Skip to content
Beritabaru1
fe1b8844-d830-4785-aa70-48971fa106fc-0
  • Home
  • News
  • Sepak Bola
  • Teknologi
  • Internasional
  • Humaniora
  • Politik Dan Hukum
  • Nusantara
  • Hiburan
  • Opini
  • Travelista
  • Ekonomi
  • Megapolitan
  • Kolom Pakar
  • Jelita
  • Olahraga
  • Haji
  • Otomotif
  • Jabar
  • Piala Dunia 2026
  • Kuliner
  • Kesehatan
  • Forum Mahasiswa
  • Fashion
  • Sela
  1. Home
  2. Politik Dan Hukum
  3. Banyak Konten Serang Pribadi Presiden, Pengamat: Bukan Representasi Pandangan Masyarakat
Politik Dan Hukum

Banyak Konten Serang Pribadi Presiden, Pengamat: Bukan Representasi Pandangan Masyarakat

Michael Jones - beritabaru1.com Reporter Senin, 20 Juli 2026 pukul 11:14 WIB 3 min read
0 Views 0 Komentar
Share:
1784518538_4bbd706dcaf312b16069
Foto : Michael Jones - beritabaru1.com

Konten Serang Pribadi Presiden Bukan Cerminan Rakyat

Beritabaru1.com – Pengamat politik Ayip Tayana menyoroti fenomena Banyak Konten Serang Pribadi Presiden yang semakin masif di platform media sosial. Sebagai Direktur Eksekutif Indeks Data Nasional, ia menyampaikan bahwa meskipun kebebasan berpendapat adalah hak dasar demokrasi, kritik yang berubah menjadi penghinaan pribadi perlu dibedakan dengan jelas. Pernyataan ini dilontarkan pada Senin, 20 Juli, saat ia menekankan pentingnya batas dalam menyampaikan pendapat.

Salah satu contoh konkret yang dikemukakan adalah penggunaan istilah Gangguan Kepribadian Narsistik atau Narcissistic Personality Disorder yang kerap disematkan kepada Kepala Negara. Menurut Ayip, penyebutan ini bukan termasuk kritik konstruktif, melainkan serangan personal yang bertujuan merendahkan martabat seorang pemimpin. Hal ini menunjukkan adanya kecenderungan masyarakat untuk menyerang karakter pribadi daripada substansi kebijakan.

“Bangsa ini harus mampu membedakan mana kritik dan mana yang disebut dengan penghinaan. Bicara Prabowo NPD itu bukan kritik. Presiden ini kan harus dikritik, tapi kalau membahasakan Presiden dengan NPD itu bukan kritik menurutku,” tegas Ayip dalam pernyataannya.

Pengamat tersebut menjelaskan lebih lanjut bahwa serangan personal bukanlah bagian integral dari kebebasan berpendapat. Kritik yang seharusnya diberikan harus menyasar pada kebijakan atau tindakan yang diambil oleh seorang pemimpin, bukan sekadar mendorong reaksi emosional dari masyarakat tanpa dasar argumentasi yang kuat. Konten-konten yang beredar di media sosial seringkali tidak memiliki landasan argumen yang jelas dan tidak menunjukkan tanggung jawab intelektual.

Yang terjadi hanyalah upaya untuk menyulut kemarahan publik dengan tujuan semata-mata agar orang lain merasa marah terhadap pernyataan-pernyataan yang disampaikan. Ayip menambahkan bahwa di sana tidak ada argumentasinya, tidak ada tanggung jawabnya, yang digunakan hanyalah untuk menyulut emosi dan kemarahan. Fenomena ini semakin diperparah dengan perkembangan teknologi Artificial Intelligence yang mempercepat penyebaran konten.

“Di sana tidak ada argumentasinya, tidak ada tanggung jawabnya, yang digunakan hanyalah untuk menyulut emosi, menyulut kemarahan, dan tujuan hanya untuk itu. Hanya mau orang lain itu marah dengan pernyataan-pernyataannya,” jelas Ayip.

Masalah yang muncul adalah konten-konten bernada negatif seperti itu justru mendapatkan engagement yang tinggi di kalangan masyarakat. Hal ini menimbulkan persepsi bahwa konten-konten tersebut merupakan representasi dari pandangan publik secara keseluruhan. Padahal, menurut Ayip, fenomena ini perlu diluruskan di tengah arus informasi yang bergerak sangat cepat akibat perkembangan media sosial dan teknologi.

Di Indonesia, konten yang bernada negatif atau emosional serta menyerang kelompok politik tertentu cenderung memperoleh interaksi yang tinggi. Ayip berharap agar hal-hal seperti itu tidak berlarut-larut karena demokrasi membutuhkan keseimbangan antara kebebasan berbicara dengan kedewasaan dan tanggung jawab. Masyarakat perlu lebih bijak dalam menyikapi berbagai konten yang beredar.

Legitimasi Kuat dan Tingkat Kepuasan Publik

Ayip menegaskan bahwa fenomena di media sosial tidak merepresentasikan keseluruhan pandangan masyarakat Indonesia. Dari sisi legitimasi politik maupun penilaian mayoritas rakyat, situasinya justru berbeda. Pertama, Prabowo terpilih dengan legitimasi yang sangat kuat melalui kemenangan dengan dukungan sekitar 58 persen masyarakat Indonesia dalam satu putaran pemilihan. Angka ini menunjukkan konsensus yang jelas dari rakyat.

Secara elektoral dan konstitusional, kemenangan tersebut sangat signifikan mengingat seharusnya pemilihan bisa memerlukan dua putaran jika melibatkan dua kandidat. Hal ini menunjukkan bahwa dukungan terhadap Presiden berasal dari mayoritas yang jelas. Kemenangan dalam satu putaran merupakan indikasi kuat bahwa rakyat memberikan kepercayaan penuh kepada calon yang terpilih.

Kedua, tingkat kepuasan terhadap pemerintahan Presiden Prabowo juga menunjukkan angka yang tinggi. Berdasarkan survei terbaru dari Poltracking, sebanyak 74,2 persen publik menyatakan percaya dengan pemerintahan yang dipimpin oleh Prabowo. Selain itu, 72,2 persen responden juga menyatakan puas dengan kinerja pemerintah saat ini. Angka-angka ini menjadi bukti nyata bahwa konten-konten negatif di media sosial tidak selalu mencerminkan pandangan mayoritas.

“Artinya, berbagai hasil survey ini dapat dijadikan indikator bahwa dukungan dan kepercayaan publik terhadap pemerintahan Presiden Prabowo ini masih berada di tingkat mayoritas,” pungkas Ayip.

Meskipun demikian, Ayip menyoroti bahwa angka kepuasan yang tinggi tidak berarti semua orang puas dengan setiap kebijakan yang diambil. Ketidakpuasan pada aspek tertentu pasti masih ada dan seharusnya dijadikan bahan evaluasi oleh pemerintah. Angka kepuasan tinggi patut diapresiasi, namun temuan ketidakpuasan pada sektor tertentu juga harus menjadi masukan berharga untuk perbaikan ke depan. Dengan demikian, masyarakat dapat lebih objektif dalam menilai berbagai konten yang beredar.

Bagikan:

Berita Terkait

Mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Febrie Adriansyah (tengah) menjawab pertanyaan wartawan seusai menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (24/7/2026).

Febrie Adriansyah Ajukan Dua Gugatan Praperadilan, Persoalkan Penetapan Tersangka

5 Agu 2026
1785937762_5620df821ca3c72498a0

KPPOD: Tambahan TKD untuk 79 Daerah Belum Selesaikan Krisis Fiskal, Perlu Revisi APBN 2026

5 Agu 2026
1785937924_dcd1f6b115c484af5a11

Wamen Otto: Kekayaan Intelektual Berpotensi Lampaui Nilai Kekayaan Alam Indonesia

5 Agu 2026

Komentar

Tinggalkan Komentar Batal

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Field yang wajib diisi ditandai *

Dengan mengirim komentar, Anda menyetujui kebijakan komentar kami.

Terpopuler

Berita Terbaru

Mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Febrie Adriansyah (tengah) menjawab pertanyaan wartawan seusai menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (24/7/2026).

Febrie Adriansyah Ajukan Dua Gugatan Praperadilan, Persoalkan Penetapan Tersangka

7 thetic yang lalu
1785937117_64248b9d6c098292baee

Pengamat Nilai Rencana Pemerintah yang Wajibkan Industri Gula Rafinasi Miliki Kebun Tebu Sendiri tak Logis

29 thetic yang lalu
1785937524_6eaf1d07aff426abfbbf

Transformasi TelkomGroup Mulai Tunjukkan Hasil, InfraNexia Catat Kinerja Positif Perkuat Infrastruktur Digital Nasional

57 thetic yang lalu
1785937810_d8f7b6f0054b76f6c7a3

Taiwan Gelar Latihan Militer Han Kuang, Simulasikan Invasi Tiongkok

1 menit yang lalu
1785937762_5620df821ca3c72498a0

KPPOD: Tambahan TKD untuk 79 Daerah Belum Selesaikan Krisis Fiskal, Perlu Revisi APBN 2026

2 menit yang lalu

Kategori

  • Ekonomi (473)
  • Fashion (5)
  • Forum Mahasiswa (2)
  • Haji (28)
  • Hiburan (272)
  • Humaniora (832)
  • Internasional (435)
  • Jabar (82)
  • Jelita (19)
  • Kesehatan (7)
  • Kolom Pakar (5)
  • Kuliner (20)
  • Megapolitan (169)
  • Nusantara (582)
  • Olahraga (195)
  • Opini (73)
  • Otomotif (31)
  • Piala Dunia 2026 (264)
  • Politik Dan Hukum (257)
  • Sela (1)
  • Sepak Bola (490)
  • Teknologi (241)
  • Travelista (41)
  • Uncategorized (1)

About Us

Beritabaru1 menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.

Trending Post

  • Hello world!
  • Febrie Adriansyah Ajukan Dua Gugatan Praperadilan, Persoalkan Penetapan Tersangka
  • Preview Ligue 1 Rennes vs Paris FC, Ambisi Tuan Rumah di Roazhon Park
  • Misi Psyche NASA Abadikan Foto Langka Mars Berbentuk Bulan Sabit
  • Preview Ligue 1 PSG vs Brest, Misi Wajib Menang untuk Les Parisiens

Quick Links

  • Ekonomi
  • Fashion
  • Forum Mahasiswa
  • Haji
  • Hiburan
  • Humaniora
  • Internasional
  • Jabar
  • Jelita
  • Kesehatan

Contact Us

Ready to get started? Contact us today!

  • Contact Us

Copyright © 2026 beritabaru1.com. All rights reserved.