Cuaca Ekstrem 18 Daerah Jateng Hari Ini: BMKG Peringatkan Banjir Rob Pantura
Waspada Cuaca Ekstrem di 18 Daerah Jawa Tengah menjadi perhatian utama bagi masyarakat dan pemerintah daerah. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan terkait fenomena cuaca ekstrem yang diharapkan terjadi hari ini, Sabtu (23/5). Wilayah yang terdampak mencakup 18 daerah, dengan potensi hujan deras, angin kencang, dan petir. Selain itu, BMKG juga memperingatkan ancaman banjir rob di Pantura dan gelombang tinggi di perairan utara serta selatan.
Cuaca Ekstrem dan Risiko Bencana
Berdasarkan laporan prakiraan cuaca, kondisi ekstrem bisa memicu berbagai bencana alam, seperti tanah longsor, banjir, dan angin puting beliung. Rany Puspita, prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, menjelaskan bahwa daerah pegunungan, dataran tinggi, serta Pantura terutama rentan terhadap dampak cuaca tersebut. “Kondisi cuaca ekstrem ini berpotensi mengganggu aktivitas sehari-hari dan mengurangi visibilitas jalan raya,” katanya.
Di daerah seperti Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, dan Wonosobo, intensitas hujan diperkirakan cukup tinggi, dengan kecepatan angin mencapai 3–27 km/jam. Sementara itu, Boyolali, Karanganyar, Grobogan, Blora, serta Temanggung menjadi lokasi dengan risiko banjir rob yang lebih besar. “Kondisi air laut naik tinggi bisa menyebabkan keterjangan air ke permukiman,” tambah Rany.
BMKG merekomendasikan masyarakat untuk tetap waspada terhadap cuaca ekstrem di 18 daerah Jawa Tengah. Hal ini terutama penting bagi warga yang tinggal di kawasan pesisir dan daerah rawan banjir. Peringatan ini juga memperkuat kebutuhan untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap kondisi cuaca yang tidak menentu. “Waspada Cuaca Ekstrem di 18 Daerah Jateng ini harus diimbangi dengan persiapan yang matang,” tegas Rany.
Daerah Rentan Cuaca Ekstrem
Wilayah yang terdampak cuaca ekstrem hari ini mencakup Banyumas, Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Mungkid, Boyolali, Karanganyar, Grobogan, Blora, Ungaran, Temanggung, Kajen, Pemalang, Slawi, Magelang, Bumiayu, Majenang, dan Ambarawa. Daerah-daerah tersebut diprediksi mengalami hujan deras dan angin kencang yang berdampak pada permukiman, pertanian, serta infrastruktur transportasi. Wilayah lain di Jawa Tengah hanya mengalami hujan ringan hingga sedang.
Retna Swasti Karini, prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang, mengatakan bahwa tinggi gelombang di perairan selatan Jawa Tengah mencapai 1,25 hingga 2,5 meter, sementara di perairan utara berkisar 1–1,25 meter. Fenomena rob, yang merupakan kenaikan air laut hingga 1 meter, berpotensi menyebabkan banjir di wilayah Pantura seperti Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Demak, Jepara, dan Pati.
“Waspada Cuaca Ekstrem di 18 Daerah Jateng selama rentang waktu 12.00–16.00 WIB, karena gelombang tinggi dan rob bisa berdampak signifikan terhadap kehidupan sehari-hari,” kata Retna.
Banjir rob yang terjadi di Pantura Jawa Tengah tidak hanya mengganggu perekonomian, tetapi juga menghambat aktivitas logistik dan transportasi. Retna menambahkan bahwa masyarakat perlu memperkuat sistem drainase dan memantau pergerakan air laut untuk mengurangi risiko kerusakan pada lahan pertanian, tambak, dan pasar. “Pemerintah daerah juga diimbau untuk melakukan evakuasi jika diperlukan,” ujarnya.
BMKG memberikan informasi bahwa suhu udara di Jawa Tengah hari ini berkisar 18–34°C, dengan kelembaban relatif 50–95%. Kondisi tersebut memperparah risiko cuaca ekstrem, terutama di daerah pegunungan yang rawan longsor. Selain itu, angin kencang yang bertiup dari arah timur ke selatan dapat menyebabkan kerusakan pada tanaman pertanian dan bangunan. “Waspada Cuaca Ekstrem di 18 Daerah Jateng ini sebaiknya diantisipasi sejak pagi hari untuk menghindari kejadian yang tidak terduga,” tegas Retna.
