Special Plan Melonjak 117 Persen di Medan, Jermal Jadi Fokus Penindakan
Special Plan – Dalam lima bulan pertama tahun 2026, penanganan kasus narkoba di Kota Medan melalui Special Plan mengalami lonjakan signifikan. Pihak kepolisian mencatat temuan 997 perkara narkotika, angka yang meningkat 117 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Lonjakan ini terjadi setelah penangkapan terhadap 1.211 orang yang diduga terlibat dalam jaringan peredaran dan penggunaan narkoba. Special Plan yang dicanangkan pihak berwenang telah menjadi strategi utama dalam meningkatkan efisiensi operasi dan menekan jumlah penyalahgunaan narkoba di wilayah tersebut.
Tingkat Penyalahgunaan Narkoba di Medan Meningkat Drastis
Kenaikan jumlah kasus narkoba mengikuti perluasan aktivitas jaringan gelap yang lebih intens. Polrestabes Medan melaporkan bahwa penemuan barang bukti dan penangkapan tersangka terus meningkat, mencerminkan upaya kepolisian yang lebih sistematis dalam menindaklanjuti Special Plan. Data menunjukkan bahwa jumlah penyitaan sabu, ganja, serta ekstasi mencapai level tertinggi sepanjang tahun, terutama di kawasan permukiman yang menjadi titik rawan.
Kawasan Jermal Jadi Titik Fokus Operasi
Dalam rangka Special Plan, kawasan Jermal dipilih sebagai lokasi utama untuk operasi pemberantasan narkoba. Polrestabes Medan menjelaskan bahwa program Gerebek Sarang Narkoba (GSN) dilakukan secara berulang untuk menghancurkan tempat peredaran yang meresahkan masyarakat. Selama pertengahan tahun, aparat telah melaksanakan 14 kali penggerebekan, mengakibatkan 23 bangunan dianggap sebagai pusat transaksi dihancurkan. Special Plan ini berfokus pada penyelidikan menyeluruh, termasuk menggali jaringan pengedar dan pengguna.
“Kenaikan penangkapan di Jermal membuktikan efektivitas Special Plan dalam menekan akar peredaran narkoba. Kami tidak hanya menghancurkan tempat-tempat transaksi, tetapi juga memantau aktivitas gelap secara rutin,” jelas Kapolrestabes Medan Kombes Jean Calvijn Simanjuntak, Kamis (11/6).
Strategi Pemberantasan Narkoba dalam Special Plan
Kepolisian Kota Medan terus menyempurnakan metode penindakan dalam Special Plan, termasuk memperluas cakupan operasi ke tempat hiburan malam. Salah satu target utama adalah Phantom KTV, yang diduga menjadi tempat kumpul pengguna narkoba. Selain itu, pihak berwenang menggandeng komunitas setempat untuk mempercepat pengungkapan kasus. Special Plan ini juga mencakup pelatihan detektif bagi anggota, serta pembinaan di sekolah dan tempat kerja untuk mencegah penyalahgunaan dini.
“Dengan Special Plan, kita bisa menangani peredaran narkoba secara lebih cepat dan terarah. Kesadaran masyarakat terhadap bahaya narkoba harus ditingkatkan, sambil kita juga memperketat pengawasan di tempat-tempat rentan,” tambah Calvijn.
Modus Baru dan Dampak pada Komunitas
Lonjakan kasus narkoba di Medan tidak hanya terkait dengan jumlah barang bukti, tetapi juga mencakup modus baru yang semakin canggih. Polisi menyita 231 kilogram sabu, 54 kilogram ganja, 2.200 butir Happy Five, serta 93 ribu butir ekstasi. Selain itu, 3.000 pot cairan vape yang mengandung zat terlarang menjadi bukti bahwa narkoba beradaptasi dengan teknologi. Special Plan mendorong pengawasan lebih ketat terhadap industri vape dan tempat hiburan yang menjadi titik kumpul pengguna.
Program Special Plan juga memperhatikan dampak sosial dari penyalahgunaan narkoba. Kepolisian bekerja sama dengan dinas kesehatan dan lembaga pendidikan untuk menyediakan rehabilitasi dan edukasi kepada korban. Strategi ini mencoba mengurangi jumlah pengguna baru dan menguatkan masyarakat dalam menentang gelombang narkoba yang mengancam kota.
Kepolisian juga memperkenalkan mekanisme monitoring lebih ketat terhadap wilayah yang rawan, seperti Jermal dan area sekitarnya. Dengan Special Plan, operasi GSN dilakukan secara rutin untuk memastikan jaringan narkoba tidak berpindah ke wilayah lain tanpa terdeteksi. Kenaikan penangkapan selama 21 hari operasi Antik 2026 memberikan hasil positif, dengan 164 perkara dan 195 tersangka berhasil diungkap.
Dalam jangka panjang, Special Plan diharapkan menjadi paradigma baru dalam menangani narkoba. Calvijn menyatakan bahwa pihaknya akan terus mengoptimalkan program ini, termasuk memanfaatkan teknologi pengawasan dan mendekati pengguna narkoba sejak dini. “Kami tidak hanya menindak, tetapi juga membangun kesadaran dan kepatuhan bersama masyarakat,” tegasnya.
