Skip to content
Beritabaru1
fe1b8844-d830-4785-aa70-48971fa106fc-0
  • Home
  • News
  • Sepak Bola
  • Teknologi
  • Internasional
  • Humaniora
  • Politik Dan Hukum
  • Nusantara
  • Hiburan
  • Opini
  • Travelista
  • Ekonomi
  • Megapolitan
  • Kolom Pakar
  • Jelita
  • Olahraga
  • Haji
  • Otomotif
  • Jabar
  • Piala Dunia 2026
  • Kuliner
  • Kesehatan
  • Forum Mahasiswa
  • Fashion
  • Sela
  1. Home
  2. Humaniora
  3. Dulu Berhutan Tropis – Kini Tertutup Es: Begini Proses Antartika Menjadi Benua Beku
Humaniora

Dulu Berhutan Tropis – Kini Tertutup Es: Begini Proses Antartika Menjadi Benua Beku

Mark Jones - beritabaru1.com Reporter Jumat, 10 Juli 2026 pukul 11:32 WIB 3 min read
0 Views 0 Komentar
Share:
b8c2d652-1d1f-439c-920d-26e9679b673f-0
Foto : Mark Jones - beritabaru1.com

Dulu Berhutan Tropis, Kini Benua Beku: Proses Perubahan Antartika Menjadi Es

Beritabaru1.com – Antartika, benua yang kini dikenal sebagai tempat paling dingin di Bumi, dulu pernah menjadi wilayah dengan vegetasi tropis yang hijau dan subur. Fakta ini membuktikan bahwa konsentrasi karbon dioksida di atmosfer terdahulu cukup tinggi, menciptakan iklim hangat yang memungkinkan tumbuhan besar berkembang. Sekarang, dengan penurunan konsentrasi gas rumah kaca, benua ini berubah menjadi daerah yang tertutup es, menunjukkan perubahan besar dalam siklus iklim Bumi.

Histori Vegetasi dan Fosil

Penelitian geologis menunjukkan bahwa Antartika di masa lalu tidak hanya memiliki hutan lebat, tetapi juga hutan hujan tropis yang mirip dengan wilayah seperti Amazon atau Asia Tenggara. Fosil tumbuhan seperti Glossopteris, yang ditemukan di sekitar Gletser Beardmore, membuktikan bahwa wilayah ini pernah menjadi tempat tumbuhnya pepohonan raksasa. Hal ini dikuatkan oleh temuan serupa di Afrika, India, dan Australia, yang saat itu berada dalam satu superbenua bernama Gondwana.

“Proses membekunya Antartika berlangsung sangat lama, mencakup ratusan juta tahun,” tulis situs Discovering Antarctica.

Pergerakan Lempeng Tektonik dan Geografi

Sejak era Mesozoikum, sekitar 200 juta tahun lalu, Antartika menjadi bagian dari superbenua Gondwana yang menyatukan benua Afrika, Amerika Selatan, India, Australia, dan Selandia Baru. Pergerakan lempeng tektonik mengubah posisi geografis benua ini, membawanya ke arah selatan hingga berada di dekat kutub. Proses ini menyebabkan penurunan sinar matahari yang diterima, berkontribusi pada penurunan suhu secara perlahan.

Persyaratan geografis dan perubahan iklim saling terkait. Setelah terpisah dari wilayah lain, Antartika mulai memperoleh kondisi yang mendukung pembekuan. Meski begitu, perubahan suhu yang ekstrem tidak hanya disebabkan oleh gerakan lempeng, tetapi juga oleh perubahan komposisi atmosfer yang menurun seiring waktu.

Karbon Dioksida dan Suhu Global

Selama periode Eosen, konsentrasi karbon dioksida di atmosfer mencapai tingkat yang sangat tinggi, menjaga suhu global tetap hangat. Faktor ini membuat Antartika menjadi bagian dari ekosistem yang subur, dengan vegetasi tumbuh di wilayah yang kini tertutup es. Namun, sejak 55 juta tahun lalu, konsentrasi CO2 mulai menurun akibat aktivitas vulkanik dan proses sedimentasi yang mengubah siklus karbon.

Penurunan suhu global ini menjadi pemicu utama bagi pembentukan gletser permanen. Seiring waktu, penurunan suhu mengakibatkan penguapan air laut berkurang, sehingga lebih banyak air mengendap sebagai es. Perubahan ini juga memengaruhi ekosistem, memicu kepunahan beberapa spesies dan migrasi hewan serta tumbuhan ke wilayah lebih hangat.

Arah Arus Laut dan Pemisahan Benua

Terbentuknya Arus Sirkumpolar Antarktika menjadi faktor kritis dalam proses membekunya benua ini. Arus ini, yang muncul seiring pemisahan Antartika dari wilayah lain, mengisolasi benua dari panas yang berasal dari samudera. Proses ini mempercepat pendinginan, karena aliran air dingin di sekelilingnya mengurangi panas yang terperangkap di permukaan.

Pemisahan geografis juga memengaruhi distribusi suhu. Dengan terjauhnya dari sumber panas, Antartika menjadi daerah yang lebih rentan terhadap perubahan iklim. Studi terkini menunjukkan bahwa pembentukan gletser mulai terjadi sekitar 38 juta tahun lalu, meski kontribusi utamanya adalah penurunan konsentrasi CO2 yang menyebabkan suhu global turun signifikan.

Pendinginan Bertahap dan Perubahan Lingkungan

Pendinginan Antartika tidak terjadi sekaligus, melainkan melalui proses bertahap yang mencakup beberapa fase. Pada 14 juta tahun lalu, wilayah ini masih memiliki vegetasi tundra, menunjukkan bahwa perubahan iklim belum sepenuhnya menutupi sisa-sisa vegetasi tropis. Namun, seiring waktu, suhu terus menurun, hingga lapisan es di bagian timur mulai mengembang hampir mencapai ukuran sekarang sekitar 13,8 juta tahun lalu.

Kontrast ini juga terlihat dalam pendekatan waktu antara Antartika dan Benua Utara. Sementara Antartika mencapai kondisi beku dalam waktu yang lebih lama, Benua Utara mengalami proses pembekuan es yang terjadi kurang dari 3 juta tahun lalu. Fenomena ini menggarisbawahi bagaimana perubahan iklim memengaruhi dua belahan Bumi secara berbeda, terutama akibat perbedaan geografis dan komposisi atmosfer.

Umpan Balik Positif dan Dampak Jangka Panjang

Proses pembekuan tidak hanya disebabkan oleh faktor eksternal, tetapi juga mekanisme umpan balik positif yang memperkuat kondisi dingin. Ketika lapisan es memantulkan lebih banyak sinar matahari, albedo permukaan meningkat, mengurangi panas yang terabsorbsi oleh tanah. Ini mempercepat pendinginan, menciptakan siklus yang memperkuat penutupan es.

Perubahan ini juga memengaruhi ekosistem dan iklim global. Antartika, sebagai penyangga bumi, berperan penting dalam mengatur suhu laut dan memengaruhi pola angin global. Dengan menutupi permukaan laut, lapisan es mengurangi interaksi antara permukaan laut dengan atmosfer, memperkuat pendinginan dan membentuk lingkungan yang khas bagi benua ini. Proses ini menunjukkan bagaimana perubahan iklim mampu mengubah bentuk Bumi dalam jangka waktu yang sangat panjang.

Bagikan:

Berita Terkait

1785938661_e83bd536096d6601b7d1

Perluas Ekosistem dan Layanan Kesehatan untuk Masyarakat

5 Agu 2026
1785938891_8ab2d80520fe9e173d5d

Pengelolaan Sampah Berbasis Warga Diperkuat, Limbah Organik Disulap Jadi Peluang Usaha

5 Agu 2026
6ca9ed4f-3497-47ae-b15c-f8f81c36ba6b-0

8 Arti Mimpi Marah-marah di Jalan, Pertanda Ingin Didengar

3 Agu 2026

Komentar

Tinggalkan Komentar Batal

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Field yang wajib diisi ditandai *

Dengan mengirim komentar, Anda menyetujui kebijakan komentar kami.

Terpopuler

Berita Terbaru

1785937524_6eaf1d07aff426abfbbf

Transformasi TelkomGroup Mulai Tunjukkan Hasil, InfraNexia Catat Kinerja Positif Perkuat Infrastruktur Digital Nasional

23 thetic yang lalu
1785937810_d8f7b6f0054b76f6c7a3

Taiwan Gelar Latihan Militer Han Kuang, Simulasikan Invasi Tiongkok

50 thetic yang lalu
1785937762_5620df821ca3c72498a0

KPPOD: Tambahan TKD untuk 79 Daerah Belum Selesaikan Krisis Fiskal, Perlu Revisi APBN 2026

1 menit yang lalu
1785937924_dcd1f6b115c484af5a11

Wamen Otto: Kekayaan Intelektual Berpotensi Lampaui Nilai Kekayaan Alam Indonesia

2 menit yang lalu
1785938108_30afbaf0c413e5e80ccc

Indef : Tingkat Pengangguran Terbuka Menurun Belum Tunjukkan Pasar Kerja yang Makin Sehat

3 menit yang lalu

Kategori

  • Ekonomi (472)
  • Fashion (5)
  • Forum Mahasiswa (2)
  • Haji (28)
  • Hiburan (272)
  • Humaniora (832)
  • Internasional (435)
  • Jabar (82)
  • Jelita (19)
  • Kesehatan (7)
  • Kolom Pakar (5)
  • Kuliner (20)
  • Megapolitan (169)
  • Nusantara (582)
  • Olahraga (195)
  • Opini (73)
  • Otomotif (31)
  • Piala Dunia 2026 (264)
  • Politik Dan Hukum (256)
  • Sela (1)
  • Sepak Bola (490)
  • Teknologi (241)
  • Travelista (41)
  • Uncategorized (1)

About Us

Beritabaru1 menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.

Trending Post

  • Hello world!
  • Transformasi TelkomGroup Mulai Tunjukkan Hasil, InfraNexia Catat Kinerja Positif Perkuat Infrastruktur Digital Nasional
  • Preview Ligue 1 Rennes vs Paris FC, Ambisi Tuan Rumah di Roazhon Park
  • Misi Psyche NASA Abadikan Foto Langka Mars Berbentuk Bulan Sabit
  • Preview Ligue 1 PSG vs Brest, Misi Wajib Menang untuk Les Parisiens

Quick Links

  • Ekonomi
  • Fashion
  • Forum Mahasiswa
  • Haji
  • Hiburan
  • Humaniora
  • Internasional
  • Jabar
  • Jelita
  • Kesehatan

Contact Us

Ready to get started? Contact us today!

  • Contact Us

Copyright © 2026 beritabaru1.com. All rights reserved.