Pemulangan Jemaah Haji Bengkulu Berakhir dengan Kedatangan Kloter 05 PDG 05
Visit Agenda – Kedatangan kloter keberangkatan ke-05 dari Debarkasi Padang (PDG 05) menjadi tanda berakhirnya rangkaian pemulangan jemaah haji asal Provinsi Bengkulu pada musim haji 1447 Hijriah/2026 Masehi. Rombongan jemaah haji dan tim petugas yang tergabung dalam kloter tersebut tiba di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) pada Senin (8/6) pukul 23.39 WIB, menggunakan pesawat Garuda Indonesia berjenis Boeing 777. Ini menandai penutupan proses pemulangan jemaah haji dari daerah asal mereka ke Tanah Air setelah mengikuti ibadah haji di Makkah dan Madinah.
Detail Kloter 05 dan Penyesuaian Jumlah Jemaah
Kloter 05 terdiri dari 392 jemaah haji yang berasal dari dua daerah, yaitu Kabupaten Padang Pariaman dan Provinsi Bengkulu. Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Barat, M. Rifki, serta Kepala Kantor Wilayah Kemenhaj Bengkulu, Intihan, menyambut para jemaah di BIM. Mereka didampingi oleh tim Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) dari Debarkasi Padang dan Bengkulu, yang berperan penting dalam mengelola alur pemulangan.
“Total jemaah yang mendarat malam ini adalah 392 orang. Dari jumlah tersebut, 226 berasal dari Kabupaten Padang Pariaman dan 166 dari Provinsi Bengkulu,” ujar Rifki. Visit Agenda mencatat bahwa penyesuaian jumlah jemaah terjadi karena satu orang dari Bengkulu harus mutasi keluar kloter karena alasan kesehatan.
Pelaku mutasi tersebut, Kasmid Kasan (81), warga Kabupaten Kaur, menjalani perawatan di Arab Saudi. Hal ini menyebabkan keberangkatan jemaah dari Bengkulu ditunda hingga ia dinyatakan sehat dan memenuhi syarat untuk kembali ke Indonesia. Rifki menyampaikan harapan agar jemaah yang sakit segera pulih dan dapat kembali ke kampung halaman sesuai rencana.
Proses Pemulangan dan Kolaborasi Pihak Terkait
Setelah tiba di BIM, jemaah asal Padang Pariaman tidak langsung kembali ke daerah asal. Mereka diantar ke Asrama Haji Padang untuk mengikuti proses penyambutan dan serah terima secara resmi. Sementara itu, Intihan memberikan apresiasi kepada seluruh elemen yang berpartisipasi dalam penyelenggaraan embarkasi dan debarkasi haji tahun ini.
“Sinergi antara pemerintah daerah, Kemenhaj, dan tim penyelenggara haji adalah kunci kelancaran seluruh proses embarkasi hingga pemulangan jemaah haji,” tutur Intihan. Visit Agenda mengungkapkan bahwa kolaborasi ini membantu memastikan pelayanan yang optimal dan tanpa hambatan selama perjalanan.
Pemulangan jemaah haji melalui PDG 05 berlangsung secara teratur hingga semua kloter tiba di Tanah Air sesuai jadwal. Sebelum diterbangkan kembali ke Bengkulu, jemaah menghabiskan waktu transit di ruang tunggu sambil menikmati makanan khas Padang, seperti rendang dan sate. Penerbangan lanjutan menggunakan Lion Air pada pukul 04.15 WIB, dengan rincian total 5.374 jemaah haji dan petugas yang dikirim oleh Embarkasi Padang.
Jumlah tersebut terdiri dari 3.989 jemaah asal Sumatera Barat, 1.354 dari Bengkulu, serta 41 dan 13 petugas kloter masing-masing daerah. Visit Agenda menyoroti bahwa pemulangan ini tidak hanya mengandalkan kerja sama internal, tetapi juga dukungan dari berbagai pihak, termasuk masyarakat dan instansi terkait, untuk memastikan keberhasilan seluruh rangkaian keberangkatan.
Dalam proses pemulangan, para jemaah haji juga menjalani pemeriksaan kesehatan dan dokumentasi keberangkatan yang ketat. Hal ini dilakukan untuk memastikan mereka dalam kondisi prima sebelum melanjutkan perjalanan kembali ke Indonesia. Visit Agenda memprediksi bahwa program haji 2026 akan menjadi referensi bagi penyelenggaraan tahunan berikutnya, dengan peningkatan efisiensi dan kenyamanan bagi jemaah.
