Persiapan Armuzna 2026: Jemaah Haji Diminta Waspadai Kondisi Tubuh
Persiapan Armuzna 2026 – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memberikan arahan kepada jemaah haji untuk mengatur aktivitas sehari-hari secara bijak serta mempertahankan kebugaran fisik sebelum memasuki fase utama ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna). Langkah ini penting agar para jemaah tetap siap menghadapi kondisi cuaca yang ekstrem selama beribadah. Maria Assegaf, juru bicara Kemenhaj, menegaskan bahwa kesiapan fisik menjadi faktor utama kesuksesan pelaksanaan haji.
“Selama periode persiapan Armuzna, kami mengajak jemaah untuk meminimalkan penggunaan energi dan menjaga kondisi tubuh. Hindari beraktivitas fisik berlebihan jika tidak mendesak, agar tetap dalam kondisi optimal saat fase puncak haji 2026 tiba,” ujar Maria di Jakarta, Kamis (14/5).
Hingga hari ke-24 penyelenggaraan haji 1447 H/2026 M, 395 kelompok terbang (kloter) dengan total 152.724 jemaah dan 1.577 petugas telah diberangkatkan ke Arab Saudi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 136.422 jemaah berada di Mekah setelah melakukan perjalanan dari Madinah. Sementara gelombang kedua jemaah yang tiba di Jeddah mencapai 45.914 orang dari 120 kloter.
Di samping jemaah biasa, terdapat 10.535 jemaah haji khusus yang sudah berada di Tanah Suci untuk memulai rangkaian ibadah. Sementara itu, Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menyampaikan bahwa progres persiapan fasilitas di Armuzna terus berlangsung.
Kesiapan Infrastruktur di Armuzna
Menurut Maria, kesiapan tenda di Arafah mencapai sekitar 90% dan peninjauan layanan transportasi bus Masyair masih berlangsung untuk memastikan mobilitas jemaah lancar. “Pemantauan terus dilakukan agar semua fasilitas bisa mendukung pelaksanaan haji secara efektif,” tambahnya.
Peringatan Khusus untuk Kelompok Rentan
Kemenhaj juga memberikan peringatan tambahan bagi jemaah yang berisiko tinggi terhadap gangguan kesehatan. Kelompok ini termasuk lansia, penyandang disabilitas, dan jemaah dengan kondisi medis khusus. Mereka diimbau untuk aktif berkoordinasi dengan petugas kesehatan jika mengalami gejala tidak nyaman.
Saat ini, tim medis terus melakukan pengawasan ketat di berbagai tempat, seperti hotel, area sektor, dan Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), untuk memastikan semua jemaah siap menghadapi puncak haji. “Haji bukan hanya tentang kepercayaan spiritual, tetapi juga memerlukan kesiapan fisik. Karenanya, stamina perlu dijaga sejak awal agar jemaah dapat menjalani Armuzna dengan optimal,” pungkas Maria.
