Bahaya Hantavirus, Jangan Langsung Sapu Kotoran Tikus Kering!
Bahaya Hantavirus – Upik Kesumawati, kepala Laboratorium Entomologi Kesehatan IPB University, memberikan peringatan kepada masyarakat agar tidak langsung menyapu kotoran tikus yang kering. Menurutnya, partikel virus yang terbawa oleh debu saat kotoran tersebut disapu berpotensi menyebar ke udara dan terhirup oleh manusia, sehingga dapat memicu masalah pada paru-paru. Untuk mencegah penyebaran, Upik menyarankan agar area yang terdapat kotoran tikus disiram dengan larutan disinfektan sebelum dibersihkan.
“Jangan menyapu langsung debu atau kotoran tikus kering, karena partikel virus bisa terbawa dan terhirup ke udara. Basahi terlebih dahulu area tersebut menggunakan larutan disinfektan,” kata Upik, Selasa (19/5).
Hantavirus, yang merupakan penyakit zoonosis, telah ditemukan di Indonesia sejak tahun 1980-an. Virus ini menyebar melalui urine, feses, dan air liur tikus yang terinfeksi. Paparan utama terjadi ketika manusia menghirup debu yang tercemar atau mengalami kontak langsung dengan kotoran tikus. Kebiasaan seperti menyapu kotoran kering tanpa membasahi terlebih dahulu bisa meningkatkan risiko tertular.
Sindrom Berbahaya Akibat Hantavirus
Penyakit ini diketahui menyebabkan dua sindrom yang berpotensi mengancam nyawa. Fase awal biasanya ditandai dengan demam, nyeri otot di area paha, punggung, dan bahu, serta kelemahan tubuh yang disertai sakit kepala. Setelah 4 hingga 10 hari, penderita dapat mengalami sesak napas akut karena penumpukan cairan di paru-paru.
Langkah Pencegahan Efektif
Untuk mengurangi risiko infeksi, masyarakat dianjurkan menjaga kebersihan lingkungan secara rutin agar tidak menjadi tempat berkembang biak tikus. Selain itu, penggunaan sabun saat mencuci tangan setelah beraktivitas di area berisiko sangat penting.
“Virus ini memang sudah lama ada dan penyebab utamanya adalah tikus. Namun, kami mengimbau masyarakat untuk tidak perlu khawatir berlebihan,” pungkas Upik.
