Skip to content
Beritabaru1
fe1b8844-d830-4785-aa70-48971fa106fc-0
  • Home
  • News
  • Sepak Bola
  • Teknologi
  • Internasional
  • Humaniora
  • Politik Dan Hukum
  • Nusantara
  • Hiburan
  • Opini
  • Travelista
  • Ekonomi
  • Megapolitan
  • Kolom Pakar
  • Jelita
  • Olahraga
  • Haji
  • Otomotif
  • Jabar
  • Piala Dunia 2026
  • Kuliner
  • Kesehatan
  • Forum Mahasiswa
  • Fashion
  • Sela
  1. Home
  2. Nusantara
  3. Solving Problems: Mantan Ketua KPK: Tata Kelola Publik harus Didasarkan Sanksi yang Tegas
Nusantara

Solving Problems: Mantan Ketua KPK: Tata Kelola Publik harus Didasarkan Sanksi yang Tegas

Nancy Brown Reporter Rabu, 24 Juni 2026 pukul 22:34 WIB 3 min read
0 Views 0 Komentar
Share:
96071e57-4c59-483c-b789-bdf2c74a20c3-0

Table of Contents

Toggle
  • Solving Problems: Sanksi Tegas dalam Tata Kelola Publik
    • Perspektif Agus Rahardjo
    • Persiapan Sistem Hukum yang Komprehensif
    • Peran Kolaborasi Lintas Sektor
    • Insight dari Peserta Seminar
    • Kebutuhan Perubahan Struktural

Solving Problems: Sanksi Tegas dalam Tata Kelola Publik

Perspektif Agus Rahardjo

Solving Problems – Menyambut kembali isu tata kelola publik, mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo menggarisbawahi bahwa keberhasilan sistem pengelolaan publik sangat bergantung pada penerapan sanksi yang tegas. Dalam seminar yang diadakan di Aula Kampus Universitas Harkat Negeri (UHN) Tegal pada Rabu (24/6), ia menegaskan bahwa keadilan dan transparansi dalam pemerintahan hanya mungkin terwujud jika hukum dijalankan secara konsisten dan berkeadilan.

“Sanksi yang tegas adalah kunci untuk menghindari penyalahgunaan kekuasaan. Di Singapura, tata kelola publik berjalan efektif karena ada mekanisme hukum yang jelas, serta kesadaran para pejabat bahwa kesalahan kecil bisa berakibat besar,” kata Agus Rahardjo, yang pernah menjabat sebagai ketua KPK selama beberapa tahun. Ia menambahkan bahwa kebijakan publik yang baik adalah jalan untuk menyelesaikan masalah sosial yang mengakar.

Mantan Ketua KPK ini juga membandingkan situasi di Indonesia dengan model Singapura. Ia menekankan bahwa hukum di negeri ini perlu menindak pelaku korupsi dari semua lapisan, termasuk pejabat tinggi. “Jika sanksi hanya berlaku bagi yang berada di bawah, sistem tata kelola publik tidak akan berjalan sehat. Solving Problems memerlukan komitmen menyeluruh untuk menegakkan hukum,” ujarnya.

Persiapan Sistem Hukum yang Komprehensif

Agus Rahardjo menyatakan bahwa tata kelola publik yang ideal harus didasarkan pada aturan yang jelas dan mampu menjamin akuntabilitas seluruh pihak. Dalam presentasinya, ia mengungkapkan bahwa kelemahan sistem saat ini terletak pada ketidakteraturan dalam penerapan sanksi. “Kebanyakan kebijakan hanya fokus pada aspek teknis, tapi tidak ada mekanisme hukum yang menyeluruh untuk mengatasi masalah struktural,” jelasnya.

Menurutnya, keberhasilan dalam Solving Problems tidak bisa terlepas dari kemampuan lembaga pemerintah untuk merespons laporan korupsi secara cepat. “Sanksi tegas memberikan efek jera, sehingga para pelaku tidak berani melakukan kesalahan. Itu yang harus menjadi prioritas,” tambah mantan ketua KPK tersebut.

Peran Kolaborasi Lintas Sektor

Dalam sesi diskusi, Rektor UHN Tegal Sudirman Said menyoroti pentingnya kolaborasi antarlembaga dalam menciptakan tata kelola publik yang lebih baik. Menurutnya, tantangan besar seperti kemiskinan dan ketimpangan sosial membutuhkan solusi yang berbasis kebijakan kolaboratif. “Solving Problems di era modern tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Kita perlu sinergi antara pemerintah, bisnis, dan masyarakat sipil,” katanya.

Sudirman menekankan bahwa lembaga seperti APIP dan Satuan Pengawas Internal BUMD harus berperan aktif dalam menegakkan aturan. “Tata kelola yang inklusif adalah cara untuk menyelaraskan kepentingan berbagai pihak. Masyarakat sipil juga harus terlibat untuk memastikan keadilan,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa partisipasi peserta seminar berharap memicu diskusi yang menghasilkan rekomendasi konkret.

Insight dari Peserta Seminar

Seminar yang dihadiri oleh sejumlah akademisi, pegawai lembaga pengawasan, serta peserta aktif dari masyarakat tersebut menjadi wadah untuk menggali solusi menyelesaikan masalah pengelolaan publik. Peserta menyatakan bahwa sanksi tegas harus diperkuat dengan sanksi berjenjang, agar semua pihak merasa terjaga. “Kita perlu kejelasan dalam peraturan, sehingga tata kelola bisa berjalan lancar,” kata salah satu peserta diskusi.

Kehadiran berbagai pihak dalam seminar ini menunjukkan keinginan untuk menciptakan sistem yang lebih transparan. Dengan Solving Problems yang terstruktur, diharapkan dapat mencegah praktik korupsi dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. “Ini adalah langkah awal menuju perubahan yang lebih baik,” lanjut peserta lainnya.

Kebutuhan Perubahan Struktural

Agus Rahardjo mengingatkan bahwa reformasi tata kelola publik harus melibatkan perubahan struktural, bukan hanya perubahan kebijakan. “Kita perlu memperkuat lembaga pengawasan, termasuk KPK, agar bisa menjadi penyelesaian masalah yang efektif,” katanya. Ia menyarankan bahwa selain sanksi, ada kebutuhan untuk memberikan pelatihan dan pendidikan hukum kepada pejabat publik.

Dalam kesimpulannya, ia menegaskan bahwa tata kelola publik yang berkualitas adalah jawaban untuk Solving Problems yang lebih luas. “Jika sanksi dijalankan dengan tegas dan adil, maka masyarakat akan lebih percaya dan termotivasi untuk berpartisipasi dalam pemerintahan,” ujarnya. Seminar ini diharapkan menjadi titik awal untuk memulai perubahan tersebut.

Bagikan:

Berita Terkait

f886f492-fcac-42b7-8867-6c63b96ca0be-0

LPSK Beri Perlindungan Darurat Korban Penyekapan dan Penganiayaan Berat di Bandung

26 Jun 2026
1534f32a-da2b-4c50-b6ad-ca1282d0cb5d-0

Key Strategy: Wali Kota Dorong UMKM Manfaatkan Pembiayaan Aman dan Legal

26 Jun 2026
ccfd4ec2-a145-4c7d-9b0c-14b807a7071f-0

Tanah Kas Daerah Jadi Kos Elite – Sekdes Damarsi Diperiksa 7 Jam

25 Jun 2026

Komentar

Tinggalkan Komentar Batal

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Field yang wajib diisi ditandai *

Dengan mengirim komentar, Anda menyetujui kebijakan komentar kami.

Terpopuler

Berita Terbaru

1782510039_d402f84363d336b912cf

Special Plan: Harga Biosolar B50 Harus Kompetitif untuk Tarik Minat Masyarakat

39 menit yang lalu
0b2edacb-c104-424a-8fb3-dc9eda9a848c-0

New Policy: Presiden Prabowo Didesak segera Terbitkan Perpres RAN HAM

41 menit yang lalu
1782510706_6702119ca7efdf53ac61

Key Issue: Klasemen Grup I Piala Dunia 2026: Prancis Sempurna, Senegal Pesta Gol

43 menit yang lalu
1782511360_747e74ee74aeda024e85

Topics Covered: Korban Jiwa Gempa Venezuela Bertambah Jadi 589 Orang, Ribuan Terluka

46 menit yang lalu
1782511855_c89e55d703da44da063a

Sindikat Judi Daring Hayam Wuruk Gunakan Kedok Perusahaan Teknologi

48 menit yang lalu

Kategori

  • Ekonomi (346)
  • Fashion (3)
  • Forum Mahasiswa (1)
  • Haji (28)
  • Hiburan (208)
  • Humaniora (655)
  • Internasional (333)
  • Jabar (58)
  • Jelita (19)
  • Kesehatan (5)
  • Kolom Pakar (3)
  • Kuliner (16)
  • Megapolitan (118)
  • Nusantara (434)
  • Olahraga (135)
  • Opini (52)
  • Otomotif (20)
  • Piala Dunia 2026 (181)
  • Politik Dan Hukum (169)
  • Sela (1)
  • Sepak Bola (427)
  • Teknologi (185)
  • Travelista (31)
  • Uncategorized (1)

About Us

Beritabaru1 menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.

Trending Post

  • Hello world!
  • New Policy: Presiden Prabowo Didesak segera Terbitkan Perpres RAN HAM
  • Key Discussion: Preview Ligue 1 Rennes vs Paris FC, Ambisi Tuan Rumah di Roazhon Park
  • Bawa Kabur Motor Teman – Perempuan di Kukar Ditangkap Polisi
  • Main Agenda: Pengamat Soroti Peran Strategis Indonesia di Tengah Dinamika ASEAN

Quick Links

  • Ekonomi
  • Fashion
  • Forum Mahasiswa
  • Haji
  • Hiburan
  • Humaniora
  • Internasional
  • Jabar
  • Jelita
  • Kesehatan

Contact Us

Ready to get started? Contact us today!

  • Contact Us

Copyright © 2026 beritabaru1.com. All rights reserved.