Sindir Charles Barkley di Wisuda LSU, Shaquille O’Neal Raih Gelar Magister Kedua!
Meeting Results – Shaquille O’Neal, salah satu legenda NBA, kembali menunjukkan prestasi akademiknya dengan meraih gelar Master of Arts in Liberal Arts (MALA) dari Louisiana State University (LSU) pada hari Sabtu, 16 Mei 2026. Acara wisuda ini menjadi momen yang menarik karena O’Neal memanfaatkan kesempatan untuk menghadirkan humor, terutama saat berinteraksi dengan rekan presenternya di Inside the NBA, Charles Barkley.
Momen Tertawa di Wisuda LSU
Dalam acara wisuda, O’Neal menghadirkan suasana yang menyenangkan dengan menciptakan situasi lucu. Ia meminta guru pembacanya membacakan nama wisudawan dengan penekanan khusus pada julukan “I Hate Charles Barkley,” yang menunjukkan hubungan tidak formalnya dengan sahabat sekaligus rekan sejawat. Aksi tersebut memicu tawa penonton dan menambahkan dimensi kehidupan pribadinya yang selalu menonjolkan sisi santai.
“Saya sempat berpikir tentang psikologi olahraga, tetapi bidang itu terlalu berat untuk saya,” ungkap O’Neal dalam wawancara dengan New York Post. “Tapi ini adalah kesempatan untuk mengekspresikan kecerdasan dan semangat akademik sambil tetap menampilkan sisi manusiawi saya.”
Riwayat Pendidikan O’Neal yang Luas
Gelar Master ini memperkuat prestasi akademik O’Neal, yang telah mengantarkan dirinya meraih empat gelar dari universitas berbeda. Sebelumnya, ia memperoleh gelar Sarjana Umum pada 2000, Master Administrasi Bisnis pada 2005, dan Doktor Pendidikan pada 2012. Kali ini, ia menyelesaikan tesis berjudul “Interdisciplinary Approach to Mentorship through the lens of the epic poem – ‘The Odyssey'”. Karya akademik ini dirancang untuk mendukung perannya sebagai mentor bagi atlet muda di berbagai tingkatan.
O’Neal juga menyoroti peran NIL (Name, Image, and Likeness) dalam dunia olahraga. Ia menekankan pentingnya pendidikan sebagai alat untuk mengelola keuntungan finansial yang diperoleh atlet profesional. “Orang-orang selalu fokus pada uang terlebih dahulu, tetapi Anda harus memiliki pendidikan tentang bagaimana mengelola uang tersebut,” jelasnya. “Jadi saya ingin anak-anak saya dan mereka yang mengikuti saya berkata, ‘Oke, dia berpendidikan. Mungkin saya juga harus melakukannya,'”
Sebagai bintang olahraga yang konsisten, O’Neal tidak hanya dikenal karena kontribusinya di lapangan, tetapi juga karena dedikasinya terhadap pendidikan. Kehadiran di LSU bukan sekadar kegiatan tahunan, tetapi bagian dari komitmen jangka panjangnya untuk menginspirasi generasi muda. Ia menjelaskan bahwa gelar akademik ini menjadi bagian dari “meeting results” yang ia harapkan bisa menciptakan dampak lebih luas.
Di sela-sela acara, O’Neal terlihat senyum dan ikut tertawa saat mengambil ijazah. Sebelum menjabat tangan profesor, ia melambaikan tangan ke penonton dan melakukan gerakan menari kecil. Aksi tersebut menunjukkan bahwa meski serius dalam studi, O’Neal tetap menjaga semangatnya sebagai bintang olahraga yang berani mengekspresikan sisi humorisnya. “Ini bukan hanya tentang akademik, tapi juga tentang bagaimana kita bisa menyenangkan diri sambil meraih sesuatu yang bermakna,” ujarnya.
Meeting Results tidak hanya menjadi tema kecil dalam acara wisuda, tetapi juga menggambarkan filosofi O’Neal tentang kehidupan. Dalam wawancara lebih lanjut, ia menyoroti bagaimana pengalaman menjadi atlet dan mentor telah mengubah perspektifnya terhadap pendidikan. “Saya selalu berpikir bahwa meeting results dalam olahraga adalah tentang keberhasilan di lapangan, tetapi kini saya mengakui bahwa hasil akademik juga menjadi bagian penting dari perjalanan saya.”
