Skip to content
Beritabaru1
fe1b8844-d830-4785-aa70-48971fa106fc-0
  • Home
  • News
  • Sepak Bola
  • Teknologi
  • Internasional
  • Humaniora
  • Politik Dan Hukum
  • Nusantara
  • Hiburan
  • Opini
  • Travelista
  • Ekonomi
  • Megapolitan
  • Kolom Pakar
  • Jelita
  • Olahraga
  • Haji
  • Otomotif
  • Jabar
  • Piala Dunia 2026
  • Kuliner
  • Kesehatan
  • Forum Mahasiswa
  • Fashion
  • Sela
  1. Home
  2. Politik Dan Hukum
  3. Main Agenda: Bareskrim Dorong Basis Data Wajah Anak Cegah Eksploitasi Seksual Online
Politik Dan Hukum

Main Agenda: Bareskrim Dorong Basis Data Wajah Anak Cegah Eksploitasi Seksual Online

Nancy Brown - beritabaru1.com Reporter Selasa, 14 Juli 2026 pukul 01:51 WIB 3 min read
0 Views 0 Komentar
Share:
1783959115_07e41bad6ea2eeb20a57
Foto : Nancy Brown - beritabaru1.com

Main Agenda: Bareskrim Sarankan Basis Data Wajah Anak untuk Cegah Eksploitasi Seksual Online

Beritabaru1.com – Sebagai bagian dari prioritas utama Bareskrim Polri, penggunaan basis data wajah anak dianggap sebagai langkah strategis untuk menghadapi ancaman eksploitasi seksual di dunia maya. Direktorat Tindak Pidana Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA-PPO) Bareskrim memperkenalkan sistem ini sebagai upaya mendukung identifikasi cepat dan penyelamatan korban, terutama dalam kasus kejahatan digital yang melibatkan anak-anak. Dengan memanfaatkan teknologi pengenalan wajah, kepolisian diharapkan dapat mengoptimalkan respons terhadap laporan kejahatan, yang semakin meningkat seiring berkembangnya akses internet.

Kebutuhan Data yang Lebih Komprehensif

Kepala Subbagian Pembinaan Operasional Direktorat PPA-PPO Bareskrim Polri, AKBP Ema Rahmawati, menjelaskan bahwa kurangnya data identitas anak menjadi hambatan signifikan dalam penanganan kasus kejahatan digital. “Kami sering menerima laporan yang hanya menyertakan foto atau video korban, tanpa informasi lengkap seperti nama, alamat, atau nomor kontak,” ujarnya dalam diskusi di Jakarta, Senin (13/7/2026). Ia menegaskan bahwa sistem basis data wajah anak akan menjadi pilar penting dalam mempercepat investigasi, terutama karena kejahatan seksual online sering kali melibatkan berbagai tingkat pelaku, mulai dari individu hingga jaringan.

“Dengan data wajah yang terintegrasi, kami bisa langsung mengolah informasi dan memulai tindakan penyelamatan secara lebih efisien. Ini sangat krusial karena banyak korban mengalami trauma dan membutuhkan intervensi segera,” tambah Ema.

Kurangnya data juga menyulitkan pihak kepolisian untuk memahami pola pelaku dan menindaklanjuti laporan dengan tepat. Menurut Ema, sistem seperti ini akan memperkuat kapasitas pemerintah dalam melindungi anak di usia dini, terutama dalam menghadapi pelaku yang mengincar korban secara digital. “Main Agenda kami adalah menciptakan sistem yang bisa digunakan secara luas, baik oleh lembaga kepolisian maupun instansi terkait,” jelasnya.

Implementasi dan Kemitraan Strategis

Ema menekankan bahwa implementasi basis data wajah anak tidak bisa dilakukan secara mandiri. Ia mengusulkan kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan, seperti platform digital, penyedia layanan internet, dan organisasi perlindungan anak. “Main Agenda kami adalah membangun koordinasi yang lebih erat, sehingga data bisa terintegrasi dan diakses secara real-time,” terang Ema. Ia juga menyebutkan bahwa sistem ini akan dilengkapi dengan mekanisme pelaporan yang lebih mudah, baik melalui aplikasi maupun website khusus.

“Dengan menggandeng pemangku kepentingan, kita bisa meningkatkan efektivitas sistem ini. Selain itu, data wajah akan memudahkan proses pelacakan pelaku, termasuk menentukan lokasi korban dan mengungkap jejak digital mereka,” ujarnya.

Penggunaan teknologi pengenalan wajah dalam basis data diharapkan dapat memberikan efek domino dalam mengurangi jumlah anak yang menjadi korban eksploitasi seksual. Ema menyatakan bahwa sistem ini akan digunakan sebagai komplementer dari peraturan yang sudah ada, seperti UU Perlindungan Anak dan peraturan kepolisian terkait tindak pidana digital. “Main Agenda kita adalah menciptakan lingkungan digital yang aman untuk anak-anak Indonesia,” pungkasnya.

Sejalan dengan inisiatif tersebut, Bareskrim juga mengupas tantangan yang dihadapi dalam membangun basis data. Salah satu isu utama adalah ketersediaan data yang lengkap dan akurat, terutama karena banyak orang tua atau pelaku tidak menyimpan informasi detail tentang anak mereka. Selain itu, adanya masalah privasi dan keamanan data juga perlu diperhatikan untuk memastikan sistem ini tidak menimbulkan risiko baru.

Dalam rangka mewujudkan Main Agenda Bareskrim, langkah-langkah pemerintah perlu dilakukan secara bertahap. Mulai dari memperluas sistem pengenalan wajah ke berbagai platform digital, hingga melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya data identitas anak. “Ini adalah bagian dari strategi jangka panjang, bukan solusi instan,” ujar Ema. Ia optimis bahwa dengan adanya basis data wajah, kepolisian akan lebih siap menghadapi ancaman kejahatan seksual online di masa depan.

Bagikan:

Berita Terkait

1785937762_5620df821ca3c72498a0

KPPOD: Tambahan TKD untuk 79 Daerah Belum Selesaikan Krisis Fiskal, Perlu Revisi APBN 2026

5 Agu 2026
1785937924_dcd1f6b115c484af5a11

Wamen Otto: Kekayaan Intelektual Berpotensi Lampaui Nilai Kekayaan Alam Indonesia

5 Agu 2026
1785938462_6caae4c57b53891c198e

Pengamat Minta Masyarakat Jangan Terpancing Konten Demo Agustus

5 Agu 2026

Komentar

Tinggalkan Komentar Batal

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Field yang wajib diisi ditandai *

Dengan mengirim komentar, Anda menyetujui kebijakan komentar kami.

Terpopuler

Berita Terbaru

1785937762_5620df821ca3c72498a0

KPPOD: Tambahan TKD untuk 79 Daerah Belum Selesaikan Krisis Fiskal, Perlu Revisi APBN 2026

36 thetic yang lalu
1785937924_dcd1f6b115c484af5a11

Wamen Otto: Kekayaan Intelektual Berpotensi Lampaui Nilai Kekayaan Alam Indonesia

1 menit yang lalu
1785938108_30afbaf0c413e5e80ccc

Indef : Tingkat Pengangguran Terbuka Menurun Belum Tunjukkan Pasar Kerja yang Makin Sehat

2 menit yang lalu
1785938626_1c04a77b0955634707fc

Rehat 48 Jam Piala Presiden 2026, Panitia: Kami Paham Kondisi Fisik Para Pemain!

2 menit yang lalu
1785938462_6caae4c57b53891c198e

Pengamat Minta Masyarakat Jangan Terpancing Konten Demo Agustus

3 menit yang lalu

Kategori

  • Ekonomi (471)
  • Fashion (5)
  • Forum Mahasiswa (2)
  • Haji (28)
  • Hiburan (272)
  • Humaniora (832)
  • Internasional (434)
  • Jabar (82)
  • Jelita (19)
  • Kesehatan (7)
  • Kolom Pakar (5)
  • Kuliner (20)
  • Megapolitan (169)
  • Nusantara (582)
  • Olahraga (195)
  • Opini (73)
  • Otomotif (31)
  • Piala Dunia 2026 (264)
  • Politik Dan Hukum (256)
  • Sela (1)
  • Sepak Bola (490)
  • Teknologi (241)
  • Travelista (41)
  • Uncategorized (1)

About Us

Beritabaru1 menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.

Trending Post

  • Hello world!
  • KPPOD: Tambahan TKD untuk 79 Daerah Belum Selesaikan Krisis Fiskal, Perlu Revisi APBN 2026
  • Preview Ligue 1 Rennes vs Paris FC, Ambisi Tuan Rumah di Roazhon Park
  • Misi Psyche NASA Abadikan Foto Langka Mars Berbentuk Bulan Sabit
  • Preview Ligue 1 PSG vs Brest, Misi Wajib Menang untuk Les Parisiens

Quick Links

  • Ekonomi
  • Fashion
  • Forum Mahasiswa
  • Haji
  • Hiburan
  • Humaniora
  • Internasional
  • Jabar
  • Jelita
  • Kesehatan

Contact Us

Ready to get started? Contact us today!

  • Contact Us

Copyright © 2026 beritabaru1.com. All rights reserved.