Prospek Guardiola Mengemban Tugas di Timnas Italia Semakin Menyusut
Beritabaru1.com – Pertemuan yang diselenggarakan di Barcelona akhir pekan lalu antara Paolo Maldini dan Leonardo dari Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) dengan Pep Guardiola belum menghasilkan kesepakatan. Kedua tokoh tersebut terbang langsung ke kota Catalan untuk menawarkan proyek jangka panjang bagi tim nasional yang saat ini sedang mencari pelatih baru setelah kepergian sang kepala pelatih sebelumnya.
Kendala Finansial Menjadi Penghalang Utama
Sesuai dengan informasi yang dihimpun dari La Gazzetta dello Sport, kesenjangan finansial menjadi tantangan terbesar dalam perundingan kali ini. Sang pelatih asal Spanyol menginginkan kompensasi sebesar 20 juta euro atau sekitar Rp354 miliar setiap musimnya. Sementara itu, kemampuan anggaran FIGC hanya mencapai 10 juta euro atau setara Rp177 miliar per tahun. Selisih yang mencapai dua kali lipat ini membuat proses tawar-menawar menjadi sangat sulit dan kemungkinan besar tidak akan menemukan titik temu dalam waktu dekat.
Guardiola dikabarkan meminta bayaran sekitar 20 juta euro atau setara dengan Rp354 miliar per musim jika ia setuju menjabat sebagai pelatih kepala Italia.
Keinginan Mengambil Masa Istirahat
Namun, persoalan bukan hanya terletak pada nominal uang. Setelah satu dekade penuh dedikasi bersama Manchester City di Liga Primer Inggris, Guardiola telah berkali-kali menyampaikan keinginannya untuk mengambil sabbatical. Pelatih berusia 53 tahun tersebut merasa perlu memulihkan energinya setelah periode yang sangat intens dalam dunia kepelatihan.
Situasi pencarian pengganti ini juga menjadi agenda penting dalam rapat Majelis Lega Serie A yang berlangsung di Milan. Maldini dan Leonardo dijadwalkan untuk memaparkan visi pengembangan tim nasional kepada para pemilik klub Serie A. Hingga kini, belum ada pengumuman resmi mengenai siapa yang akan menggantikan posisi kosong tersebut.
Kandidat Alternatif Siap Digelar
Jika negosiasi dengan Guardiola benar-benar menemui jalan buntu, FIGC telah menyiapkan rencana cadangan. Dua nama besar telah masuk dalam daftar prioritas untuk mengisi kursi kepelatihan Gli Azzurri. Namun, federasi tidak menutup kemungkinan untuk membuka pencarian ke arah lain apabila pembicaraan dengan kedua kandidat utama tidak menghasilkan keputusan yang memuaskan.
FIGC tampaknya masih bersikap hati-hati dalam mengambil langkah final sambil terus memantau perkembangan situasi. Publik sepak bola Italia kini harus menunggu dengan sabar apakah impian melihat Guardiola memimpin tim nasional akan menjadi kenyataan atau hanya sekadar harapan yang perlahan memudar.

