Special Plan: Mahasiswa ITB Hilang di Gunung Puntang, Tim SAR Terus Intensif Lakukan Pencarian
Special Plan – Dalam rangka mempercepat upaya penyelamatan, Special Plan khusus telah dijalankan oleh tim pencarian dan pertolongan (SAR) untuk menemukan mahasiswa Program Magister Teknik Lingkungan Institut Teknologi Bandung (ITB), Arief Wibisono, yang tercatat hilang hubungan sejak Sabtu (9/5) sore. Arief turun dari Gunung Puntang, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung, bersama dua temannya, tetapi memutuskan berjalan sendirian, meninggalkan rombongan di tengah perjalanan. Special Plan ini melibatkan koordinasi lintas instansi guna memastikan pencarian berjalan efektif dan terorganisir.
Korban tidak terhubung lagi sejak memutuskan untuk mempercepat perjalanan. Ketika kedua temannya tiba di basecamp Pasirkuda, Arief belum ditemukan. Sampai saat ini, komunikasi dengan mahasiswa tersebut masih terputus. Basarnas dan polisi setempat telah melakukan penelusuran di sekitar lokasi, termasuk menyisir jalur-jalur yang cukup terjal dan berpotensi membahayakan. Special Plan ini juga melibatkan relawan yang turut serta untuk menambah cakupan area pencarian.
Upaya Pencarian Berjalan Intensif
Tim SAR terus memperluas area pencarian dengan membagi tugas berdasarkan jalur yang dikenal oleh para pendaki. Special Plan menyatakan bahwa pencarian akan dilakukan secara bertahap, mulai dari basecamp hingga titik tertinggi di Gunung Puntang. Berbagai metode seperti penelusuran manual, penggunaan drone, dan analisis data topografi telah diadopsi untuk meningkatkan efisiensi operasi.
“Kami sedang mengkoordinasikan Special Plan ini untuk memastikan tidak ada sudut yang terlewat dalam pencarian Arief,” ungkap Komandan Basarnas Bandung, Bambang Setiawan. Ia menambahkan, seluruh anggota tim SAR telah diberi instruksi khusus agar fokus pada daerah yang rentan terhadap cuaca buruk dan jalur yang kurang dikenal.
Keluarga Arief dilaporkan dalam perjalanan menuju Gunung Puntang untuk memberikan dukungan langsung. Special Plan juga mencakup pengaturan posko darurat di lokasi gunung, serta pemberian informasi berkala kepada publik. Koordinasi dengan warga sekitar dan pengelola kawasan wisata juga menjadi bagian penting dari rencana ini guna memperoleh petunjuk tambahan.
Dukungan dari Kampus dan Masyarakat
Institut Teknologi Bandung (ITB) memberikan dukungan maksimal dalam operasi pencarian ini. Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan (FTSL) memastikan bahwa data dan laporan terkini dihimpun, sementara program studi magister teknik lingkungan terus berkoordinasi dengan tim SAR. Special Plan ini menjadi strategi utama kampus untuk menunjukkan tanggung jawab terhadap mahasiswanya yang hilang.
Sementara itu, masyarakat Bandung Raya turut serta dalam Special Plan ini. Relawan lokal dan komunitas pendaki secara aktif mengumpulkan informasi, melakukan pemantauan, serta membantu tim SAR dalam menempuh jalur yang cukup berat. Special Plan juga memastikan bahwa para pelaku pencarian mendapatkan dukungan logistik dan teknis yang diperlukan.
Perkembangan terkini menunjukkan bahwa pencarian masih berlangsung tanpa henti. Basarnas memperkirakan bahwa 30 relawan akan terlibat dalam operasi tersebut, terdiri dari personel profesional dan masyarakat. Special Plan ini memastikan bahwa setiap langkah yang diambil dirancang secara sistematis dan cepat, mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu serta kemungkinan terjebaknya Arief di medan yang sulit.
“Kami harap Special Plan ini bisa membantu mengungkap jejak Arief secepat mungkin. Keluarga dan seluruh elemen masyarakat mendukung upaya ini dengan penuh semangat,” kata perwakilan dari Pusdiklat Basarnas.
Sebagai bagian dari Special Plan, beberapa titik kritis di Gunung Puntang telah ditetapkan sebagai area fokus pencarian. Hal ini dilakukan setelah menganalisis perjalanan Arief dan membicarakan kemungkinan titik terjauh yang ia tempuh. Special Plan juga memastikan bahwa alat-alat modern seperti GPS dan komunikasi satelit digunakan untuk meminimalkan risiko.
Operasi SAR terus berlangsung hingga hari ini, dengan harapan Arief dapat ditemukan dalam waktu dekat. Special Plan ini menjadi contoh bagaimana kesiapan dan kerja sama lintas instansi bisa membantu dalam situasi darurat. Setiap hari, tim SAR meninjau kembali strategi pencarian dan memperbarui data terkini guna meningkatkan peluang penemuan korban.
