Special Plan: Polda Sulsel Sita 70 Kg Sabu dan 30 Kg Kokain dalam 6 Bulan
Special Plan –
Pengungkapan Narkoba dalam Rangka Special Plan
Polda Sulawesi Selatan mencatatkan capaian signifikan dalam operasi pemberantasan narkoba selama enam bulan terakhir. Sebagai bagian dari Special Plan, jajaran kepolisian berhasil menyita total 70 kilogram sabu dan 30 kilogram kokain. Angka ini disampaikan oleh Kapolda Sulsel, Inspektur Jenderal Djuhandhani Rahardjo Puro, dalam konferensi pers di Makassar pada 29 Juni 2026. Dalam periode tersebut, total 1.175 kasus narkoba diungkapkan, 1.778 tersangka ditangkap, dan hampir 237.000 individu berhasil diselamatkan dari risiko penggunaan narkoba ilegal.
Strategi Pemberantasan Narkoba yang Terus Diperbarui
Kapolda Djuhandhani menegaskan bahwa Special Plan memasuki fase baru dengan tantangan yang semakin kompleks. Para pelaku kejahatan kini menggunakan metode transaksi tak langsung, seperti menyembunyikan sabu di tempat tersembunyi atau menggunakan sistem jaringan pengiriman modern. “Ini tantangan baru. Tapi kami terus membenahi SDM dan teknologi informasi agar tak ketinggalan,” tutur Djuhandhani. Selama beberapa bulan terakhir, tim investigasi terus mengembangkan strategi operasi khusus. Di Polres Parepare, misalnya, operasi pada Polsek Pelabuhan Nusantara berhasil mengamankan 40 kg sabu dan 157 butir cartridge etimodate. Sementara di Polrestabes Makassar, setelah melalui penyelidikan intensif, empat tersangka ditangkap dengan barang bukti 5 kg sabu. Capaian ini menjadi bukti keseriusan Special Plan dalam menekan gelombang narkoba.
“Kami tidak hanya mengejar barang bukti, tapi juga menghancurkan jaringan penyuplai dan pengguna narkoba secara holistik,” tambah Djuhandhani.
Pengungkapan narkoba dalam Special Plan tidak hanya memperkuat koordinasi antar instansi, tetapi juga meningkatkan keamanan di wilayah Sulawesi Selatan. Kebijakan ini menekankan integrasi teknologi informasi dengan kegiatan penyelidikan, termasuk penggunaan sistem pemantauan real-time dan analisis data kejahatan narkoba. Capaian tersebut mencerminkan komitmen pihak berwajib untuk melindungi masyarakat dari ancaman narkoba yang terus berkembang.
Peningkatan Kerja Sama dengan Instansi Terkait
Dalam rangka mewujudkan Special Plan, Polda Sulsel meningkatkan sinergi dengan sejumlah institusi strategis. Kerja sama dengan TNI, Bea Cukai, BNNP Sulsel, Imigrasi, BPOM, dan pelabuhan menjadi prioritas untuk mengungkap berbagai jalur masuk narkoba. Djuhandhani menjelaskan bahwa pengawasan intensif diterapkan di titik masuk utama seperti Pelabuhan Soekarno Hatta Makassar, Pelabuhan Nusantara Parepare, dan Bandara Sultan Hasanuddin Maros. Selain itu, kepolisian juga meningkatkan keterlibatan masyarakat melalui sosialisasi anti-narkoba dan program rehabilitasi. “Pecandu narkoba akan diberikan kesempatan untuk pulih melalui pelatihan dan bantuan psikologis,” kata Djuhandhani. Dalam Special Plan, penegak hukum juga menargetkan penyelidikan kecil-kecilan melalui UU Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) agar efek jera dapat tercapai secara optimal.
“Mereka adalah pasar gelap. Jika disembuhkan, maka pasar itu mati,” terang Djuhandhani.
Hasil operasi Special Plan menunjukkan bahwa pemerintah dan kepolisian Sulsel berhasil menyita barang bukti yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Total kerugian mencapai sekitar Rp90 miliar dari barang bukti seperti sabu, kokain, ganja, ekstasi, dan tembakau sintetis. Djuhandhani menekankan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari kolaborasi terpadu antar instansi dan keberlanjutan program Special Plan untuk menekan penyalahgunaan narkoba di masa depan.
Kinerja Tim Investigasi dalam Special Plan
Selama enam bulan terakhir, tim investigasi Polda Sulsel menunjukkan keunggulan dalam pemberantasan narkoba. Dalam operasi terpisah, Polres Pelabuhan Makassar berhasil mengungkap satu kasus dengan sabu 1 kg, sementara ganja dan ekstasi juga terus disita dalam jumlah besar. “Kami terus meningkatkan kemampuan teknis untuk mengungkap jaringan penyuplai narkoba,” ujar Djuhandhani. Penggunaan teknologi dan kecermatan dalam penyelidikan menjadi kunci keberhasilan Special Plan. Dengan data yang lebih akurat, polisi mampu mengidentifikasi kegiatan kejahatan narkoba sejak tahap awal. Strategi ini juga berdampak pada tingkat kepercayaan publik terhadap pihak berwajib, yang semakin meningkat seiring keberhasilan pengungkapan narkoba secara massif.
“Special Plan adalah wujud nyata komitmen untuk mewujudkan Generasi Emas 2045 yang bebas narkoba,” pungkas Djuhandani.
Djuhandhani menambahkan bahwa keberhasilan dalam Special Plan akan terus ditingkatkan melalui penambahan anggaran, pelatihan khusus untuk petugas, dan peningkatan kesadaran masyarakat. “Kita harus melibatkan seluruh komponen masyarakat, termasuk tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pelajar, agar Special Plan benar-benar mampu mengubah pola penggunaan narkoba,” jelasnya. Peningkatan kesadaran masyarakat dan integrasi kebijakan antinarkoba di berbagai tingkat menjadi prioritas utama dalam Special Plan. Dengan kerja sama yang lebih baik, harapan besar terbentuk untuk menekan angka penyalahgunaan narkoba dan menjaga keamanan generasi muda di Sulawesi Selatan.
