Liburan Berbeda di Belitung: Menyusuri Hutan Tropis dan Tradisi Bedulang
Pengembangan Pariwisata Berbasis Komunitas
Key Discussion – Dengan meningkatnya kesadaran wisatawan akan liburan yang lebih autentik dan ramah lingkungan, tren pariwisata yang menggabungkan alam dan budaya lokal terus menguat. Selain menikmati keindahan alam, pengunjung kini lebih tertarik pada pengalaman langsung dengan masyarakat lokal, serta menjelajahi tempat wisata yang mendukung konservasi. Dua destinasi yang menjadi perhatian utama dalam inisiatif Bakti BCA adalah Bukit Peramun dan Desa Wisata Kreatif Terong. Kedua lokasi ini mengintegrasikan wisata alam, budaya, serta pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan Key Discussion yang fokus pada pengelolaan berkelanjutan.
Bukit Peramun: Destinasi Alami dengan Konsep Berkelanjutan
Bukit Peramun, yang terletak di kawasan strategis segitiga pariwisata Belitung—termasuk Kota Tanjung Pandan, KEK Tanjung Kelayang, dan Bandara HAS Hanandjoeddin—menawarkan pemandangan hutan tropis asli, batu granit besar, serta pemandangan laut dari ketinggian 129 meter. Aktivitas trekking menjadi daya tarik utama bagi pengunjung yang ingin mengenal keanekaragaman hayati dan alam sekitar. Di malam hari, pengunjung juga bisa menikmati tarsius di habitat aslinya dan melihat langit yang dipenuhi bintang.
“Kami senantiasa mendorong desa-desa yang telah menjadi binaan Bakti BCA untuk menonjolkan karakteristik yang dimiliki. Semoga dukungan kami bisa memberikan kontribusi positif bagi perekonomian lokal serta memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat,” kata Hera F Haryn, EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA, seperti dilaporkan dalam siaran pers, Minggu (10/5).
Bukit Peramun dikelola secara mandiri oleh kelompok Hutan Kemasyarakatan Arsel sejak 2006 dan mulai menjadi tujuan wisata pada 2017. Pengelolaan berbasis keberlanjutan ini telah mendatangkan penghargaan nasional, termasuk dianugerahkan sebagai Hutan Digital Pertama Berbasis Masyarakat di Indonesia oleh Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) pada 2023. Tahun sebelumnya, kawasan ini juga meraih penghargaan Green Gold di kategori Pelestarian Lingkungan dalam Indonesian Sustainable Tourism Awards (ISTA) 2019.
Desa Wisata Kreatif Terong: Revitalisasi Lahan Bekas Tambang
Di samping Bukit Peramun, Desa Wisata Kreatif Terong menjadi lokasi unggulan yang dikembangkan Bakti BCA. Desa ini berada di pesisir utara Kabupaten Belitung dan memanfaatkan area bekas tambang timah yang direklamasi secara swadaya. Kawasan ini menawarkan pengalaman wisata yang menggabungkan edukasi dan alam, dengan atraksi utama seperti Wisata Aik Rusa Berehun. Selain itu, Desa Terong dilengkapi warung UMKM, ruang pertunjukan seni, serta pondok pertemuan warga. Aktivitas memancing ikan nila, lele, dan patin juga menjadi pilihan populer bagi pengunjung.
Tradisi unik di Desa Terong adalah bedulang, yaitu ritual makan bersama yang melibatkan empat orang duduk melingkar mengelilingi dulang besar berisi hidangan khas seperti gangan ikan, ikan bakar, ayam kemiri, sambal serai, hingga lalapan. Budaya ini memperkuat nilai kebersamaan dan penghormatan terhadap orang yang lebih tua. Di 2026, desa ini juga menjadi lokasi program Genera-Z Berbakti, yang menempatkan mahasiswa untuk menghadirkan inovasi baru dalam pengembangan desa wisata binaan BCA.
Meningkatkan Perekonomian Lokal Melalui Wisata
Kebijakan Key Discussion Bakti BCA tidak hanya fokus pada keindahan alam, tetapi juga pada peningkatan perekonomian masyarakat setempat. Di Bukit Peramun, misalnya, pengunjung bisa membeli produk lokal seperti hasil pertanian atau kerajinan dari warga sekitar. Hal ini berdampak positif pada peningkatan pendapatan masyarakat, yang sebelumnya tergantung pada sektor pertanian dan perikanan.
Di Desa Terong, pendekatan pariwisata komunitas juga memicu pertumbuhan usaha kecil menengah (UKM). Warung-warung UMKM yang dibangun oleh warga menjadi pusat pemasukan ekstra, sementara ruang seni dan pertunjukan budaya memberikan peluang bagi pengrajin lokal untuk menampilkan karyanya. Dengan demikian, Key Discussion ini tidak hanya mengenalkan Belitung sebagai destinasi alam yang menakjubkan, tetapi juga mengubah cara masyarakat memperoleh penghasilan.
Tantangan dan Langkah-Langkah Peningkatan
Sejauh ini, pengembangan pariwisata berkelanjutan di Belitung masih menghadapi beberapa tantangan. Salah satunya adalah memastikan keberlanjutan pengelolaan sumber daya alam tanpa merusak ekosistem. Untuk mengatasi ini, Bakti BCA bekerja sama dengan masyarakat setempat untuk merancang kebijakan pengelolaan yang lebih ketat. Selain itu, pihaknya juga mengadakan pelatihan tentang pengaturan jumlah pengunjung agar tidak melebihi kapasitas maksimal kawasan.
Langkah lain yang dilakukan adalah memperkenalkan Key Discussion kepada pengunjung melalui berbagai media. Selain media cetak, pihak Bakti BCA juga menggandeng platform digital untuk mempromosikan keunikan Belitung. Hal ini memungkinkan destinasi wisata yang lebih terjangkau bagi wisatawan dari berbagai wilayah Indonesia. Dengan strategi ini, pengunjung bisa merasakan pengalaman yang lebih mendalam, termasuk interaksi langsung dengan warga setempat.
