Skip to content
Beritabaru1
fe1b8844-d830-4785-aa70-48971fa106fc-0
  • Home
  • News
  • Sepak Bola
  • Teknologi
  • Internasional
  • Humaniora
  • Politik Dan Hukum
  • Nusantara
  • Hiburan
  • Opini
  • Travelista
  • Ekonomi
  • Megapolitan
  • Kolom Pakar
  • Jelita
  • Olahraga
  • Haji
  • Otomotif
  • Jabar
  • Piala Dunia 2026
  • Kuliner
  • Kesehatan
  1. Home
  2. Humaniora
  3. Bahaya Hantavirus – Jangan Langsung Sapu Kotoran Tikus Kering!
Humaniora

Bahaya Hantavirus – Jangan Langsung Sapu Kotoran Tikus Kering!

Mark Brown Reporter Selasa, 19 Mei 2026 pukul 13:53 WIB 2 min read
0 Views 0 Komentar
Share:
6fec27c7-7a3d-4272-943e-0ac204dbcf1d-0

Table of Contents

Toggle
  • Bahaya Hantavirus, Jangan Langsung Sapu Kotoran Tikus Kering!
    • Sindrom Berbahaya Akibat Hantavirus
    • Langkah Pencegahan Efektif

Bahaya Hantavirus, Jangan Langsung Sapu Kotoran Tikus Kering!

Bahaya Hantavirus – Upik Kesumawati, kepala Laboratorium Entomologi Kesehatan IPB University, memberikan peringatan kepada masyarakat agar tidak langsung menyapu kotoran tikus yang kering. Menurutnya, partikel virus yang terbawa oleh debu saat kotoran tersebut disapu berpotensi menyebar ke udara dan terhirup oleh manusia, sehingga dapat memicu masalah pada paru-paru. Untuk mencegah penyebaran, Upik menyarankan agar area yang terdapat kotoran tikus disiram dengan larutan disinfektan sebelum dibersihkan.

“Jangan menyapu langsung debu atau kotoran tikus kering, karena partikel virus bisa terbawa dan terhirup ke udara. Basahi terlebih dahulu area tersebut menggunakan larutan disinfektan,” kata Upik, Selasa (19/5).

Hantavirus, yang merupakan penyakit zoonosis, telah ditemukan di Indonesia sejak tahun 1980-an. Virus ini menyebar melalui urine, feses, dan air liur tikus yang terinfeksi. Paparan utama terjadi ketika manusia menghirup debu yang tercemar atau mengalami kontak langsung dengan kotoran tikus. Kebiasaan seperti menyapu kotoran kering tanpa membasahi terlebih dahulu bisa meningkatkan risiko tertular.

Sindrom Berbahaya Akibat Hantavirus

Penyakit ini diketahui menyebabkan dua sindrom yang berpotensi mengancam nyawa. Fase awal biasanya ditandai dengan demam, nyeri otot di area paha, punggung, dan bahu, serta kelemahan tubuh yang disertai sakit kepala. Setelah 4 hingga 10 hari, penderita dapat mengalami sesak napas akut karena penumpukan cairan di paru-paru.

Langkah Pencegahan Efektif

Untuk mengurangi risiko infeksi, masyarakat dianjurkan menjaga kebersihan lingkungan secara rutin agar tidak menjadi tempat berkembang biak tikus. Selain itu, penggunaan sabun saat mencuci tangan setelah beraktivitas di area berisiko sangat penting.

“Virus ini memang sudah lama ada dan penyebab utamanya adalah tikus. Namun, kami mengimbau masyarakat untuk tidak perlu khawatir berlebihan,” pungkas Upik.

Bagikan:

Berita Terkait

07f69d0f-510d-40b9-b631-a12a41ea9acb-0

Topics Covered: Great Eastern Life Indonesia dan Indonesia Women Fest Dorong Perempuan Jadi Hebat, Terlindungi, dan Berdaya

19 Mei 2026
1779169374_b8b957a6a1f6383bf849

New Policy: Surat Al-Anfal: Makna, Asbabun Nuzul, dan Kandungan Pokok Lengkap

19 Mei 2026
Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan konferensi pers hasil Sidang Isbat 1 Syawal 1447 Hijriah di Jakarta, Kamis (19/3/2026).

Latest Program: Menag: Cegah Kekerasan Seksual Tak Cukup Regulasi, Perlu Perubahan Budaya

19 Mei 2026

Komentar

Tinggalkan Komentar Batal

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Field yang wajib diisi ditandai *

Dengan mengirim komentar, Anda menyetujui kebijakan komentar kami.

Terpopuler

Berita Terbaru

1779186033_eaeb4950e89e9821da8d

Latest Program: Ring Tinju Pasar Rebo Untuk Kurangi Tawur, Sosiolog : Belum Menyasar Akar Persoalan

18 menit yang lalu
a0c5fb7c-3be6-4e70-918f-78b0fafd5e27-0

Important Visit: Banjir Akibat Rob kembali Merendam Jalur Pantura Semarang-Demak

20 menit yang lalu
3e42ee0a-65df-412e-a82e-ba8646e5b002-0

Latest Program: Perbankan Syariah Komitmen Bina UMKM Industri Perlengkapan Haji

21 menit yang lalu
469dcc6a-10a0-495d-9388-c6e741db6cfc-0

Meeting Results: AJI dan SAFEnet Soroti Narasi “Antek Asing” hingga Maraknya Serangan Digital

23 menit yang lalu
980a2a3a-0f0d-4686-a482-8fe3804b8821-0

New Policy: Polres PPU Edukasi Pelajar SDN 006 Penajam Cegah Bullying Sejak Dini

24 menit yang lalu

Kategori

  • Ekonomi (67)
  • Haji (9)
  • Hiburan (52)
  • Humaniora (117)
  • Internasional (112)
  • Jabar (20)
  • Jelita (5)
  • Kesehatan (2)
  • Kolom Pakar (1)
  • Kuliner (2)
  • Megapolitan (26)
  • Nusantara (112)
  • Olahraga (39)
  • Opini (13)
  • Otomotif (6)
  • Piala Dunia 2026 (17)
  • Politik Dan Hukum (39)
  • Sepak Bola (165)
  • Teknologi (51)
  • Travelista (4)
  • Uncategorized (1)

About Us

Beritabaru1 menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.

Trending Post

  • Hello world!
  • Key Discussion: Bontang Dorong Talenta Muda Perfilman Lewat Workshop Film Pendek
  • Key Discussion: Preview Ligue 1 Rennes vs Paris FC, Ambisi Tuan Rumah di Roazhon Park
  • Bawa Kabur Motor Teman – Perempuan di Kukar Ditangkap Polisi
  • Main Agenda: Pengamat Soroti Peran Strategis Indonesia di Tengah Dinamika ASEAN

Quick Links

  • Ekonomi
  • Haji
  • Hiburan
  • Humaniora
  • Internasional
  • Jabar
  • Jelita
  • Kesehatan
  • Kolom Pakar
  • Kuliner

Contact Us

Ready to get started? Contact us today!

  • Contact Us

Copyright © 2026 beritabaru1.com. All rights reserved.