Membaca Ulang Ontologi Kedigdayaan Olahraga
Kedigdayaan Olahraga: Pandangan yang Dinamis
Special Plan – Kedigdayaan olahraga, dari sudut pandang ontologis, dianggap sebagai studi yang bersifat berkembang. Konsep ini bertujuan mengoreksi pengertian sempit yang mengaitkan olahraga hanya pada prestasi elite. Tiga faktor utama mengapa ontologi kedigdayaan olahraga perlu diperdebatkan, bukan untuk saling bertentangan, tetapi sebagai upaya menciptakan arah masa depan yang lebih relevan dan menyeluruh.
Peran DOD dalam Penyusunan Rencana Daerah
Salah satu fenomena yang mendorong pentingnya mempertimbangkan kedigdayaan olahraga adalah kebijakan pemerintah daerah (pemda) dalam menyusun Desain Olahraga Daerah (DOD) tahun ini. Sebagai respons atas Permenpora 15/2023 tentang penataan DOD, setiap wilayah mulai merancang strategi lokal untuk mencapai Desain Besar Olahraga Nasional (DBON). DBON, yang dituangkan dalam Perpres 86/2021, berfungsi sebagai panduan utama dengan tiga aspek utama: 1) budaya olahraga, 2) prestasi nasional, dan 3) ekonomi berbasis olahraga.
“Failing to plan is a planning to fail”
Ungkapan tersebut menggarisbawahi bahwa perencanaan yang tidak tepat bisa berujung pada kegagalan. Pemantapan ontologi kedigdayaan olahraga menjadi kunci, karena definisi yang jelas akan menentukan arah pembangunan. Kedigdayaan, dalam konteks ini, adalah keunggulan yang tumbuh, terukur, dan mencakup berbagai ranah seperti pendidikan, prestasi, serta kehidupan masyarakat.
Konsep Kedigdayaan dan Kekhawatiran Distorsi
Beberapa pihak cenderung memperlebar lingkup olahraga pendidikan dan kegiatan masyarakat menjadi ‘nonprestasi’, menciptakan kesan dua kategori yang berbeda. Hal ini menimbulkan perbedaan hierarki dalam pemahaman olahraga, yang bisa mengakibatkan kebijakan yang hanya fokus pada satu sisi. DOD, jika tidak dirancang secara holistik, berisiko menghasilkan kekurangsesuaian antar cabang olahraga maupun antar ranah.
Semangat Inklusif dalam Kedigdayaan Olahraga
Prinsip ‘tidak ada yang tertinggal’ menjadi dasar DOD, sejalan dengan semangat global Sustainable Development Goals (SDGs) yang dideklarasikan PBB. Penguatan ini didukung oleh Kazan Action Plan (2017), yang menekankan keterlibatan semua pihak. Dengan mengintegrasikan keunggulan lokal, DOD dapat menjadi alat untuk menjamin keberlanjutan olahraga dalam mendukung kehidupan planet bumi.
