Skip to content
Beritabaru1
fe1b8844-d830-4785-aa70-48971fa106fc-0
  • Home
  • News
  • Sepak Bola
  • Teknologi
  • Internasional
  • Humaniora
  • Politik Dan Hukum
  • Nusantara
  • Hiburan
  • Opini
  • Travelista
  • Ekonomi
  • Megapolitan
  • Kolom Pakar
  • Jelita
  • Olahraga
  • Haji
  • Otomotif
  • Jabar
  • Piala Dunia 2026
  • Kuliner
  • Kesehatan
  • Forum Mahasiswa
  • Fashion
  • Sela
  1. Home
  2. Humaniora
  3. Populasi Indonesia Kian Menua, Usia 75 tahun ke Atas Capai 6,37 Juta Jiwa
Humaniora

Populasi Indonesia Kian Menua, Usia 75 tahun ke Atas Capai 6,37 Juta Jiwa

Nancy Brown - beritabaru1.com Reporter Jumat, 10 Juli 2026 pukul 21:18 WIB 4 min read
0 Views 0 Komentar
Share:
dae5af7c-0006-48f6-9444-fa69670a8bb0-0
Foto : Nancy Brown - beritabaru1.com

Masalah Utama: Populasi Indonesia Kian Menua, Usia 75 Tahun ke Atas Capai 6,37 Juta Jiwa

Tren Perubahan Demografi di Indonesia

Beritabaru1.com – Masalah utama yang kini mengemuka adalah kenaikan angka populasi lansia di Indonesia, yang terus meningkat akibat peningkatan usia harapan hidup dan penurunan tingkat kelahiran. Data terbaru menunjukkan bahwa jumlah penduduk di usia 75 tahun ke atas telah mencapai 6,37 juta jiwa pada 2026, melampaui proyeksi sebelumnya. Dalam konteks ini, kenyataan bahwa 11,97% dari total populasi 290 juta orang masuk ke kategori lansia memicu perluasan perhatian terhadap sistem kesehatan, perawatan, dan kebijakan sosial yang berkelanjutan.

“Usia yang terus bertambah menjadi tantangan baru bagi pemerintah dan masyarakat. Beberapa penduduk yang berusia di atas 100 tahun, seperti Maryam (118 tahun) dan Sahami (117 tahun), menjadi contoh nyata dari pergeseran struktur usia ini. Dukcapil dan BPS terus memperbarui data, tetapi perlu validasi tambahan untuk memastikan akurasi usia tertua yang tercatat,”

ungkap Direktur Jenderal Dukcapil, Teguh Setyabudi, dalam rilis Data Kependudukan Bersih Semester II Tahun 2025. Faktor seperti kualitas hidup dan akses layanan kesehatan terbukti memengaruhi jumlah lansia yang berkembang, sehingga penting untuk menyelaraskan kebijakan dengan realitas demografi yang semakin berubah.

Impak pada Sosial Ekonomi dan Infrastruktur

Kenaikan jumlah lansia di Indonesia tidak hanya mengubah pola usia, tetapi juga menggerakkan perubahan dalam sektor pelayanan publik. Tren ini memperkuat Masalah utama dalam kaitannya dengan kemampuan sistem sosial untuk menampung kebutuhan lansia, termasuk akses ke layanan kesehatan, perawatan, dan pendidikan. Menurut penelitian, tingkat pertumbuhan populasi lansia di Indonesia kian signifikan, melebihi negara-negara lain di Asia, sehingga menuntut inovasi dalam penanganan kesejahteraan lansia.

“Masalah utama juga terkait dengan peningkatan beban pemerintah dalam menyediakan fasilitas jangka panjang. Sementara negara-negara maju sudah memiliki sistem perawatan yang terstruktur, Indonesia masih dalam proses adaptasi. Hal ini mengharuskan kolaborasi antara pemerintah, lembaga keuangan, dan masyarakat untuk menghadapi dinamika demografi yang terjadi,”

menjelaskan seorang ahli demografi. Dengan usia harapan hidup rata-rata 74,47 tahun pada 2025, masa pensiun dan usia pensiun dini semakin berdampak pada produktivitas tenaga kerja, yang menjadi salah satu aspek kritis dalam Masalah utama ini.

Perkembangan Keberlanjutan Sistem Perlindungan

Untuk mengatasi Masalah utama tersebut, sejumlah perusahaan asuransi mulai mengembangkan produk perlindungan jangka panjang. Contohnya, skema Lifetime Protection Powered by AXA Long Term Life Protector yang menawarkan perlindungan hingga usia 100 tahun. Presiden Direktur AXA Financial Indonesia, Niharika Yadav, menekankan bahwa inovasi ini bertujuan memenuhi kebutuhan finansial lansia, mengingat data BPS menunjukkan adanya health protection gap sebesar Rp4,2 triliun dan mortality protection gap Rp2,15 triliun pada 2024.

“Masalah utama dalam perlindungan finansial tidak bisa diabaikan. Kenaikan usia yang signifikan memerlukan strategi yang lebih matang, termasuk desain asuransi yang fleksibel dan berkelanjutan,”

kata Yadav. Selain itu, berbagai pihak juga menyoroti pentingnya kebijakan pensiun yang inklusif, agar lansia tetap bisa berpartisipasi dalam perekonomian meski setelah masa pensiun.

Kebutuhan Penguatan Infrastruktur dan Sumber Daya

Kenaikan populasi lansia di Indonesia mengharuskan penguatan infrastruktur seperti pusat layanan kesehatan, pusat lansia, dan sistem transportasi yang ramah usia. Pemerintah, dalam beberapa tahun terakhir, telah memperkenalkan program peningkatan kualitas layanan kesehatan untuk lansia, tetapi Masalah utama terus muncul akibat keterbatasan anggaran dan kapasitas sumber daya manusia. Menurut laporan internasional, Indonesia berada di urutan ke-10 dalam daftar negara dengan populasi lansia terbanyak di dunia, yang menegaskan bahwa penanganan Masalah utama ini memerlukan pendekatan holistik.

“Masalah utama dalam pengelolaan populasi menua tidak hanya tentang angka, tetapi juga tentang respons sosial dan ekonomi. Dengan 6,37 juta penduduk berusia 75 tahun ke atas, pemerintah harus mempercepat peningkatan kapasitas layanan kesehatan, serta mendorong pengembangan teknologi untuk memudahkan akses perawatan lansia,”

jelas ekspertis dari organisasi kesehatan internasional. Dalam konteks ini, peningkatan kebutuhan finansial lansia di masa depan menjadi fokus utama kebijakan publik.

Proyeksi dan Tantangan di Masa Depan

Proyeksi populasi lansia Indonesia pada 2035 mencapai 48,2 juta jiwa, atau 15,77% dari total penduduk. Masalah utama ini diharapkan mendorong pergeseran paradigma pembangunan, dimana peningkatan usia harus diimbangi dengan peningkatan produktivitas lansia melalui pelatihan, kesehatan, dan peluang kerja. Selain itu, risiko peningkatan beban pada sistem pensiun dan kesehatan menjadi faktor penting dalam pengembangan kebijakan yang berkelanjutan.

“Masalah utama dalam populasi menua harus diintegrasikan dalam rencana jangka panjang. Dengan data kependudukan yang terus berkembang, diperlukan strategi berbasis data dan kolaborasi lintas sektor untuk memastikan keberlanjutan sistem perlindungan lansia di Indonesia,”

kata analis kebijakan. Dengan adanya 48,2 juta penduduk lansia pada 2035, peran pemerintah dan masyarakat dalam menyiapkan sumber daya, infrastruktur, dan kebijakan menjadi lebih kritis.

Kesimpulan: Langkah Strategis untuk Memastikan Kesejahteraan Lansia

Masalah utama yang dihadapi oleh Indonesia saat ini adalah kenaikan jumlah populasi lansia, yang memicu perubahan struktur usia dan tantangan baru dalam sektor kesehatan, sosial, serta ekonomi. Dengan data kependudukan menunjukkan 6,37 juta jiwa berusia di atas 75 tahun pada 2026, pentingnya peningkatan sistem perlindungan jangka panjang dan kebijakan inklusif semakin terasa. Perusahaan asuransi, lembaga pemerintah, dan masyarakat harus bekerja sama untuk memastikan kesejahteraan lansia, sekaligus mengatasi Masalah utama ini secara proaktif.

Bagikan:

Berita Terkait

1785938661_e83bd536096d6601b7d1

Perluas Ekosistem dan Layanan Kesehatan untuk Masyarakat

5 Agu 2026
1785938891_8ab2d80520fe9e173d5d

Pengelolaan Sampah Berbasis Warga Diperkuat, Limbah Organik Disulap Jadi Peluang Usaha

5 Agu 2026
6ca9ed4f-3497-47ae-b15c-f8f81c36ba6b-0

8 Arti Mimpi Marah-marah di Jalan, Pertanda Ingin Didengar

3 Agu 2026

Komentar

Tinggalkan Komentar Batal

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Field yang wajib diisi ditandai *

Dengan mengirim komentar, Anda menyetujui kebijakan komentar kami.

Terpopuler

Berita Terbaru

Mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus Febrie Adriansyah (tengah) menjawab pertanyaan wartawan seusai menjalani pemeriksaan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (24/7/2026).

Febrie Adriansyah Ajukan Dua Gugatan Praperadilan, Persoalkan Penetapan Tersangka

7 thetic yang lalu
1785937117_64248b9d6c098292baee

Pengamat Nilai Rencana Pemerintah yang Wajibkan Industri Gula Rafinasi Miliki Kebun Tebu Sendiri tak Logis

29 thetic yang lalu
1785937524_6eaf1d07aff426abfbbf

Transformasi TelkomGroup Mulai Tunjukkan Hasil, InfraNexia Catat Kinerja Positif Perkuat Infrastruktur Digital Nasional

57 thetic yang lalu
1785937810_d8f7b6f0054b76f6c7a3

Taiwan Gelar Latihan Militer Han Kuang, Simulasikan Invasi Tiongkok

1 menit yang lalu
1785937762_5620df821ca3c72498a0

KPPOD: Tambahan TKD untuk 79 Daerah Belum Selesaikan Krisis Fiskal, Perlu Revisi APBN 2026

2 menit yang lalu

Kategori

  • Ekonomi (473)
  • Fashion (5)
  • Forum Mahasiswa (2)
  • Haji (28)
  • Hiburan (272)
  • Humaniora (832)
  • Internasional (435)
  • Jabar (82)
  • Jelita (19)
  • Kesehatan (7)
  • Kolom Pakar (5)
  • Kuliner (20)
  • Megapolitan (169)
  • Nusantara (582)
  • Olahraga (195)
  • Opini (73)
  • Otomotif (31)
  • Piala Dunia 2026 (264)
  • Politik Dan Hukum (257)
  • Sela (1)
  • Sepak Bola (490)
  • Teknologi (241)
  • Travelista (41)
  • Uncategorized (1)

About Us

Beritabaru1 menyajikan berita terbaru, analisis tajam, dan update penting setiap hari dengan gaya yang jelas dan terpercaya.

Trending Post

  • Hello world!
  • Febrie Adriansyah Ajukan Dua Gugatan Praperadilan, Persoalkan Penetapan Tersangka
  • Preview Ligue 1 Rennes vs Paris FC, Ambisi Tuan Rumah di Roazhon Park
  • Misi Psyche NASA Abadikan Foto Langka Mars Berbentuk Bulan Sabit
  • Preview Ligue 1 PSG vs Brest, Misi Wajib Menang untuk Les Parisiens

Quick Links

  • Ekonomi
  • Fashion
  • Forum Mahasiswa
  • Haji
  • Hiburan
  • Humaniora
  • Internasional
  • Jabar
  • Jelita
  • Kesehatan

Contact Us

Ready to get started? Contact us today!

  • Contact Us

Copyright © 2026 beritabaru1.com. All rights reserved.