Key Strategy: Pemeriksaan Mata Berkala Pertahankan Kualitas Penglihatan Lansia
Beritabaru1.com – Pemeriksaan mata berkala menjadi key strategy utama dalam menjaga kesehatan penglihatan lansia. Penurunan visi sering terjadi seiring bertambahnya usia, tetapi banyak kondisi mata berkembang secara perlahan tanpa gejala awal, sehingga memeriksa kesehatan mata secara rutin bisa mencegah masalah yang lebih serius. Dengan mengidentifikasi masalah sejak dini, lansia dapat memperoleh intervensi tepat waktu, sehingga kualitas hidup mereka tetap terjaga. Key strategy ini tidak hanya membantu deteksi dini penyakit, tetapi juga memastikan penggunaan alat bantu penglihatan yang sesuai kebutuhan.
Kegiatan Pemeriksaan Mata Gratis di Jakarta: Solusi Berkelanjutan
Program pemeriksaan mata gratis yang digelar oleh Holywings Peduli di Cecilia Bar, Jakarta, pada hari Sabtu (11/7) menjadi contoh nyata penerapan key strategy dalam memperkuat kesehatan lansia. Acara bertema “Mata Sehat, Lansia Bahagia” ini menarik partisipasi warga lanjut usia dari Kelurahan Petogogan, Jakarta Selatan, dengan menyediakan tes ketajaman penglihatan, konsultasi Refraksionis Optisien (RO), dan distribusi kacamata baca. Key strategy ini bukan hanya tentang pemeriksaan fisik, tetapi juga edukasi tentang perawatan mata sehari-hari.
“Kegiatan ini memberikan akses gratis ke pemeriksaan mata berkala dan alat bantu penglihatan, yang merupakan key strategy penting untuk kemandirian lansia. Penglihatan yang baik memungkinkan mereka tetap aktif dan berpartisipasi dalam kegiatan sosial,” ujar Andrew Susanto, Komisaris Utama Holywings Group.
Konsultasi dengan profesional kesehatan mata selama acara menekankan pentingnya pengelolaan kondisi seperti presbiopia, katarak, glaukoma, dan AMD. Peserta yang memenuhi syarat langsung menerima kacamata baca berdasarkan hasil analisis refraksi, sehingga memastikan kebutuhan visual mereka terpenuhi. Key strategy ini juga mengajarkan lansia cara mengenali tanda-tanda penyakit mata sebelum terlambat.
Pentingnya Pemeriksaan Mata Berkala: Data dan Fakta
Menurut data dari Optometris Level VI Zakaria Efendi, S.Tr.Kes., S.KM., M.M., lansia di usia 40–64 tahun sebaiknya menjalani pemeriksaan mata lengkap setiap satu hingga dua tahun, sementara kelompok usia di atas 65 tahun memerlukan frekuensi yang lebih tinggi. Key strategy ini terutama dianjurkan bagi mereka dengan riwayat penyakit seperti diabetes, hipertensi, atau glaukoma, karena kondisi kesehatan umum bisa memperburuk masalah mata.
Salah satu manfaat utama dari pemeriksaan mata berkala adalah mencegah kebutaan atau gangguan visual permanen. Misalnya, glaukoma sering disebut sebagai “pencuri penglihatan” karena berkembang tanpa gejala awal. Jika tidak diatasi secara dini, penyakit ini bisa mengakibatkan kehilangan penglihatan secara irreversible. Key strategy ini juga membantu lansia memahami cara merawat mata dengan baik, seperti menjaga kelembapan mata atau menghindari paparan cahaya berlebihan.
“Pemeriksaan mata berkala bukan hanya upaya sehat, tetapi key strategy untuk mencegah komplikasi serius yang bisa mengganggu aktivitas harian lansia,” tambah Zakaria Efendi.
Program Holywings Peduli: Membangun Kesadaran Kesehatan Mata
Kegiatan Holywings Peduli menunjukkan komitmen perusahaan dalam memperkuat key strategy kesehatan masyarakat. Selain pemeriksaan mata gratis, program ini memberikan edukasi mengenai penggunaan alat bantu seperti kacamata dan lensa kontak. Seminar yang diselenggarakan di acara tersebut menyasar penyebab penyakit mata umum pada lansia, seperti penggunaan layar digital berlebihan atau kurangnya konsumsi vitamin A.
Key strategy ini juga memberikan solusi praktis bagi lansia yang kesulitan mengakses layanan kesehatan. Distribusi kacamata baca yang langsung disediakan meminimalkan hambatan biaya dan waktu. Kegiatan serupa diharapkan menjadi model untuk meningkatkan partisipasi lansia dalam memeriksa kesehatan mata secara berkala, yang sebelumnya masih kurang dimasukkan ke dalam kebiasaan sehari-hari.
“Kami percaya bahwa key strategy pemeriksaan mata berkala adalah kunci untuk menjaga kualitas penglihatan lansia di masa depan. Program ini juga menjadi media untuk menyebarkan kesadaran pentingnya kesehatan mata,” tutur Andrew Susanto.
