Skip to content
Beritabaru1
fe1b8844-d830-4785-aa70-48971fa106fc-0
  • Home
  • News
  • Sepak Bola
  • Teknologi
  • Internasional
  • Humaniora
  • Politik Dan Hukum
  • Nusantara
  • Hiburan
  • Opini
  • Travelista
  • Ekonomi
  • Megapolitan
  • Kolom Pakar
  • Jelita
  • Olahraga
  • Haji
  • Otomotif
  • Jabar
  • Piala Dunia 2026
  • Kuliner
  • Kesehatan
  1. Home
  2. Humaniora
  3. Latest Program: Menag: Cegah Kekerasan Seksual Tak Cukup Regulasi, Perlu Perubahan Budaya
Humaniora

Latest Program: Menag: Cegah Kekerasan Seksual Tak Cukup Regulasi, Perlu Perubahan Budaya

Richard Moore Reporter Selasa, 19 Mei 2026 pukul 14:10 WIB 3 min read
0 Views 0 Komentar
Share:
Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan konferensi pers hasil Sidang Isbat 1 Syawal 1447 Hijriah di Jakarta, Kamis (19/3/2026).
Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan konferensi pers hasil Sidang Isbat 1 Syawal 1447 Hijriah di Jakarta, Kamis (19/3/2026). Berdasarkan hasil sidang tersebut Pemerintah menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026. ANTARA FOTO/Putra M. Akbar/wsj.

Table of Contents

Toggle
  • Latest Program Menag: Cegah Kekerasan Seksual Tak Cukup Regulasi, Perlu Perubahan Budaya
    • Kebijakan Terkini dan Tantangan
    • Pesantren Sebagai Ruang Aman
    • Strategi Latest Program dalam Penguatan Budaya Anti Kekerasan Seksual
    • Langkah Konkret untuk Penguatan Budaya Anti Kekerasan Seksual

Latest Program Menag: Cegah Kekerasan Seksual Tak Cukup Regulasi, Perlu Perubahan Budaya

Latest Program yang diusung Menteri Agama Nasaruddin Umar menekankan bahwa pencegahan kekerasan seksual tidak dapat tercapai hanya melalui regulasi. Dalam pidatonya di Temu Nasional Pondok Pesantren dengan tema “Gerakan Pesantren Anti Kekerasan Seksual,” Menag menyatakan bahwa perubahan nilai dan sikap masyarakat menjadi kunci utama dalam mengatasi masalah ini. “Regulasi adalah fondasi, tetapi kita perlu mengubah cara berpikir kolektif agar kekerasan seksual bisa diminimalkan,” jelasnya.

“Kekerasan seksual sering kali terjadi karena struktur kekuasaan yang tidak seimbang. Meski hukum sudah ada, keberhasilannya bergantung pada kesadaran masyarakat untuk membangun norma yang lebih adil,” ujar Menag. Ia menyoroti bahwa program ini bertujuan mengintegrasikan pendidikan karakter dengan konsep perlindungan hukum.

Kebijakan Terkini dan Tantangan

Dalam perjalanan menegakkan perlindungan, Menag menyebut bahwa Indonesia sudah mengeluarkan sejumlah peraturan seperti Peraturan Menteri Agama (PMI) dan undang-undang terkait hak asasi manusia. Namun, ia mengakui bahwa keberadaan aturan ini belum cukup mengurangi jumlah korban kekerasan seksual, terutama di lingkungan pesantren. “Kita perlu memperkuat implementasi kebijakan, termasuk memastikan semua pesantren mematuhi standar kesetaraan,” tambahnya.

Kebijakan ini, kata Menag, harus melibatkan partisipasi aktif para santri, santriwati, dan pengasuh. Ia menyoroti bahwa dalam budaya pesantren, peran guru dan mentor sering dianggap lebih dominan, sehingga memerlukan kesadaran bahwa kekerasan bisa terjadi dalam hubungan yang seharusnya harmonis. “Latest Program ini dirancang untuk mengubah pola interaksi, baik secara formal maupun informal,” terangnya.

Pesantren Sebagai Ruang Aman

Menurut Menag, pesantren seharusnya menjadi tempat yang melindungi keberadaan perempuan dan anak. Ia mencontohkan bahwa dalam program ini, akan diterapkan pendidikan moral, bimbingan spiritual, dan pelatihan pengasuh tentang hak-hak pesantren. “Latest Program ini juga menekankan bahwa setiap pesantren harus memiliki mekanisme laporan kekerasan yang transparan dan responsif,” jelasnya.

Kebutuhan perubahan budaya terus diingatkan Menag. Ia menyebut bahwa kekerasan seksual dalam pesantren sering dikaitkan dengan tradisi yang terus berlangsung. “Kita harus mengajarkan bahwa kekerasan bukanlah bagian dari kehidupan agama, tetapi kejahatan yang dapat dicegah melalui pendidikan dan kesadaran kolektif,” pungkasnya.

Strategi Latest Program dalam Penguatan Budaya Anti Kekerasan Seksual

Menag menjelaskan bahwa Latest Program akan mencakup pembelajaran kritis tentang gender, penguatan kelembagaan pesantren, serta kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk keluarga dan masyarakat. Ia menyebut bahwa program ini akan dilengkapi dengan pelatihan pengasuh dan pengawasan terhadap aktivitas dalam pesantren. “Dengan menggabungkan pendekatan pendidikan dan hukum, kita bisa menciptakan lingkungan yang lebih aman dan adil,” ujarnya.

Pesantren, menurut Menag, memiliki posisi unik untuk menjadi pelopor perubahan budaya. “Latest Program ini juga mencakup sosialisasi nilai-nilai keadilan dan kesetaraan, serta penguatan sistem pengawasan internal pesantren. Dengan demikian, pesantren bukan hanya tempat belajar agama, tetapi juga tempat yang melindungi hak-hak pesantren,” terangnya.

Langkah Konkret untuk Penguatan Budaya Anti Kekerasan Seksual

Menag menegaskan bahwa Latest Program akan dilakukan secara bertahap, mulai dari pendataan pesantren yang sudah menerapkan kebijakan anti kekerasan seksual. Ia menyebutkan bahwa prioritas utama adalah memastikan bahwa semua pesantren memiliki pedoman pengelolaan kekerasan yang jelas. “Kita juga akan membangun jejaring antar pesantren dan pihak eksternal untuk saling mendukung,” jelasnya.

Dalam upaya ini, Kementerian Agama berencana melibatkan organisasi masyarakat dan lembaga-lembaga lain yang memiliki peran penting. “Latest Program ini menekankan bahwa perubahan budaya tidak bisa dilakukan hanya oleh pemerintah, tetapi juga oleh masyarakat dan pesantren secara bersamaan,” pungkas Menag. Ia berharap program ini menjadi referensi nasional dalam mencegah kekerasan seksual di berbagai sektor kehidupan.

Bagikan:

Berita Terkait

07f69d0f-510d-40b9-b631-a12a41ea9acb-0

Topics Covered: Great Eastern Life Indonesia dan Indonesia Women Fest Dorong Perempuan Jadi Hebat, Terlindungi, dan Berdaya

19 Mei 2026
1779169374_b8b957a6a1f6383bf849

New Policy: Surat Al-Anfal: Makna, Asbabun Nuzul, dan Kandungan Pokok Lengkap

19 Mei 2026
6fec27c7-7a3d-4272-943e-0ac204dbcf1d-0

Bahaya Hantavirus – Jangan Langsung Sapu Kotoran Tikus Kering!

19 Mei 2026

Komentar

Tinggalkan Komentar Batal

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Field yang wajib diisi ditandai *

Dengan mengirim komentar, Anda menyetujui kebijakan komentar kami.

Terpopuler

Berita Terbaru

1779186033_eaeb4950e89e9821da8d

Latest Program: Ring Tinju Pasar Rebo Untuk Kurangi Tawur, Sosiolog : Belum Menyasar Akar Persoalan

18 menit yang lalu
a0c5fb7c-3be6-4e70-918f-78b0fafd5e27-0

Important Visit: Banjir Akibat Rob kembali Merendam Jalur Pantura Semarang-Demak

20 menit yang lalu
3e42ee0a-65df-412e-a82e-ba8646e5b002-0

Latest Program: Perbankan Syariah Komitmen Bina UMKM Industri Perlengkapan Haji

21 menit yang lalu
469dcc6a-10a0-495d-9388-c6e741db6cfc-0

Meeting Results: AJI dan SAFEnet Soroti Narasi “Antek Asing” hingga Maraknya Serangan Digital

23 menit yang lalu
980a2a3a-0f0d-4686-a482-8fe3804b8821-0

New Policy: Polres PPU Edukasi Pelajar SDN 006 Penajam Cegah Bullying Sejak Dini

24 menit yang lalu

Kategori

  • Ekonomi (67)
  • Haji (9)
  • Hiburan (52)
  • Humaniora (117)
  • Internasional (112)
  • Jabar (20)
  • Jelita (5)
  • Kesehatan (2)
  • Kolom Pakar (1)
  • Kuliner (2)
  • Megapolitan (26)
  • Nusantara (112)
  • Olahraga (39)
  • Opini (13)
  • Otomotif (6)
  • Piala Dunia 2026 (17)
  • Politik Dan Hukum (39)
  • Sepak Bola (165)
  • Teknologi (51)
  • Travelista (4)
  • Uncategorized (1)

About Us

Beritabaru1 menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.

Trending Post

  • Hello world!
  • Key Discussion: Bontang Dorong Talenta Muda Perfilman Lewat Workshop Film Pendek
  • Key Discussion: Preview Ligue 1 Rennes vs Paris FC, Ambisi Tuan Rumah di Roazhon Park
  • Bawa Kabur Motor Teman – Perempuan di Kukar Ditangkap Polisi
  • Main Agenda: Pengamat Soroti Peran Strategis Indonesia di Tengah Dinamika ASEAN

Quick Links

  • Ekonomi
  • Haji
  • Hiburan
  • Humaniora
  • Internasional
  • Jabar
  • Jelita
  • Kesehatan
  • Kolom Pakar
  • Kuliner

Contact Us

Ready to get started? Contact us today!

  • Contact Us

Copyright © 2026 beritabaru1.com. All rights reserved.