Warga Kaltim Kini Punya Layanan Jantung Terpadu
Special Plan – Kalimantan Timur kini menyambut hadirnya pusat layanan jantung yang lebih modern dan terintegrasi. Pada Rabu (24/6/2026), Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud secara resmi membuka Gedung Jantung Terpadu Awang Faroek Tower di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan. Inisiatif ini bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, terutama dalam penanganan penyakit kardiovaskular, bagi masyarakat setempat.
Pembukaan Gedung Jantung Terpadu
Plt Direktur RSKD Balikpapan drg Ahmad Jais menjelaskan bahwa pembangunan gedung tersebut didasari peningkatan kasus penyakit jantung dan pembuluh darah di daerah tersebut. Dalam tiga tahun terakhir, rumah sakit ini telah menangani 2.238 kasus dengan tingkat keberhasilan tindakan mencapai 99 persen. Selain itu, RSKD juga telah melakukan 40 operasi jantung terbuka atau Coronary Artery Bypass Grafting (CABG) dengan hasil yang sangat memuaskan, yakni 95 persen.
“Kehadiran gedung ini menyediakan berbagai fasilitas mutakhir, termasuk cath lab B-Plan pertama di Kalimantan,” ujar drg Ahmad Jais. Ia menegaskan bahwa fasilitas ini akan memperkuat kemampuan diagnosis dan tindakan intervensi medis di wilayah tersebut.
Puskesmas terpadu tersebut dilengkapi dengan ruang operasi berstandar Modular Operating Theater (MOT) serta teknologi Smart RSKD. Teknologi ini memungkinkan pemantauan kondisi pasien secara real-time, mulai dari ambulans, instalasi gawat darurat (IGD), Intensive Cardiac Care Unit (ICCU), hingga ruang perawatan. Dengan dukungan infrastruktur ini, berbagai layanan medis seperti angiografi koroner, pemasangan ring jantung, dan penggunaan temporary pacemaker bisa diakses di Balikpapan.
Fasilitas dan Teknologi Terkini
Gedung Jantung Terpadu Awang Faroek Tower memberikan kemudahan bagi masyarakat Kalimantan Timur dalam memperoleh layanan kesehatan jantung. Fasilitas tersebut diharapkan bisa mengurangi kebutuhan pasien untuk mencari pengobatan di luar daerah. Menurut Rudy Mas’ud, keberadaan layanan ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan aksesibilitas kesehatan.
“Kita tidak hanya membangun fasilitas, tetapi juga membangun kualitas SDM. Alat dan gedung sebagus apa pun tidak akan maksimal jika pelayanannya tidak ramah,” pesan Rudy. Ia menekankan pentingnya tenaga kesehatan yang kompeten dan penuh empati sebagai bagian dari upaya peningkatan kesehatan masyarakat.
Gubernur Kaltim juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun daerah dengan tetap menjaga persatuan. Dengan adanya pusat layanan jantung terpadu, diharapkan bisa meningkatkan kualitas hidup warga dan mendukung pembangunan kesehatan yang berkelanjutan di Kalimantan Timur.
