Visit Agenda: Viral Perampokan di IKN, Pemilik Toko Dipukul Balok dan Dirampas Gelang Emas
Visit Agenda – Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, menjadi sorotan publik setelah aksi perampokan dengan kekerasan yang terjadi pada Kamis (11/6) pagi. Insiden ini terjadi di Desa Bumi Harapan, saat seorang wanita berinisial SI, 58 tahun, menjadi korban. Peristiwa ini viral di media sosial, memperlihatkan bagaimana pelaku menggunakan balok kayu untuk memukul korban hingga mengalami luka di kepala dan kehilangan gelang emas berat 2,2 gram. Kejadian ini menambah kisah narasi yang diharapkan menjadi bagian dari Visit Agenda ke IKN, yang selama ini dikenal sebagai pusat kegiatan ekonomi dan budaya baru.
Dampak dan Respons dari Masyarakat
Kebocoran informasi tentang aksi perampokan di IKN menimbulkan kecemasan di kalangan warga dan pengunjung. Banyak orang menganggap kejadian ini sebagai hambatan bagi Visit Agenda yang diharapkan meningkatkan daya tarik kawasan tersebut. Sejumlah warga sekitar mengungkapkan rasa prihatin terhadap korban dan menuntut kejelasan dari pihak berwajib. “Ini mengganggu ketenangan warga sekitar, terutama mereka yang ingin mengikuti Visit Agenda ke IKN,” kata salah satu warga, seperti diberitakan di media lokal.
“Korban mengalami luka ringan, tetapi kondisinya cukup parah karena serangan terjadi secara mendadak. Kejadian ini memperlihatkan bahwa bahaya kejahatan tidak hanya terjadi di kota besar, tetapi juga di daerah yang sedang berkembang seperti IKN,”
Detail dan Proses Penyelidikan
Menurut Kapolsek Sepaku, AKP Syarifuddin, aksi perampokan terjadi sekitar pukul 07.30 Wita. Pemilik toko, SI, sedang berada di tempat sendirian saat seorang pria berpura-pura ingin membeli barang. Pelaku, diduga terlebih dahulu memperhatikan gelang emas yang dikenakan korban, lalu menunggu momen tepat untuk mengambil keuntungan. Setelah transaksi selesai, ia meninggalkan toko, lalu kembali setelah sekitar 15 menit untuk melakukan serangan. “Kami sedang memburu pelaku dan mengecek CCTV di sekitar area kejadian. Ini bagian dari tugas kami dalam menyelidiki kejadian yang menjadi bagian dari Visit Agenda di IKN,” jelas Syarifuddin.
Pelaku diduga memakai pakaian biasa dan berpura-pura menjadi pembeli untuk memancing korban. Setelah memukul kepala korban dengan balok kayu, pelaku merampas gelang emas dari tangan dan langsung melarikan diri. Kejadian ini memperlihatkan cara pelaku berpura-pura menunjang Visit Agenda, menambahkan elemen kejutan dalam kunjungan ke IKN.
Dalam penyelidikan, polisi mengumpulkan keterangan dari saksi mata dan mengunggah video kejadian di media sosial untuk memudahkan proses investigasi. “Saya harap masyarakat tetap tenang dan tetap mengikuti Visit Agenda ke IKN, tetapi kami akan memastikan keamanan kawasan tersebut,” kata Syarifuddin. Warga menyarankan pihak kepolisian meningkatkan patroli di area yang menjadi destinasi utama kunjungan Visit Agenda, terutama saat jam sibuk.
Korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Hermina IKN untuk perawatan. Sementara itu, warga sekitar membagikan berita ini di media sosial, mengharapkan pelaku bisa segera ditangkap. “Ini adalah bagian dari pertumbuhan kota baru, dan kami ingin semua Visit Agenda di IKN tetap aman dan nyaman,” kata salah satu warga yang tidak ingin diketahui namanya. Masyarakat juga menyoroti pentingnya peningkatan keamanan sebagai bagian dari strategi pembangunan IKN.
Peristiwa ini menegaskan bahwa IKN, meskipun masih dalam tahap pembangunan, perlu memperkuat sistem keamanan untuk menunjang tujuan Visit Agenda yang menjadi salah satu prioritas pemerintah. Selain itu, kejadian ini juga memicu diskusi tentang peluang peningkatan pengawasan di tempat-tempat strategis yang sering dikunjungi oleh pengunjung.
