor dengan melibatkan lima rekan baru yang membuat jumlah profesor mencapai 246. Acara tersebut berlangsung di Gedung AAC Dayan Dawood, kampus Darussalam, Banda Aceh, dan menandai peningkatan signifikan dalam kapasitas akademik universitas. Profesor yang dikukuhkan meliputi Prof. Dr. Sulaiman, S.H., M.H., Prof. Dr. Zahratul Idami, S.H., M.Hum., Prof. Dr. Sri Walny Rahayu, S.H., M.Hum., Prof. Dr. Teuku Muttaqin Mansur, M.H., serta Prof. Dr. Ners. Ardia Putra, S.Kep., MNS. Mereka masing-masing memiliki kontribusi unik yang relevan dalam menyelesaikan isu lokal dan global.
“Pengukuhan profesor bukan sekadar penghargaan, tetapi tanggung jawab untuk terus menyelesaikan masalah melalui penelitian dan pendidikan,” kata Rektor USK, Prof. Dr. Mirza Tabrani. Ia menekankan bahwa para profesor harus menjadi pelaku perubahan yang mampu menghasilkan solusi berbasis ilmu pengetahuan dan kreativitas.
Prosesi ini juga menyoroti bagaimana USK berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dengan menghadirkan para akademisi yang mampu menginspirasi generasi muda. Rektor menambahkan bahwa profesor diharapkan menjadi pemimpin dalam menghadapi tantangan seperti perubahan iklim, kesenjangan sosial, atau kebutuhan ekonomi masyarakat Aceh. Dengan kompetensi yang dimiliki, mereka bisa menjadi pilar dalam menyelesaikan berbagai masalah dengan pendekatan ilmiah dan komprehensif.
Kontribusi Profesor Baru dalam Bidang Spesialisasi
Profesor baru yang dikukuhkan memiliki keahlian yang beragam dan sangat relevan dengan kebutuhan Aceh serta lingkungan sekitarnya. Prof. Dr. Sulaiman, misalnya, fokus pada kajian hukum tanah adat yang bisa membantu menyelesaikan konflik agraria yang sering terjadi. Di sisi lain, Prof. Dr. Zahratul Idami mengembangkan model kepemimpinan Islam yang mendorong tata kelola pemerintahan yang transparan dan berintegritas. Kontribusi ini menunjukkan bagaimana USK berperan aktif dalam menyediakan solusi yang berakar pada budaya dan nilai-nilai lokal.
Prof. Dr. Sri Walny Rahayu mengkhususkan diri pada rekonstruksi tata kelola halal berbasis digital, yang merupakan langkah strategis menghadapi tantangan global di sektor ekonomi. Sementara Prof. Dr. Teuku Muttaqin Mansur mencetak sejarah dengan menetapkan peradilan adat pertama di Indonesia, yang menjadi solusi inovatif dalam penyelesaian sengketa hukum. Prof. Dr. Ners. Ardia Putra, di bidang kesehatan, mengusulkan sistem pelaporan digital untuk mencegah kekerasan terhadap tenaga kesehatan. Semua ini menunjukkan bagaimana USK terus menghasilkan profesional yang siap menghadapi berbagai masalah dengan pendekatan multidisiplin.
Meningkatkan Capaian Akademik untuk Masa Depan
Melalui pengukuhan profesor ini, USK Aceh memperkuat posisinya sebagai pusat pendidikan tinggi yang berwawasan luas. Rektor Mirza Tabrani menyampaikan bahwa kehadiran para profesor harus menjadi batu loncatan untuk meningkatkan kualitas akademik dan menghasilkan penelitian yang relevan dengan kebutuhan nyata masyarakat. “Solving Problems di bidang pendidikan adalah tugas utama kami,” ujarnya, menambahkan bahwa kinerja para profesor akan menjadi indikator keberhasilan transformasi akademik universitas.
USK juga berharap para profesor yang baru saja diukuhkan akan terus berkontribusi dalam pembangunan daerah. Dengan latar belakang akademik yang kuat, mereka diharapkan bisa menjadi pelaku utama dalam menyelesaikan isu-isu kompleks melalui kolaborasi dengan pemerintah, masyarakat, dan lembaga lainnya. Rektor menegaskan bahwa ini bukan hanya pencapaian historis, tetapi juga langkah untuk memastikan bahwa USK tetap menjadi motor penggerak dalam proses pembelajaran dan penyelesaian masalah secara berkelanjutan.
Perspektif Global dan Lokal dalam Pengembangan Profesor
D
